Gojek

Cerita Gojek: target penghasilan 10 juta sebulan. Wah!

Ini masih tentang pengalaman menggunakan jasa ojek melalui aplikasi Gojek. Setelah minggu lalu mencoba aplikasi Gojek dan Grab Bike, minggu ini aku beberapa kali pergi naik ojek memakai Gojek.

Cerita optimisme dari pengemudi Gojek

Selama minggu ini, aku beberapa kali naik Gojek dan ngobrol bersama pengemudinya. Rata-rata para pengemudi ini menceritakan dengan bahagia pengalamannya menjadi pengemudi ojek yang bergabung dengan Gojek.

Seorang pengemudi Gojek bercerita bahwa sejak bergabung dengan Gojek, pendapatannya meningkat. Setiap hari minimal dia mendapatkan penghasilan Rp 250 ribu. Sebelumnya, saat menjalani ojeg reguler penghasilannya rata-rata sekitar Rp 100 ribu per hari.

Pengemudi Gojek yang lain bercerita bahwa dia rata-rata mencairkan penghasilan ojek dari Gojeg sekitar Rp 2 juta setiap 10 hari. Kalau diekstrapolasi, berarti penghasilannya sekitar Rp 6 juta/bulan. Katanya, ada temannya yang bisa mendapat Rp 1.5 juta dalam 2 hari. Bahkan, ada temannya yang menargetkan Rp 10 juta dalam bulan Ramadan ini untuk dibawa pulang kampung. Wow!

Cerita penuh optimisme itu hampir selalu aku dapatkan dari pengemudi Gojek yang aku naiki. Rata-rata senang karena mereka tak perlu ngetem dan menunggu penumpang di pangkalan ojek. Mereka bisa menunggu di mana saja, termasuk di rumah.

Seperti cerita pengemudi Gojek yang tinggal di dekat Kota Kasablanka. “Saya sih nunggu di rumah aja mbak. Kalau pagi saya nganter penumpang langganan lama saya. Kalau saya mau cari uang, tinggal menghidupkan handphone saja. Pasti selalu ada penumpang yang mencari ojek di sekitar Kokas (red. Kota Kasablanka),” ujarnya.

“Seberapa banyak mau dapat uang, sekarang tinggal seberapa kuat saya ngojek mbak,” imbuhnya.

Gojek
Peluang ojek bagi mahasiswa, karyawan, pengangguran

Dari pengalaman beberapa kali naik Gojek, aku mendapati bahwa ternyata pengemudi Gojek bukan hanya berisi pengemudi ojek reguler. Aku menemukan cerita-cerita tentang mahasiswa dan karyawan yang menjadi pengemudi Gojek.

Menurutku, menjadi pengemudi Gojek adalah pilihan yang masuk akal untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Dengan modal sepeda motor yang sudah dimilik dan waktu kerja yang fleksibel, mahasiswa atau karyawan bsia menngatur waktunya sendiri kapan mau kerja.

Jadi, Gojek bisa menjadi alternatif pekerjaan bagi siapapun. Yang penting sehat fisik dan mau kerja keras, seseorang bisa mendapat penghasilan dengan menjadi pengemudi Gojek. Yang juga penting tidak gengsi. Toch ini penghasilan halal dan legal, kan?

Cara Mendaftar menjadi Pengemudi Gojek

Saat ini Gojek saat ini ada di Jakarta, Surabaya dan Bali. Untuk mendaftar dan bergabung menjadi pengemudi Gojek, berikut ini syaratnya (informasi ini aku peroleh dari media sosial):

  • Punya sepeda motor
  • Pria atau Wanita max 50 th
  • Fotocopy KTP/Surat keterangan
  • Fotocopy SIM
  • Fotocopy KK
  • Fotocopy STNK

Calon pengemudi Gojek harus menyerahkan (salah satu):

  • IJAZAH/BPKB/KK/Akta Kelahiran/Surat Nikah (ASLI)

Gojek bekerja dengan sistem bagi hasil: 80% pengemudi – 20% perusahaan.

Fasilitas yang didapat pengemudi Gojek:

  • Smartphone Android
  • Dua Helm
  • Dua Jaket
  • Pulsa 50 ribu
  • Rekening Go-Jek 100 ribu
  • Masker dan Penutup kepala
  • Bonus tambahan 50.000/hari kalau bisa menyelesaikan 5 order
  • Asuransi kecelakaan

 

 

Tulisan menarik lainnya

Share this post

22 thoughts on “Cerita Gojek: target penghasilan 10 juta sebulan. Wah!”

  1. saya pensiunan sales supervisor,umur saya sudah 55tahun,apakah saya bisa melamar sebagai pengemudi gojek? mohon jawabannya via email saya,terimakasih

  2. maaf sebelumnya mau tanya. saya mau daftar gojek usia 24th bila ktp daerah bisa tidak. dan saya tidak membawa kk

    1. Kalo ktp daerah ngga bisa ,mas. KK ( foto copy) harus di sertakan pas ketika melamar driver Go Jek. Dan KK yang akan di jaminkan harus KK keluarn Tahun 2014 ke atas

  3. saya masih bekerja di salah satu perusahaan di jakarta ,di bidang jasa.umur saya 40 tahun. boleh ga menjadi anggota go jek,untuk cari tambahan uang belanja,juga untuk tambahan biyaya sekolah anak,mohon balasannya ,terimakasih

    1. all, driver gojek waktunya flexybel, asal ada kemauan, jujur, ramah, tau jalan jakarta dan sekitarnya.Nggak sedikit driver gojek masih kuliah, Bekerja, bahkan ada yang masih aktif jadi Manager Personalia perusahaan di Daerah Sudirman. Jadi driver gojek tidak ada peraturan mau sebagai kerja freelanceatau sebagai penghasilan utama, sehat jasmani rohani dan umur d batasi 50 tahun. smoga penjelasan bermnfaat, terimakasihmaximal

  4. Terimakasih, artikelnya bermanfaat banget …

    Sekarang ini hampir setiap pekerjaan menuntut kita untuk menggunakan komputer dan berbagai software penunjang. Mulai dari software pengolah kata, angka, program, dan desain grafis. Bingung cara belajarnya? Kunjungi Kumpulan Tutorial Gratis berbagai konten tutorial gratis yang bisa membantu kamu

  5. Maaf sy mau tanya, sy juga kan krja disalah satu perusahaan, tapi sy jga mau nglamar jd gojek, buat nambah” penghasilan, tp klo misal ya sy ga pnya SIM bisa pa ga ya..

  6. Umur saya baru 17 tahun apakah saya bisa mendaftar menjadi gojek?belum lulus SMA ,dimana mendaftarkan gojek terdekat di jakarta

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.