KejurdaCatur01a

Kejuaraan Daerah Catur DKI Jakarta 2018

Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur DKI Jakarta telah diselenggarakan pada bulan September 2018. Kompetisi Catur itu diselenggarakan di Wisma Catur KONI DKI Jakarta, Jl. Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kejuaraan ini merupakan persiapan dan pemilihan atlet catur yang akan dikirim ke Kejurnas Catur 2018 di Banda Aceh.

Kejuaraan dibagi mensjadi 2 kelompok besar, yaitu Kejurda Catur kelompok Senior dan Kelompok Junior.

Aturan Main Kejurda Catur

Kejurda Catur Senior (Open) dan Veteran diselenggarakan untuk seluruh anggota Percasi DKI Jakarta. Usia veteran minimal 55 tahun. Sistem pertandingan menggunakan sistem Swiss 7 babak, menggunakan waktu catur standar 65 menit, dan diselenggarakan pada 13 s/d 16 September 2018.

Juara I masing-masing kelompok (Senior (Open)/ Veteran) berhak mewakili DKI Jakarta pada Kejurnas Catur yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 di Aceh.

Sementara itu, Kejurda Catur Junior dibagi berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin (Putra/Putri). Kelompok usia catur dibagi menjadi 7 kelompok, yaitu:

  • Junior Putra/Putri di bawah 19 tahun (A)
  • Junior Putra/Putri di bawah 17 tahun (B)
  • Junior Putra/Putri di bawah 15 tahun (C)
  • Junior Putra/Putri di bawah 13 tahun (D)
  • Junior Putra/Putri di bawah 11 tahun (E)
  • Junior Putra/Putri di bawah 9 tahun (F)
  • Junior Putra/Putri di bawah 7 tahun (G)

Untuk Junior, pertandingan diadakan dengan sistem Swiss 6 babak atau Round Robin disesuaikan dengan jumlah peserta. Waktu pikir untuk setiap pemain adalah 45 menit.

Hasil Pertandingan Kejurda Catur DKI Jakarta

Pemenang Kejurda Catur untuk kelompok Junior dan yang mendapatkan kesempatan mewakili DKI dalam Kejurnas Catur 2018 di Banda Aceh adalah:

Kelompok Junior Putra:

  • Constantius Leonardo Pratama (KU-19 Putra)
  • Akmalnaidi Akbar (KU-17 Putra)
  • Gilbert Elroy Tarigan (KU-15 Putra)
  • Razzan Rabbani Rieko (KU-13 Putra)
  • Satria Duta (KU-11 Putra)
  • Steven Tan (KU-9 Putra)
  • Gervasius Ludwig (KU-7 Putra)

Kelompok Junior Putri:

  • Angela Natasya Rengganis (KU-19 Putri)
  • Christine Elisabeth (KU-17 Putri)
  • Jeanifer Marthadita L (KU-17 Putri)
  • Theodora Paulina Walukow (KU-15 Putri)
  • Laysa Latifah (KU-13 Putri)
  • Cecilia Natalie Liuviann (KU-13 Putri)
  • Neyla Felicia (KU-11 Putri)
  • Clementia Adeline (KU-9 Putri)

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.