FESPER-ZeroWaste1

#FESPER2015 (5): Belajar Kemah #ZeroWaste

Festival Pendidikan Rumah (FESPER) bukan hanya perihal pestanya keluarga praktisi homeschooling. Tapi kegiatan ini juga diperuntukkan sebagai ajang belajar untuk menjalani kehidupan yang lebih berkualitas, baik baik dalam skala personal & keluarga maupun dalam skala masyarakat.

Dalam #FESPER2015, isu dan edukasi yang diangkat adalah mengenai #zerowaste.

(FESPER: Kebahagiaan sampai tulang sumsum)

Bukan hanya buang sampah di tempatnya

Pada umumnya pendidikan tentang pengelolaan sampah yang biasanya diajarkan adalah “buang sampah di tempatnya”. Walaupun itu adalah hal baik, tapi sebenarnya belum mencukupi untuk keberlangsungan bumi dan lingkungan kita.

Ada 3 kegiatan yang biasanya dimunculkan dalam edukasi tentang kesadaran lingkungan, yaitu Reduce (Kurangi), Reuse (Pakai-ulang) dan Recyle (Olah-Pakai). Nah, #zerowaste adalah sebuah kegiatan yang ditujukan untuk mengurangi jumlah sampah hingga seminimal mungkin. Dari film “Trashed”, kita bisa menyadari bahwa sampah, apalagi yang tak bisa didaur ulang, berdampak buruk pada kehidupan kita.

(Bincang Seru: kegiatan minim sampah)

Kesadaran itulah yang membuat panitia #FESPER2015 memutuskan bahwa #zerowaste menjadi salah satu pilar dalam pelaksanaan kemah bersama ini. Intinya adalah berusaha semaksimal mungkin agar kegiatan bersama selama 3 hari 2 malam dalam #FESPER2015 menghasilkan sampah seminim mungkin, bahkan kalau bisa tanpa sampah.

(FESPERPlaying, Sharing, Learning & Networking)

Edukasi dengan memberdayakan

Untuk menjalankan kegiatan minim sampah, ada panitia yang bertugas khusus memikirkan tentang #zerowaste, yaitu mas Ian (Rahardian) yang ditemani mbak Ira (Dominika Octavira Arumdati) dan mbak Shanty Syahril (yang pernah menangani #zerowaste dalam kegiatan Bincang Seru Homeschooling).

Untuk menyiapkan #zerowaste, mas Ian dan tim #zerowaste sudah menyiapkan informasi edukasi, panduan, dan sarana yang digunakan bekerjasama dengan pihak lain.

Secara khusus, dibuat penjelasan dalam bentuk video yang dibagikan sebelum acara #FESPER2015:

Juga video berisi tips berkegiatan minim sampah #zerowaste:

Serta infografis panduan teknis untuk #zerowaste:
FESPER-ZeroWaste1

Ada juga panduan dalam bentuk teks: [Download PDF]

(FESPER: ekspo dan presentasi anak)

Fasilitas yang menguatkan dan mengingatkan

Selain terus mengedukasi dan memberikan informasi kepada peserta #FESPER2015, sarana dan kondisi di lapangan pun dipersiapkan.

Untuk mempraktekkan #zerowaste, di areal kemah disediakan beberapa lubang organik tempat peserta membuang sampah-sampah organiknya. Untuk sampah anorganik, peserta sudah diingatkan untuk membawanya pulang kembali. Di areal sampah organik, ada freelancer yang mengawasi dan memastikan bahwa sampah yang dimasukkan hanya yang organik.

Juga, panitia menyediakan lerak dan gambas sebagai alat pencuci piring/gelas kotor menggantikan sabun detergen. Ini menjadi pengalaman baru bagi hampir seluruh peserta #FESPER2015.

FESPER-ZeroWaste2

Untuk memastikan #zerowaste ini berjalan, sebelum acara berlangsung panitia sudah melakukan negosiasi dan membuat panduan kepada warung-warung yang akan berjualan di sekitar areal perkemahan.

Photo (c) Diyah Suman Driya
Photo (c) Diyah Suman Driya

Di akhir acara #FESPER2015 dilakukan penutupan lubang organik yang dilanjutkan dengan penanaman pohon di atasnya.

(FESPER: membangun negeri di atas awan)

 

Pembelajaran dan Membangun kesadaran

Tentu saja, yang terjadi di #FESPER2015 masih jauh dari yang ideal. Semuanya menjalani proses belajar dan membangun kesadaran untuk mengurangi sampah, yang mudah-mudahan terbawa hingga usai #FESPER2015.

Dan inilah beberapa kesan peserta #FESPER2015 mengenai #zerowaste
FESPER-ZeroWaste7

FESPER-ZeroWaste6-Anyi

FESPER-ZeroWaste8

(bersambung)

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.