Zero-waste

Panduan Nol Sampah (zero waste) untuk Peserta & Panitia

Dalam kegiatan “Bincang Seru Homeschooling” yang akan diadakan Klub Oase tanggal 24/1, panitia berusaha untuk melakukan kegiatan dengan prinsip “Zero Waste”. Prinsip ini adalah bagian dari kesadaran dan usaha belajar untuk menghadirkan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak cucu kita. Melakukan daur ulang dan pengolahan adalah sebuah hal yang baik, tapi akan lebih baik lagi kalau kita bisa mengurangi jumlah sampah (terutama sampah anorganik) yang kita hasilkan.

Berikut ini panduan untuk peserta dan panitia. Kami muat di Rumah Inspirasi, mudah-mudahan bermanfaat bagi siapapun yang ingin melaksanakan kegiatan dengan spirit “zero waste”.

***

Zero-waste

Bawa dari rumah

  • Tanda pengenal. Pakai ulang  tanda pengenal dari acara lain.
  • Botol minum/tumbler/gelas. Untuk isi ulang air KanGEN GRATIS atau ingin jajan minuman di bazaar.
  • Bekal makan siang. Bawa dengan rantang/kotak makan.
  • Kotak makan/piring dan alat makan. Untuk menyantap makanan, bila pesan makan siang dari panitia atau ingin jajan makanan di bazaar.
  • Tas belanja. Bila ingin belanja di bazaar atau ingin membawa/mengambil barang untuk/dari Pojok Berbagi. Tidak tersedia kantong plastik/kertas di bazaar dan Pojok Berbagi.

 

Pojok Berbagi

Dalam rangka menyosialisasikan gerakan “mengurangi” sampah di lingkungan rumah dan berpotensi berakhir di TPA, alangkah baiknya jika kita melatih diri untuk saling berbagi dan “memakai ulang”.

  1. Untuk menghindari penumpukan barang pada saat acara, setiap peserta disarankan untuk bergabung di grup “Berbagi untuk Bumi”  (informasi lebih jelas bisa diberitahukan di grup).
  2. Buat posting di grup tersebut barang yang ingin dibagikan (1 barang per peserta).
  3. Peserta acara (yang barangnya diperlukan oleh peserta lain) membawa barangnya pada saat acara dan bisa menyimpannya di stand Pojok Berbagi sehingga tidak perlu merasa repot ketika mengikuti rangkaian acara.

Meja Potluck

(langsung  akan diinfokan oleh mbak Mira ke peminat potluck)

  • Pilih snack yang bebas bungkus sekali pakai (styrofoam, plastik, kertas, mika, dsj), bungkus daun diperkenankan.
  • Gunakan wadah kotak makanan untuk membawanya
  • Tidak membagikan brosur, flyer, dan materi cetak lainnya secara bebas. Siapkan satu copy info produk Anda untuk dipotret oleh pengunjung bila memerlukan.

 

Panduan Nol Sampah untuk Pengisi Stand Bazaar

Acara dirancang secara khusus agar sampah yang dihasilkan minimal. Guna mendukung maksud tsb, maka berikut panduan umum dalam mengurangi sampah dan tata-tertib bagi pengisi bazaar.

  • Jenis makanan/minuman yang dijual bebas bungkus/kemasan. Diijinkan menggunakan bungkus/alas daun
  • Menyediakan alat makan/minum dalam jumlah secukupnya, seperti: gelas/piring/mangkok dari beling, melamin food grade, atau piring lidi.
  • Tidak menggunakan wadah minuman/makanan sekali pakai (disposable). Peserta akan dihimbau untuk membawa botol minum/tumbler dan peralatan makan dari rumah.
  • Mengingatkan pembeli supaya mengembalikan peralatan makan milik penjual ke stand dan menjaga agar peralatan makan tidak berserakan.
  • Menjaga kebersihan stand dan area sekitarnya, serta membuang sampah secara terpilah. Harap sediakan alat pendukung masing-masing.
  • Tidak menyediakan kantong plastik/kertas kepada pengunjung yang berbelanja.
  • Tidak membagikan brosur, flyer, dan materi cetak lainnya, serta merchandise secara bebas kepada peserta. Siapkan satu copy info produk Anda dan minta pengunjung untuk memotretnya bila memerlukan.
  • Meninggalkan stand dalam keadaan bersih ketika selesai acara.
  • Mohon maklum bila panitia memberikan peringatan. Hal tsb dilakukan dengan niat untuk saling mengingatkan dalam kebaikan 🙂

Share this post

2 thoughts on “Panduan Nol Sampah (zero waste) untuk Peserta & Panitia”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.