Membuat Jadwal Homeschooling

Sebuah pertanyaan yang termasuk paling sering muncul kepada kami adalah, “Bagaimana keseharian Yudhis/Tata/Duta? Bagaimana jadwalnya? Boleh nggak lihat jadwal keseharian mereka?”

Pertanyaan ini agak sulit dijawab karena terus terang jadwal anak-anak berevolusi sesuai dengan usia & perkembangan mereka, juga kondisi keseharian yang sedang “in” dalam kehidupan kami.

Sebelum aku bercerita lebih jauh, aku mau membuat disclaimer dulu bahwa apa yang akan aku bagi ini adalah apa yang “bekerja” untuk keluarga kami. Kondisi ini belum tentu cocok untuk keluarga orang lain. Jadi, silakan ditimbang dan jika Anda suka, diadaptasi sesuai kondisi keluarga Anda.

Bagi teman-teman yang baru mengenal homeschooling, dalam homeschooling ada banyak metode, mulai dari metode yang sangat terstruktur (School at Home) sampai metode yang tidak terstruktur (Unschooling). Praktek homeschooling di dalam keluarga kami berada di antara kedua metode tersebut. Spiritnya dekat dengan unschooling, tetapi kami juga membangun pola keseharian untuk membantu anak-anak menstrukturkan pola kegiatannya.

Nah, salah satu implementasi dari model yang kami gunakan adalah menggunakan menu. Model ini sebenarnya sudah kami terapkan sejak tahun 2010. Walau secara prinsip masih kurang-lebih sama, tetapi teknisnya berkembang terus menyesuaikan pertumbuhan anak-anak.

Prinsip Dasar

Secara prinsip model menu ini dimulai dari sebuah kesepakatan antara orangtua dan anak materi/proyek/pelajaran apa yang akan dilakukan dalam sebuah batasan waktu. Perjanjian bisa dibuat di awal bulan atau awal minggu. Jika anak masih berganti-ganti keinginan maka menu bisa dibuat per minggu.

Kunci sukses dari pembuatan jadwal ini adalah konsistensi & tanggung jawab pada anak sebagai pelaksana maupun orangtua sebagai pembimbing. Oleh karena itu, penting untuk membuat jadwal yang sederhana tapi bisa dilakukan anak daripada membuat jadwal yang padat dan kelihatan keren, tapi sulit untuk dijalankan anak-anak dan justru membuat mereka menjadi stress.

Jadwal ini kami sebut menu karena bentuknya memang seperti menu, seperti daftar makanan yang bisa mereka santap hari ini tapi mereka boleh memilih urutan yang mereka santap. Anak-anak belajar menentukan sendiri proses belajar mereka setiap hari.

Dengan model seperti ini, anak-anak belajar mengatur waktu mereka sendiri. Jika mereka mau berkegiatan keluar rumah, berarti mereka harus ngebut melahap menu kegiatan belajar mereka di pagi hari supaya siangnya bebas. Atau, jika pagi hari ada kegiatan di luar menu berarti mereka harus menyelesaikan menu kegiatan mereka di sore hingga  malam hari.

Saat membuat menu kegiatan belajar, kami membagi dua bagian. Ada materi pilihan kami (yang sifatnya wajib tapi jumlahnya sedikit). Ada materi yang ditentukan oleh anak-anak sendiri. Biasanya kami berdiskusi membahas materi untuk seminggu, setelah itu anak-anak menuliskan dalam catatannya masing-masing menjadi kegiatan per bulan.

Teknis Harian

Kami menjadikan momen sarapan sebagai “bel sekolah”. Sambil sarapan kami berdiskusi tentang apa yang menjadi rencana mereka hari ini. Tentu saja berakar dari jadwal yang sudah disepakati. Keberadaan perbincangan saat sarapan menjadi penguatan & membantu anak-anak untuk lebih fokus memulai harinya.

Setelah sarapan mereka mulai mengambil materi dari menu mereka. Makan siang menjadi check point kegiatan belajar. Kami bertanya sudah sampai mana kegiatannya, apakah ada kesulitan dll. Makan malam juga menjadi check point terakhir untuk melihat apa yang berhasil, apa yang menjadi kendala, apakah ada kegiatan yang mau ditunda besok karena ternyata waktunya tidak cukup, dll. Intinya kami mengobrol dan mengobrol, membicarakan apa-apa yang mereka lakukan di hari itu.

Bentuk Jadwal

Nah ini yang menarik. Ternyata dalam perkembangannya bentuk jadwal harian Yudhis-Tata memilih bentuk jadwal yang sesuai dengan kesukaan mereka. Yudhis yang mulai remaja, merasa jadwalnya bisa lebih praktis kalau dia jadikan checklist dalam bentuk aplikasi komputer yang selalu muncul mengingatkannya. Saat ini Yudhis nyaman dengan aplikasi Wunderlist, sebuah aplikasi “online to do list” yang dengan mudah bisa dibagi denganku untuk melaporkan perkembangannya.

jadwal-yudhis

Sementara Tata, yang sedang suka dengan diary dan gambar-gambar di kertas memilih buku harian sebagai bentuk jadwalnya. Kebetulan Tata mendapat buku jadwal yang bagus sekali waktu tukar kado di FESPER. Buku itulah yang kini menjadi buku jadwal harian Tata. Tata menaruh buku checklist-nya di meja belajarnya. Kata Tata, itu supaya jadwalnya selalu terlihat dan mudah mengingatkannya.

jadwal-tata

Yang aku takjub adalah Duta. Melihat kakak-kakaknya mempunyai jadwal kegiatan harian, Duta tak mau berbeda. Dia juga minta jadwal kegiatan hariannya. Setiap pagi dia melihat jadwal dan jika sudah selesai dia akan melaporkan dengan bahagia prestasinya itu.

Duta memakai bentuk jadwal konvensional (sebagaimana Yudhis-Tata dulu waktu kecil). Dibandingkan kakak-kakaknya, ternyata dia paling “patuh” dengan jadwalnya. Dia selalu mengecek apa jadwal yang harus dikerjakannya setiap saat.

Kelihatannya Duta adalah tipe anak yang suka jadwal dan berkomitmen dengan kesepakatan yang sudah dibuat. Saat kami sepakat bahwa jadwal bermain iPad untuk Duta pada hari Rabu, Sabtu, dan Minggu; Duta bisa menahan diri untuk tidak bermain iPad di hari lain. Tetapi, dia juga sangat menuntut untuk bermain iPad di hari-hari yang memang menjadi haknya.

Untuk Duta kami memberi gambar “STAR” setiap dia selesai menyelesaikan satu jadwal yang ada di menu. Tapi tanda bintang ini sebenarnya tak berlaku apa-apa, maksudnya bukan kemudian dikumpulkan dan diberi hadiah. Betul-betul hanya diberi tanda bintang saja sudah membuat Duta sangat senang menyelesaikan menu-menu kegiatannya.

Proses yang kami jalani bersama Duta, awalnya kami melakukan ngobrol bersama. Sebenarnya kami lebih banyak yang mengarahkan, tetapi kami menggunakan model bertanya dan meminta persetujuan Duta. Proses mengobrol itu kami lakukan sambil menulis di whiteboard plastik yang ditempel di dinding (Dry Erase Sheet). Sambil mengobrol dengan Duta, kami mencatat “kesepakatan” jadwal Duta.

Jadwal Duta ini lebih banyak bermain dan betul-betul menyesuaikan dengan kondisinya. Bulan lalu ada kegiatan IXL, tapi di bulan ini kami meniadakan karena materi-materinya sudah terlalu sulit buat Duta (Duta sudah berhasil menyelesaikan matematika TK). Bulan ini, Duta belajar lagi Reading Eggs sejak awal setelah sempat beristirahat  beberapa bulan.

jadwal-duta

Dan ini hasil jadwal jadi selama satu bulan untuk Duta. Bisa dilihat Duta cukup bahagia dengan aneka “bintang” yang didapatnya walau tak ada janji apapun dari kami untuk semua bintang yang dikumpulkannya. Selama ini Duta pun tidak pernah menagih bintangnya mau dijadikan apa. Jadi aku rasa Duta sudah cukup senang kalau melihat jadwalnya diberi tanda bintang.

jadwal-duta2

Kenapa kami tetap memakai jadwal print tidak di dry erase sheet/white board saja? Untuk dokumentasi. Dari kumpulan jadwal yang sudah di print aku jadi bisa mempelajari perkembangan belajar Duta.

Sekali lagi, proses membuat jadwal homeschooling ini tarik ulur. Jika kami lihat hari anak-anak sudah mulai monoton kami biasanya akan membebaskan mereka dari jadwal untuk beberapa waktu sebelum akhirnya kembali berjadwal lagi. Yang penting untuk kami anak-anak bisa melalui hari-hari mereka dengan optimal, dan anak-anak semakin hari semakin pandai mengatur waktunya.

Tulisan menarik lainnya

About Lala

Lala suka main musik, main game, main sama anak-anak, bikin-bikin, baca buku, nonton film yang seru, jalan-jalan, internetan dan masak-masak. Salah satu mimpi besarnya adalah menjadikan virtual distance learning bisa dinikmati anak-anak Indonesia sampai ke seluruh plosok tanah air. Lebih lengkap tentang Lala bisa dilihat di sini :D

Komentar

  1. satriyo says:

    wah menarik sekali mbak lala, 😀
    ingin mengikuti jejak mbak lala nih homeschooling

  2. Mrnarik mak..:)

  3. Wahhhh…ini yg saya tunggu2 mba Lala, thanks a lot. Selama ini penasaran dgn jadwal Duta rupanya hampir sama dgn jadwal anakku, sayangnya saya hanya membuatnya di white board jd setelah seminggu udah di hapus dan sy tdk punya record. Menginspirasi sy mba tuk membuat di print paper jd nanti bisa di buka2 lagi. Jadwal Tata dan Yudhis jg menginspirasi saya tuk mempersiapkan jadwal anakku nantinya, ya tentu saja di sesuaikan dgn keinginan anak.
    Thanks a lot mba Lala

    • Sama2 mbak 🙂
      Walau akhir bulan biasanya jadwalnya udah penuh coret-coretan tapi justru di situ kenangannya. Hehehe 😀

  4. aprilia says:

    menarik nih mbak 🙂
    beberapa kali saya juga berusaha membuat jadwal untuk dante (3y), tp malah pada harinya, kebanyakn malah kegiatan spontan…belum konsisten dgn apa yg sudah di jadwalkan..

    • Kalau masih 3th lebih banyak main dan kegiatan spontan mbak 😀
      Ini Duta juga pakai jadwal karena melihat kakak2nya.

  5. pranathalia says:

    mbak lala, aku lagi belajar banyak nih dari rumah inspirasi dan buku2 ttg hs. sedang menimbang dan mempersiapkan diri untuk hs anakku. btw, aku masih kerja di luar rumah. idealnya kan hs dipegang ortu sendiri ya. gimana nih mbak?

    • Intinya sih seberapa kita bisa mengalokasikan waktu untuk mendampingi anak2 kita mbak. Saya punya beberapa teman praktisi homeschooling yang statusnya ibu pekerja 😀

  6. Wah keren ini. Cocok mbak Lala, pengen tahu praktek nya HS bagaimana 🙂
    Mau tanya, waktu2 kosong Duta kalau sudah selesai semua yg di jadwalnya diisi apa ? Dan apa isi Duta’s book ?

    • Waktu di luar jadwal yang tertulis ya Duta main terus mbak. Ada box berisi aneka mainan dari zaman Yudhis-Tata, ada kertas-spidol-krayon yang bisa diakses dengan mudah, ada bola, ada kardus, Duta juga suka main dengan alat2 rumah tangga seperti keranjang baju dll

      Isi Duta’s book itu random printable material yang aku pilih buat dia. Isinya ya macem2 dari mulai materi mewarnai, mengiktui garis, menggunting sederhana, menempel dll.

  7. Endah Sari says:

    memang bekalnya homeschooling harus peka dan telaten … lagi mengumpulkan banyak materi dan mental untuk persiapan homeschooling anak saya yang masih 2 tahun … wish me luck yah mbak 🙂

  8. Mbak Lala,
    artikel yang cukup bagus. Perjalanan HS keluarga kami banyak dibantu dari pengalaman di keluarga mbak Lala.
    Terima kasih

  9. Meilina novita says:

    Mbak lalaaaa…..saya sudah 3 hari ni mulai HS u anak anak saya…mohon doanya ya…dan mohon solusi jika saya ada hambatan yaaa…:) trims

  10. Yolanda says:

    Mbak Lala,

    kalau saya ngga salah lihat, jadwal anak-anak itu durasi waktu dan jamnya ngga dicantumkan. Apa memang belajarnya suka-suka baik durasi dan waktunya (pagi/siang/malam)? Apa sebenarnya ada kesepakatan di pagi hari (pada saat “bel sekolah”), misalkan hari ini belajar IXL sekian menit di jam sekian? Thank youuu 🙂

    • Mbak Yolanda,
      Seperti diceritakan di posting, yg kami gunakan adalah sistem menu. Urutan dan jangka waktu mengerjakannya diserahkan pada anak-anak. Kesepakatannya berdasarkan target, misalnya: 1 gambar/hari, 2 skills IXL, dst.

  11. yupi agung priyanto says:

    saya sedang mencari segala info soal home school, dimana pertanyaan paling pertama siapa pengajar ? dan ijazah nya nanti nya bisa membawa anak ke peguruan tinggi ? tingkat sosialisasi dg anak seusia nya apakah nanti terganggu terutama dari segi komunikasi ?

  12. shanty says:

    Mbak,idealnya hs kan hrs ada kesepakatan dan komitemen dng pasangan..kl enggak gimana.jatuhnya nanti smua ” beban” di ibu..dan sy pun jd tdk ckp PD apa saya bs menjalaninya..walo dl sempat hs wl cm setahunan.. krn skrg kok galau dgn pendidikan sekolah formal..bagaimana saran mbak dan mas aar…terimakasih byk.

    • Kita hanya bisa menjalani kondisi yang ada di depan kita dengan sebaik-baiknya mbak. Apapun pilihannya, pasti ada kerja keras dan pengorbanan. Pengetahuan dan wawasan membantu kita mengetahui peluang & tantangan. Selanjutnya adalah keputusan keluarga utk mengambil yang terbaik dengan segala konsekuensinya; tentu saja dengan mengantisipasi hal buruk/kekurangan pada pilihan yang kita ambil. 🙂

  13. Hi mba Lala n pak Aar….bener2 deh terinspirasi untuk homeschooling anak saya Sean (4,5thn)..soalnya july ini TK B tapi setelah survey sana sini dibali rata2 mo terima 6 tahun lebih utk SD..dan akhirnya saya memutuskan utk Sean’s schooling (sebutan anak saya utk sekolah dirumah) dari akhir april kemarin.Yg mo saya tanya :
    1.Apakah utk usia sean ada kurikulum khusus(sblmnya sean diskolah alam n byk pake barang bekas utk belajar)
    2.Klo ternyata metode homeschool cocok apa bisa lanjut langsung SD( jujur saja dulu saya gak pake TK,umur 5thn SD tp kyknya skolah sekarang makin ribet)

    Makasiii sblmnya utk menjawab pertanyaan saya

  14. salam kenal mba Lala,,
    aku lagi cari tau niy apa aja yang dilakukan utk HS..anakku Najma 2 tahun 7 bulan..
    kepikiran utk HS usia dini tapi masih bingung harus ngapain aja 😀

    • Kalau masih 2th 7 bulan banyakin main aja mbak. Main main main main dan main 😀
      Karena sambil bermain itulah anak usia dini banyak belajar macem-macem

  15. ida kumalasari says:

    Penerapannya ini terlihat teratur krn anak2 mau melakukannya tdk terpaksa, bgmn dg anak yg di claim adhd ? Terkadang saya kesusahan, krn cenderung tdk fokus dan lbh bebas, apakah bs diterapkan, mohon masukkannya, terima kasih

    • Model jadwal ini hanya salah satu bentuk. Jika anak tidak cocok, berarti harus mencari bentuk yang lain. Intinya, fokuslah pada anak dan tujuan pendidikan yang ingin diraih. Cara dan teknisnya menyesuaikan dengan kondisi.

  16. indy fitria says:

    Salam kenal mba lala dan pa aar…

    Terinspirasi bgt untk HS anak saya Zufar (3,5th), apalagi setelah baca pengalaman kelg mba lala..mudah2an sya juga bisa mengikuti jejak mba lala dan kelg..
    Sudah hampir 1 bln ini Zufar HS, tp msh bingung jg ni buat dan cari jadwal n materi yg pas utk zufar.. Artikel di atas membantu skali mba 🙂
    Makasih ya mba…

  17. Salam Mak Lala dan Pak Aar,

    Mohon advicenya. Tahun ini kami berencana untuk back for good ke tanah air setelah 5 thn tinggal di luar negeri (Abu Dhabi). Informasi mengenai HS sudah sangat lama saya kenal, sejak anak pertama saya Rakha berusia 2,5 th. Saat ini usianya almost 9 th. Selama ini anak2 menjalani sekolah formal. Banyak kekhawatiran akan pendidikan di Indonesia, akhirnya saya mempertimbangkan anak2 u HS. Namun, suami masih belum sependapat, krn memang suami belum mengetahui banyak ttng HS. Selama ini saya yg rajin mencari infonya. Bagaimana caranya supaya saya mendapat support dari suami mengenai HS ini. Krn menurut saya, anak2 akan lebih aman, dng HS anak2 akan lebih optimal ilmu dan pengetahuannya, terutama akhlak mereka kami masih bisa mengontrolnya. Namun yg menjadi kekhawatiran terbesar suami adalah mengenai sosialisasi ank2 dan lingkungan sekitar. Di Indonesia kami tinggal di suburban, yg mungkin HS ini menjadi pilihan yg abnormal menurut mereka. Mohon sharing ilmu dan advicenya….

    Saya ingin mengikuti webinar, namun sudah tertinggal 2 sesi. Bagaimana cara daftarnya? Dapatkah saya mendapatkan materi webinar yg tertinggal?

  18. wow mbak Lala, keren sekali. sangat inspiratif! 🙂

  19. salam kenal Mbak Lala,
    Saya sudah lama “rajin” mengintip dan bahkan mengunduh materi2 dari rumahinspirasi yang memang selalu meng-inspirasi… 🙂 belakangan yang banyak saya baca adalah mengenai perkembangan anak mulai dalam kandungan…
    terima kasih yaaa sudah banyak berbagi.. 🙂

  20. Hallo mba lala, salam kenal.. Saya Ruri dari Depok.

    Bisa saya tahu tahapan apa yang harus dipersiapkan untuk memulai Home schooling? Dan kira-kira biaya yang harus dikeluarkan untuk apa saja dan berapa jumlahnya?

    Trimakasih infonya ya 🙂

  21. salam kenal mbak lala..
    apakah melihat tv edu atau pembelajaran melalui media elektronis, misalnya baby einsten, pengenalan warna, huruf, dan lain-lain bisa dimasukkan dalam jadwal homescholling untuk anak usia 2 tahun?
    terima kasih

    • Kalau dalam keluarga kami, anak-anak ketika usia 2th belum punya jadwal mbak. Kegiatan kesehariannya hanya bermain-mengobrol-bermain-mengobrol 😀

  22. Agustin says:

    SAlam kenal mbak lala…
    Sebagai guru sekolah formal , semula saya tidak begitu tertarik dgn Homeschooling, namun keadaan karena 3 ponakan saya yang tinggal diapartemen sulit menemukan sekolah yg tepat tuk mereka, kini saya menjalankan HS tuk mereka. Kenyataan pun membuka mata saya, karena di apartemen ternyata tidak hy para keponakan saya, tapi juga byk keluarga disana melakukan HS tuk anak2 mereka dengan alasan yang sama. meskipun telah menjadi lebih dari 18 tahun, saya pun menemukan berbagai kendala sprt kurang termotivasinya keponakan saya dlm HS. SAya berharap ada info tuk diskusi dan curhat kita pada forum langsung bertatap muka. terima kasih

    • Mbak Agustin,
      Salah satu tantangan HS adalah keterbatasan infrastruktur, misalnya sedikitnya forum2 tatap muka. Yg ada adalah forum2 online. Keadaan ini membuat orangtua yg ingin HS mau tidak mau harus rajin belajar mandiri dan bekerja lebih keras.

      Kondisi keterbatasan ini menjadi “blessing in diguise”. Orangtua menjadi tahan banting untuk mencari jalan dan itu menjadi kekuatan yang menjadi salah satu kunci kesuksesan menjalani homeschooling.

  23. setiap kali down dalam perjalanan HS saya yang memang seumur jagung saya selalu mencari semangat disini. harus diakui bahwa HS saya masih nyontek sama rumahinspirasi, hehehe… thanks for all of great post nya mbak lala

    • Perjalanan HS memang tidak mudah, tapi asyik kan? hehehehe…. Ayo mbak, kita sama2 saling menyemangati ^_^

  24. saya kurang banyak tahu soal homeschooling tapi kedepannya akan menjadi pilihan yang baik bagi para orang tua untuk pendidikan anak2 mereka
    salam kenal 🙂

  25. jadwalnyaa sangatt menarik bagi saya mbak,, umurku baru 22th Insyaallah akan menikah bukan oktober ini.. baru selesai baca buku Apa Itu Homeschooling , tergerak langsung, semoga bisa mengaplikasikan untuk anak-anak kelak

    • Aamiin… kami juga memulai rencana HS sejak awal pernikahan jadi punya banyak waktu untuk riset & baca2 sebelum anaknya lahir.. hehe

  26. rachmat faisal says:

    Assalamualaikum mba Lala dan mas Aar.. sy mau tny dmn bs mendapatkan soal2 utk kls 8 dr internet terutama utk mata pelajaran yg di UN kan? Anak laki2 sy tdnya skolah formal saat kls 7 skrg kls 8 memilih HS.terimakasih

  27. Waktu masih usia preschool, buat jadwal kayak gini juga gak Mbak Lala?

  28. Salam kenal mba, mudah2an msi aktif web ini.. Hehhe.. Saya ibu utk anak usia 2thn
    Tertarik dengan HS, krn terbatas jmlh sekolah di dkt rumah. mulai dr 1th ud mulai kenal2in bentuk2, huruf, wrn ke anak. Diajarkan 3magic words, cara makan minum sndiri. Nah yg mau saya tanya apa kalau sterusnya mau HS bs lanjut ke sekolah formal? Misal utk kuliah nanti dokumen untuk proposal masuk Univ gmn mba?
    Kl kt konsisten HS apa bs lanjut trs smp tahun k brp?
    Terima kasih ya
    Kalau ada rekomendasi materi atau games yg bagus utk HS anak di tiap usia, mau ya mba dibantu..
    Thank you

    • Mbak Aynie, HS bisa sampai SMA dan tak ada masalah melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Silakan baca2 untuk menambah pengetahuan tentang homeschooling ya mbak.. 🙂

  29. dear mba lala..
    kalo membutuhkan materi HS untuk anak usia SD bisa didapatkan dimana ya mba?
    terimakasih utk info dan sharingnya..

    • #Marcia: materi HS itu tergantung desain orangtua mbak. Kalau mau mengambil model sekolah Indonesia, materinya berarti buku2 pelajaran sekolah yang bisa dibeli di toko buku. Tidak ada materi khusus HS.

  30. Thanks ya’ dah bantu, menarik sekali

  31. Salam kenal, info2 nya sangat baik mbak lala, sy ortu tiga anak 12th,6th,3th dgn sifat dan karakter berbeda skrg anak2 sy sekolah formal dan sy berniat melakukan HS buat mrk, tp msh ragu2 mba….krn di kel besar kami msh tabu dgn HS 🙂 saran dong mba, apakah lbh baik langsung semua anak HS atau satu2 untk penyesuaian ? tq

    • #Elliya: hampir di semua keluarga, memilih HS adalah menjadi perintis. Keputusan tentang tergantung keadaan dan kesepakatan bersama pasangan. Yg pasti, utk anak bungsu (3 tahun) bisa langsung dimulai. 🙂

  32. Pak Aar dan mbak Lala minta 1 contoh jadwalnya Duta ketika usia 3 tahun ya mbk, kebetulan usia anak sy sekarang juga 3th buat referensi buat saya yg lagi belajar homeschooling anak saya Aizar yang masih 3 tahun ini. makasih. terima kasih sebelumnya

  33. Pak Aar & Mbak Lala, saya masih bingung dengan homeschooling ini, apakah untuk mengikutinya perlu mendaftar ke suatu tempat atau lembaga (misal ada homeschooling kak se*o dll) ? Dan bagaimana cara mendapat ijazah yang kelak dibutuhkan untuk lanjut ke kuliah, apakah orangtua sendiri yang mendaftarkan ujian dan bagaimana kita dapat informasi tentang ujian tsb.
    Terima kasih

    • Ada jalur ijazah melalui ujian Paket A, B, C atau melalui ujian internasional Cambridge IGCSE sebagai sarana untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Lebih jelasnya, silakan mengikuti Webinar Homeschooling 2016 yang akan diselenggarakan

  34. noor laili says:

    Menarik sekali…
    Yang ingin saya tanyakan : bagaimana dengan sosialisasinya/bergaul dengan teman2nya?kalau HS kan byk dirumah sementara temen2/anak2 tetangga pada sekolah?

  35. Firdha Anggraini says:

    Wow keren mba….apalagi anakku sekrng sering banget main gadget susah banget ilanginnya

    Saat ini usia nya 4 Tahun si kakak
    Si adik 2 tahun ….

    Saya baru Berpikir anak2 untuk homeschooling
    Hanya saja masih Bingung untuk di bekasi belum tahu homeschooling yang bagus nya

    • Homeschooling kan di rumah mbak, jadi nggak perlu takut kita tinggal di mana saja. Yang penting adalah kesepakatan antara suami istri untuk HS, kalau sudah sepakat langsung dimulai saja mbak. Tinggal perbanyak mencari informasi dari praktisi2 HS, kalau belum ketemu yang offline bisa coba yang online, misalnya bergabung di FB Grup Indonesia Homeschooler

  36. Hai mba lala.
    Melihat jadwalnya saya mulai tercerahkan.
    Anak saya sekarang ada di grade 2 di USA, bulan depan kami pulang ke Indonesia. Saya memutuskan ketika pulang nanti, akan homeschooling saja.pertanyaan saya, apakah saya harus ikut ke homeschooling majemuk atau saya bisa homeschooling mandiri? Mengingat subject mata pelajaran yg di dapat disini sudah agak lebih. Saya bingung harus mulai dari mana.
    Thanks atas jawabannya.😊

  37. annisa mkh says:

    salam kenal mbak lala dan mas aar… webnya sangat menginspirasi..
    awalnya dl pengen homeschooling untuk pendidikan anak2…namun krn banyak pertimbangan dan blm tahu hrs memulai dari mana.
    tp niat untuk belajar home schooling tetap ada.
    mohon saran mbak lala dan mas aar apa yg perlu kami persiapkan utk memulai homeschooling bagi anak2 kami walaupun mereka tetap sekolah umum. adakah referensi pakar dan web untuk belajar homeschooling?matur suwun dan terus berkarya

    • Kalau homeschooling, berarti anak tidak bersekolah mbak. Kalau ingin melakukan proses parenting & afterschooling untuk anak2, tentu saja itu sangat bagus. Jika ingin belajar tentang homeschooling, Anda bisa belajar melalui Webinar Homeschooling yang akan diadakan bulan Februari-Maret: http://pelatihan.rumahinspirasi.com/

  38. saya tertarik hs dan memutuskan hs pas anak naik kelas 5, setelah mempelajari lebih lanjut ternyata hs yg sebenarnya adalah tanpa lembaga.
    Yang skrg membuat sy bingung bagaimana cara mengatur kurikulum/kegiatan sehari hari anak.
    dan apakah mbk Lala mengajarkan materi utk mengikuti ujian kesetaraan/paket, atau apakah Hs tanpa ijazah?

    Webinar terdekat tahun ini kapan ya mbk?

    Terima Kasih.

    • Webinar homeschooling akan diadakan Agustus-September. Pengumuman akan disampaikan akhir minggu ini melalui blog Rumah Inspirasi, Newsletter, dan Facebook. Ditunggu ya mas.. 🙂

  39. salam kenal mba lala-mas Aar, saya baru saja terjun di HS ,saya punya 3anak ,12y,8y dan 2y, yg saya ingin tanya bagaimana membagi waktu utk belajar dgn ke2 anak saya tersebut dgn materi yg berbeda krn saya menjadwalkan utk pelajaran formal mereka sehari tdk lebih dari 2jam. saya masih bingung membagi waktu b”sharing belajar” dgn mereka bedua.mohon masukannya mba-mas.mklum masih newbie,masih galau terkadang😬,tmksh sebelumnya🙏

    • Salam kenal mbak Sandra.
      Untuk usia 12 & 8yo mungkin ada irisan2 yg bisa dilakukan melalui kegiatan berbasis proyek (project-based learning). Cara lain adalah menggunakan alat bantu belajar online atau aplikasi. Jadi anak2 punya kesibukan sendiri tanpa harus ditunggui setiap saat.

Trackbacks

  1. […] Julia & keluarga yang menerapkan homeschooling untuk ke-3 anak mereka, melalui websitenya di http://www.rumahinspirasi.com (meski duo krucil belum bukan menjalani homeschooling […]

Tinggalkan komentar Anda

*

Close