Belajar Naik Sepeda

Belajar naik sepeda

Belajar Naik Sepeda

Di akhir tahun ini, kami berharap bisa mengaktifkan lagi kegiatan-kegiatan fisik dan keluar rumah untuk kami sekeluarga. Jalan  dan lari pagi, main sepeda, berenang, outing, sosialisasi, dan sebagainya.

Tak dinyana, harapan itu tiba-tiba seperti disambut Tuhan. Tiba-tiba Om Bangsul membersihkan sepedanya. Dan entah dari mana  munculnya, ternyata ada sepeda kecil juga di garasi. Wow… Yudhis dan Tata langsung melonjak kegirangan begitu tahu ada sepeda kecil di rumah.

Jadilah, sekarang Yudhis dan Tata mulai belajar naik sepeda. Kebetulan di depan garasi ada sedikit halaman yang bisa digunakan  untuk meluncur dan berputar naik sepeda.

Beginilah tahapan proses belajar sepeda yang dilakukan Yudhis dan Tata.

1. Menuntun Sepeda
Yang pertama adalah melatih keseimbangan. Caranya adalah menempatkan badan di sebelah kiri sepeda, kemudian meminta mereka  untuk menuntun sepeda berputar dan memastikan agar sepeda selalu jatuh ke arah kiri (sisi dalam).

2. Meluncur dengan kayuhan kaki kiri
Kegiatan ini masih dalam rangka membangun keseimbangan. Anak-anak duduk di sadel, kaki kanan berada di pedal bagian bawah.  Sepeda kemudian dijalankan dengan menjejakkan kaki kiri di tanah. Nah, tantangannya masih sama yaitu menjaga posisi dan keseimbangan supaya tidak jatuh ke arah kanan (sisi luar). Kalau tidak seimbang, jatuhnya harus ke arah kiri.

Selain lurus, mereka juga belajar meluncur sambil berbelok.

3. Meluncur dengan kaki bebas
Setelah mereka mulai seimbang dengan sepedanya dan hampir tak pernah jatuh ke arah kanan, mereka belajar untuk meluncur dengan  kaki bebas. Maksudnya, kedua kaki mereka di pedal, tetapi tak berada dalam posisi mengayuh. Jadi sepeda bergerak meluncur dan harus seimbang, kalau jatuh harus ke arah kiri, tak boleh ke kanan. Mereka belajar mengontrol jalannya sepeda sesuai arah yang mereka inginkan.

Karena posisi halaman depan menurun, mereka juga harus belajar membelokkan sepeda supaya tidak menabrak pagar.

Inilah proses yang sedang dijalani Yudhis saat ini. Kalau sudah selesai, berarti proses belajar keseimbangannya sudah lumayan  dan tinggal belajar mengayuh saja.

Senang rasanya melihat anak-anak tertawa gembira dan tubuh mereka berkeringat saat berlatih naik sepeda.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

3 thoughts on “Belajar naik sepeda”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.