Melatih Ketekunan dan Disiplin dalam Homeschooling

Salah satu pendidikan karakter yang kami bangun bersama anak-anak adalah etos kerja keras, disiplin pada diri sendiri, dan tekun mengerjakan sebuah hal. Kami percaya, etos-etos itu adalah pondasi bagi mereka agar dapat berkarya dengan profesional saat mereka dewasa.

Salah satu alat yang kami gunakan untuk membangun disiplin dan ketekunan dalam homeschooling adalah jadwal kegiatan belajar dan materi belajar online. Anak-anak punya jadwal yang kami susun berdasarkan kesepakatan bersama dan mereka belajar memenuhi kesepakatan yang sudah dibuat.

Sebagai contoh adalah jadwal kegiatan belajar matematika menggunakan alat bantu IXL Math. Hampir setiap hari mereka belajar 1-2 set soal matematika. Jika ada yang tidak dimengerti, mereka mempelajarinya secara mandiri atau sesekali bertanya kepada kami.

Dan ini adalah salah satu buah dari ketekunan ini. Seperti pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Proses belajar tak terasa berat karena dilakukan secara bertahap. Otot logika dan matematika mereka terbangun karena rajin berlatih.

Tanpa terasa, Tata sudah menyelesaikan hampir 50 ribu soal matematika dan belajar selama 600 jam menggunakan materi IXL Math.

Tata-49ribu Tata-600jam

Tulisan menarik lainnya

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

4 thoughts on “Melatih Ketekunan dan Disiplin dalam Homeschooling”

  1. Selamat siang, bagaimana cara mendaftar, mendapatkan materi/turorial, ujian dsb mohon penjelasan dari Rumah Inspirasi Homeschooling
    terimakasih.

  2. Salam, Mas Aar dan Mbak Lala.

    2 anak saya (usia kelas 3 dan 4 SD) baru hampir sebulan ini menjalani HS. Awalnya mereka semangat karena mereka meminta sendiri, dan terus terang keduanya tidak ada masalah dalam hal akademis sewaktu di sekolah formal.

    Tapi makin ke sini mereka malah makin tidak mandiri dalam belajar. Misal, malas mencari tahu sendiri dan jika diminta mencari jawaban sendiri mereka mengeluh.
    Untuk si kakak malah belum bisa mengatur waktu sebab sangat santai dalam melakukan pekerjaannya, sehingga jam belajarnya sangat molor padahal yang dipelajari hanya sedikit. Hal2 tadi akhirnya membuat saya terpancing untuk mengomel dan suasana jadi tidak nyaman tuk beberapa saat.

    Apakah masa transisi pada umumnya mmg srperti itu? Adakah yang salah dengan metode saya? Mohon saran.

    1. Memang ada transisi yang disebut deschooling, peralihan dari budaya eksternal (semuanya sudah ditentukan/diharuskan dari luar) menjadi kegiatan yang didasarkan motif internal. Prosesnya bisa berbulan-bulan. Butuh kesabaran orangtua dalam masa-masa ini. Silakan pelajari tentang “deschooling”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.