Tata-600jam

Melatih Ketekunan dan Disiplin dalam Homeschooling

Salah satu pendidikan karakter yang kami bangun bersama anak-anak adalah etos kerja keras, disiplin pada diri sendiri, dan tekun mengerjakan sebuah hal. Kami percaya, etos-etos itu adalah pondasi bagi mereka agar dapat berkarya dengan profesional saat mereka dewasa.

Salah satu alat yang kami gunakan untuk membangun disiplin dan ketekunan dalam homeschooling adalah jadwal kegiatan belajar dan materi belajar online. Anak-anak punya jadwal yang kami susun berdasarkan kesepakatan bersama dan mereka belajar memenuhi kesepakatan yang sudah dibuat.

Sebagai contoh adalah jadwal kegiatan belajar matematika menggunakan alat bantu IXL Math. Hampir setiap hari mereka belajar 1-2 set soal matematika. Jika ada yang tidak dimengerti, mereka mempelajarinya secara mandiri atau sesekali bertanya kepada kami.

Dan ini adalah salah satu buah dari ketekunan ini. Seperti pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Proses belajar tak terasa berat karena dilakukan secara bertahap. Otot logika dan matematika mereka terbangun karena rajin berlatih.

Tanpa terasa, Tata sudah menyelesaikan hampir 50 ribu soal matematika dan belajar selama 600 jam menggunakan materi IXL Math.

Tata-49ribu Tata-600jam

Tulisan menarik lainnya

Share this post

4 thoughts on “Melatih Ketekunan dan Disiplin dalam Homeschooling”

  1. Selamat siang, bagaimana cara mendaftar, mendapatkan materi/turorial, ujian dsb mohon penjelasan dari Rumah Inspirasi Homeschooling
    terimakasih.

  2. Salam, Mas Aar dan Mbak Lala.

    2 anak saya (usia kelas 3 dan 4 SD) baru hampir sebulan ini menjalani HS. Awalnya mereka semangat karena mereka meminta sendiri, dan terus terang keduanya tidak ada masalah dalam hal akademis sewaktu di sekolah formal.

    Tapi makin ke sini mereka malah makin tidak mandiri dalam belajar. Misal, malas mencari tahu sendiri dan jika diminta mencari jawaban sendiri mereka mengeluh.
    Untuk si kakak malah belum bisa mengatur waktu sebab sangat santai dalam melakukan pekerjaannya, sehingga jam belajarnya sangat molor padahal yang dipelajari hanya sedikit. Hal2 tadi akhirnya membuat saya terpancing untuk mengomel dan suasana jadi tidak nyaman tuk beberapa saat.

    Apakah masa transisi pada umumnya mmg srperti itu? Adakah yang salah dengan metode saya? Mohon saran.

    1. Memang ada transisi yang disebut deschooling, peralihan dari budaya eksternal (semuanya sudah ditentukan/diharuskan dari luar) menjadi kegiatan yang didasarkan motif internal. Prosesnya bisa berbulan-bulan. Butuh kesabaran orangtua dalam masa-masa ini. Silakan pelajari tentang “deschooling”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.