TM #07 – (calon) Kamar Tata

Mainan anak-anak

Hari ini lumayan sukses. Satu kardus besar dari (calon) kamar Tata sudah berhasil dikeluarkan, sebagian besar dibuang dan sebagian lagi masuk ke dalam lemari buku, karena memang isinya buku disain, buku resep dan aneka buku mas Aar. Calon kamar Tata ini sesungguhnya kamar rias eyangku yang sekarang sudah menjadi tambahan gudang. Isinya sudah tidak jelas apa saja dan berbulan-bulan rasanya berat sekali mau menuju ke sana.

Untungnya setelah menerapkan 15 menit nan Sakti aku jadi lebih percaya diri untuk mulai merapikan kamar tersebut. Apalagi di ujungnya aku berkhayal kamar itu bisa jadi kamar “kerja” Tata, tempatnya menaruh aneka materi prakaryanya. Tata suka prakarya dan kakak Yudhis suka sebel kalau Tata bekerja di kamarnya. “Bikin kamarku berantakan bu” protesnya. Padahal kamar dia juga nggak terlalu rapih 🙁

Bersama mas Aar, Yudhis & Tata, kami mengeroyok satu kardus besar dari gudang tersebut. Ternyata pekerjaannya tidak cuma membongkar kardus. Karena sebelumnya harus dipikir dulu sebagian barang di kardus ini akan lari kemana, jadi ada “pembersihan” lemari sebelum membongkar kardus.

Ini nih yang suka bikin males bongkar-bongkar, karena tek-tok… niatnya bongkar A ternyata sebelumnya harus bongkar B dan untuk B bisa dibongkar ada C yang harus dibenahi. Iyaaaa teruuuus aja sampai kecapekan. Untungnya hari ini tidak begitu. Kami membagi proses jadi 2 set. Set pertama di pagi hari dan set kedua di malam hari.

Melatih anak menghargai sebuah proses perjuangan

Pagi hari “bongkar” dan buang-buang. Malam hari mulai merapikan. Di malam hari Tata masih ikut beres-beres. Kali ini dia membantu mengkategorikan mainannya. Balok dengan balok, mobil dengan mobil dan seterusnya. Lumayan juga ternyata. Tata semangat karena tahu bahwa semua orang sedang “bekerja keras” untuk membuatkannya ruang kerja.

Melibatkan anak dalam proses seperti ini tak hanya menyenangkan, tapi juga membuatnya menghargai proses. Bahwa untuk mencapai sebuah keinginannya dia harus bekerja keras & bersungguh-sungguh.

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

4 thoughts on “TM #07 – (calon) Kamar Tata”

    1. Betul sekali mbak Devi. Makanya kemarin tekniknya adalah, memisahkan sesuai kategori, terus hanya membuang yang benar-benar rusak/patah. Ternyata itu saja dapet satu kardus.. hehe 😉

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.