konsistensi

#Proyek365: konsistensi adalah pelengkap passion (2/365)

Salah satu peluang besar dalam homeschooling adalah melakukan proses belajar dengan passion karena didorong oleh motif internal. Belajar sesuatu karena suka. Melakukan sesuatu karena ingin.

Passion adalah modal besar untuk kebahagiaan dan kualitas belajar. Tapi jika tidak dibangun dengan bijak, dia bisa bergeser menjadi kemanjaan: anak hanya mau melakukan yang dia suka, anak menjadi moody, anak berganti-ganti kegiatan sesukanya tanpa komitmen pada kualitas.

Oleh karena itu, passion perlu dilengkapi dengan konsistensi. Anak perlu belajar berkomitmen dan melakukan sesuatu dengan konsisten karena konsistensi merupakan pertanda kekuatan hati. Anak belajar bertanggung jawab pada komitmennya, baik dalam kondisi lapang maupun sempit, baik saat semangat maupun malas.

Passion dan konsistensi adalah paduan sikap yang perlu dipelajari anak-anak (dan tentu saja juga kita para orangtuanya). Itulah diantara nilai-nilai yang berusaha kami jalani dalam homeschooling kami.

konsistensi

***

Oleh karena itu, kami sangat menyukai anak-anak yang mengerjakan sebuah hal dengan semangat (karena dia suka hal yang dikerjakannya) dan pada saat mereka tekun melakukannya.

Salah satu contohnya adalah Kaysan (11 tahun) dalam #proyek365. Proyek Kaysan adalah membuat 1 posting/tulisan setiap hari. Bukan perkara mudah untuk membimbing anak konsisten melakukan kegiatan yang sama sepanjang tahun. Pasti ada masa semangat, masa malas, masa plateau.

Di rumah, kami pun berusaha membangun konsistensi pada anak-anak. Mereka kami minta untuk melakukan blogging minimal seminggu sekali, selalu mendokumentasikan karya, tetap melakukan kegiatan/kursus yang mereka inginkan walaupun sedang malas, dan seterusnya.

Intinya, kami berusaha mengajari mereka untuk konsisten. Ini adalah bagian dari latihan menguatkan mental dan hati, latihan berkeras pada diri sendiri.

Dan kami tahu bahwa proses belajar konsistensi bukan sebuah hal yang mudah. Kita yang sudah tua dan dewasa saja sering tidak konsisten dan mudah bosan. Apalagi anak-anak.

***

Tahun 2015 ini, kami mencoba untuk melatiha konsistensi itu. Bukan hanya pada Yudhis yang sudah memulainya di Dunia Yudhis. Aku pun berusaha untuk melakukannya juga.

Tulisan menarik lainnya

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI‚Äč

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

3 thoughts on “#Proyek365: konsistensi adalah pelengkap passion (2/365)”

  1. Tersenggol nih, ngerasa bgt….kadang menggebu…kadang dateng malezzz banget…

    Malah anak2 lebih konsisten….ngga bosen2nya main game…hehehe….

    Makasih mas Aar, dah ngingetin….

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.