mop

TM Tips – 15 Menit nan Sakti

Haha.. dari judulnya seakan-akan gimana gitu. Tapi memang betul lho. 15 menit buang-buang & 15 menit beres-beres ini luar biasa sakti (paling tidak buat aku). Tips ini adalah adaptasi dari 15 minutes cluttering milik FlyLady (ooh, kapaaaaan bisa seperti Kelly).

 

Aturannya begini:

  1. Pilih sebuah titik yang mau kita bersihkan
  2. Siapkan kantong kresek/kardus bekas
  3. Atur timer (aku pakai HP) untuk 15 menit
  4. Pasang lagu yang membuat semangat
  5. Lalu begitu timer dimulai langsung SIKAT habis barang2 tak berguna yang ada di titik itu.
  6. Jangan terlalu banyak berfikir. Ibaratnya, kalau kita bisa hidup sekian tahun tanpa itu berarti sebenarnya kita nggak butuh benda itu. (Kecuali benda-benda penuh memori/koleksi/antik –> itu mikirnya nanti aja).
  7. Utamakan sampah, kotak pembungkus dll.
  8. Begitu waktu habis. Hentikan kegiatan. Bungkus plastiknya dan langsung keluarkan dari rumah. Jangan buka2 dan lihat2 apalagi ngebalikin isi plastik.. hehehe

 

Itu tadi 15 menit buang-buang. Nah, dari pengalamanku, ternyata habis buang-buang dan bongkar-bongkar, aku butuh 15 menit lagi untuk beres2. Jadi masih menggunakan aturan yang kurang lebih sama. Tapi sekarang yang disiapkan adalah lap. Jadi setelah timer dimulai, langsung merapikan hasil “perang” dan melap-lap debu dan kotoran yang terlihat.

Begitu 15 menit selesai, ya selesai juga ngelap-ngelapnya. Biar masih ada yang kotor juga, tinggal aja. Kok gitu? Ya memang begitu. Prinsip dasarnya adalah “don’t over do”. Kalau diterus-terusin jadinya lama, dan kalau lama jadi capek, dan kalau jadi capek jadi males…. NAH di situ kuncinya.

Ternyata, selama ini aku males beres-beres, karena setiap aku “memutuskan” untuk beres-beres aku bikin panik orang serumah. Karena nggak selesai-selesai, jadwal jadi molor karena aku keasikan bongkar-bongkar. Terus udahannya capek, karena memang rumahnya berantakan. Lebih stress lagi, kalau ternyata aku bukan merapikan, tapi membongkar terlalu banyak dan terlalu letih untuk merapikannya kembali.

Makanya, aku bilang 15 menit ini sakti sekali. Karena ternyata banyak sekali yang bisa aku capai dalam 15 menit ini. The best of all, aku nggak sampai kecapekan. Yang ada…. ketagihan. Karena dibatasi 15 menit. Begitu selesai, aku jadinya menanti-nanti besok mau apa lagi. Wooohoooo… dan hasilnya luar biasa.

Aku sendiri sedang masa perjuangan (judulnya cari teman seperjuangan niiih). Gimana caranya supaya tetap menjaga semangat dan konsisten sampai seterusnya. Makanya aku akhirnya memutuskan untuk menuliskan proses perjalananku ini, dulu waktu di sumardiono.com pernah mulai dan hanya bertahan 1 minggu!! (Oh no, sungguh memalukan). Tapi sekarang, aku rasa aku lebih kuat iman, paling tidak sebagian dari rencana minggu #1 sudah berhasil. Tak sabar untuk menghabisinya dan membuat rencana minggu berikutnya.

Pokoknya, kalau aku saja yang super berantakan ini sampai sanggup bikin rumah rapi. PASTI dirimu juga bisa πŸ˜€

Tulisan menarik lainnya

Share this post

27 thoughts on “TM Tips – 15 Menit nan Sakti”

  1. Aha, ternyata sama2 sedang rapi2 nih ? πŸ˜€
    saya lagi rapi2 dapur, ohhh messy banget T_T
    sekarang lumayan, 60 % deh πŸ˜‰

    1. Huaa.. aku belum sampai dapur mbak. Masih di ranah kamar, kamar kerja dan sekitarnya. Maklum, super berantakan nih πŸ˜₯

  2. yes, we can! πŸ™‚
    aku juga nerapin gitu, mbak.
    sedikit2 tapi konsisten emang lebih asik ya πŸ™‚

    1. Sebenernya sih aku tahu teorinya sudah luama sekali, berusaha menerapkannya berkali-kali tapi tidak pernah bisa konsisten. Akhirnya memaksa diri untuk menuliskannya setiap hari supaya semangat πŸ˜›

  3. kok kasusnya sama ya mb. kalo saya beres2 seringnya mah bisa dua hari. soale kalo bongkar buku, trus nemukan buku bagus, terus baca2 dulu. g jadi deh beres2 nya. btw, thanks tipsnya. tak ikutin ya πŸ˜‰

    1. PERSIS mbak Ida, itu yang terjadi sama aku. Apalagi kalau yang dibongkar foto2, deuh.. bisa luama dan malah jadi tambah berantakan πŸ™

  4. Aku mau mbak jaditeman seperjuangan , habisnya suka stres sih kalo rumah berantakan. Aku pikir pasti ada cara untuk mengatasinya. Semangat Mbak Lala dah menular ni kayaknya, moga jadi ikutan ketagihan… Aku mau jg Mbak…Smg bs πŸ˜€

  5. hmm… hari senen besok aku ke rumah ah nganterin bantal yg ketinggalan.. sambil ngintip yang sebelah mana yang udah rapih.. hahahha.. asiiikk aku juga mau ngikutin triknya bu sumardiono ah.. kereeenn πŸ˜›

  6. Aku jg udah ngikutin Lho mbak..ternyata byk banget brg yg mesti disingkirkan…huaaaa gak nyangka tnyata byk brg yg udah gak diperluin yg sayang kl dibuang…makasih ya tipsnya…..hrs lebih tega nih agar Rumah tampak rapi πŸ˜‰

    1. Betul sekali mbak Intan. Hari ini aku ketanggor aneka benda penuh memori yang dibuang sayang disimpan juga nggak ada gunanya. Ini nih yang suka bikin bingung, akhirnya ditumpuk puk puk puk πŸ™„

  7. (Huaaa…seandainya nyeterika bisa 15 menit aja… hiks…)
    Thanks untuk tipsnya, mbak, ntar aku coba ikutin. Baru tadi pagi aku mikir, ni rumah apa kandang, gt…

    1. hehe.. iya mbak Feli. Itu yang susah sebentar. Kalau mau caranya dipisah, baju seperti kaus, baju dalam dan barang2 yang tidak perlu disetrika lainnya langsung dilipat saja. Hanya setrika baju yang “penting”. Aku rasa ini bisa lumayan korting sekian menit. Atau.. bisa saja dibuat 15 menit. Jadi seperti game, dalam 15 menit bisa dapat berapa potong. Setelah itu mengerjakan yang lain. Nanti sorenya tambah 15 menit lagi. hehe.. πŸ˜‰

  8. baru baca… soooooo inspiriiing… buat aku yg super duper berantakan, makin berantakan makin males beresin… mo coba terapin juga ah…bismillah… πŸ˜‰

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.