TM #02 – Awal yang Baik

Hari ini diawali dengan sangat baik. Tumben Duta bisa tidur lebih tenang pagi ini sehingga aku bisa memulai kegiatan lebih pagi lagi. Biasanya harus sabar menemani Duta yang masih mau bermanja-manja.

Berkegiatan lebih pagi = menyelesaikan banyak hal lebih awal. Senang rasanya bisa mulai menerapkan tips 20 hal yang harus dihindari.

Di luar rutinitas pagiku, ada tambahan merapikan sisa kamar mandi & membuat sarapan yg sudah selesai dini hari. Rencana mau lanjut ke masak makan siang, tapi bos Duta keburu bangun dan minta mimi.

Jadilah sekarang aku harus kembali mengendurkan denyut jantung untuk menemaninya sebentar. Di sini memang tantangannya. Badan dan pikiran sudah ingin bergerak cepat, apa daya mengeloni tuan besar ย masih jadi prioritas utama. Tapi paling tidak aku bisa memanfaatkannya untuk menulis posting pagi ini.

Pagi ini juga aku mencoba mengganti secangkir kopi dengan 2 telur rebus + teh manis. Mari kita lihat, seberapa tahan aku sampai seduhan kopi berikutnya ๐Ÿ™‚

Tulisan menarik lainnya

Share this post

6 thoughts on “TM #02 – Awal yang Baik”

    1. xixixxi… lagi usaha nih mbak buat jadi ibu yang lebih “rapih”. Aku ini soalnya berantakan banget mbak. Semoga ini bisa jadi jalan untuk mendidik diri sendiri ๐Ÿ˜€

        1. Kereeen!! Kuncinya itu adalah “tidak lebih dari 15 menit”. Don’t do too much. 15 menit sehari asal rutin hasilnya akan lebih bagus daripada mendedikasikan waktu khusus dan melupakannya berbulan2 kemudian.. ๐Ÿ˜€

          1. kenapa 15 menit? *sepertinya biar ga terlalu lama menimbang2 mana yg mau dibuang* ๐Ÿ˜ณ

            tambah semangat nih baca keberhasilan mbak lala dgn bantuan lik gana ๐Ÿ˜€

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.