sakit

Sakit dan Tetap Belajar

Tata agak panas badan sejak kemarin. Kelihatannya radang tenggorokan. Jadi, hari ini acara bebas buat Tata. Tata boleh istirahat di kamar dan menonton TV.

Tapi baru jam 9 pagi, rupanya Tata sudah bosan di kamar dan nonton TV. “Bosen ah…,” kata Tata. “Kepalaku pusing kalau nonton TV terus. Aku mau belajar saja…”

He..he.. Tata…

“Bagus Ta…!,” kami memberi pujian dan semangat kepadanya. “Pokoknya kamu bebas hari ini; mau tiduran, nonton, belajar, atau ngapain saja…”

“Enaknya aku belajar apa pak?”
“Bikin buku Reading A to Z yuk?” ajakku. Kami pun kemudian memilih buku Reading A to Z level C untuk Tata, menge-print, dan menjilidnya sama-sama.Tata membantu melipat buku yang sudah diprint.

Setelah buku selesai, Tata kemudian mengambil satu dan membacakannya hingga selesai bersama ibu Lala yang sedang memasak.

Sesudah selesai dengan Reading A to Z, ternyata Tata masih bersemangat.
“Aku pengin bikin-bikin. Bikin apa enaknya ya?” tanta Tata kepadaku.
“Mau bikin origami?”
“Bukunya nggak ada, pak.”
“Kalau begitu coba tanya ke ibu, Ta…” kataku.

Lala kemudian datang ke komputer dengan sebuah ide dan memprint materinya untuk Tata. Lalu sibuklah Tata memotong dan bikin-bikin materi tentang Circus.

Padahal Tata belum mandi. Kan lagi sakit? He..he..he.. jadi nggak mandi nggak apa-apa, langsung berkegiatan dan belajar.

***

Inilah salah satu enaknya homeschooling yang kami rasakan. Belajar bisa terjadi kapan pun tanpa harus dibatasi oleh batasan-batasan formal yang bukan esensial. Sepanjang anak siap belajar, belajar dapat dilakukan kapan saja, di mana saja, dan tentang apa saja..

Tulisan menarik lainnya

Share this post

2 thoughts on “Sakit dan Tetap Belajar”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.