Bagaimana memulai homeschooling untuk anak yang pernah sekolah?

First-StepHomeschooling bisa dimulai dari awal sekali, saat anak masih usia dini atau belum masuk usia sekolah formal. Tetapi, kadangkala homeschooling bisa saja dimulai saat anak sudah bersekolah. Hal ini bisa disebabkan karena berbagai hal, misalnya: orangtua baru mengenal dan kemudian jatuh cinta dengan konsep homeschooling, anak mengalami trauma atau masalah di sekolah, dan sebagainya.

Bagaimana memulai homeschooling untuk kondisi anak yang sudah pernah belajar di sekolah?

a. Orangtua perlu belajar tentang homeschooling

Hal pertama yang harus dilakukan, khususnya kalau homeschooling terjadi tanpa rencana alias by-accident, orangtua harus belajar mengenai homeschooling karena model homeschooling itu berbeda dengan sekolah. Persamaan dan perbedaan dengan sekolah itu harus diketahui dan disadari agar peralihan ke homeschooling bisa berjalan lebih mulus.

Anda dapat mencari buku-buku tentang homeschooling di sini: http://opentrolley.co.id/Search.aspx?str=homeschooling&page=1&pgsz=20

Lebih baik lagi kalau orangtua bertemu dengan praktisi yang mengalami kondisi sejenis atau usia anaknya kurang lebih sebaya sehingga mendapatkan gambaran riil tentang tantangan dan praktek homeschooling.

b. Bicarakan keputusan homeschooling bersama anak

Karena anak sudah besar, bicarakan keputusan homeschooling bersama anak. Jika ide homeschooling berawal dari orangtua, dengarkan concern anak dan carikan solusi mengenai hal-hal yang menjadi keberatannya (biasanya mengenai pertemanan).

Jika ide homeschooling berasal dari anak, diskusikan dengan anak mengenai konsekuensi homeschooling. Homeschooling bukanlah pelarian dari masalah. Homeschooling bukan berarti bermalas-malas dan bertindak suka-suka. Homeschooling juga menuntut tanggung jawab dari anak mengenai kegiatan belajar yang akan dijalaninya.

c. Sadari dan lakukan proses deschooling

Apa itu deschooling? Deschooling adalah masa penyesuaian dari kebiasaan belajar di sekolah (yang dipimpin guru dan sangat terstruktur) menjadi homeschooling (dipimpin oleh diri sendiri dan orangtua). Kebiasaan atau budaya itu sangat berbeda karena homeschooling menuntut komitmen dan inisiatif anak agar berhasil. Pada masa deschooling ini, trauma psikologis dipulihkan, budaya belajar yang baru mulai ditumbuhkan.

Bacalah artikel-artikel mengenai deschooling, salah satunya adalah ini: http://www.examiner.com/article/homeschool-101-what-is-deschooling

d. Mulailah dari yang dikenali

Berbeda dengan sekolah yang memiliki standar tunggal, homeschooling memiliki model yang sangat beragam, mulai yang sangat terstruktur mirip sekolah (school-at-home) hingga yang sangat tidak terstruktur (unschooling). Karena sudah pernah sekolah, model yang paling biasa buat orangtua dan anak biasanya adalah school-at-home. Mulailah dari model ini sambil terus membaca referensi dan mencari model homeschooling yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keluarga Anda.

Untuk di Indonesia, berkonsultasilah dengan penyelenggara ujian paket terdekat (PKBM atau SKB) mengenai ujian Paket yang akan diikuti anak. Masukkan materi-materi yang akan diujikan dalam kegiatan anak. Anda bisa mengajar sendiri, mengundang tutor, mengikutkan anak pada bimbel, atau bahkan anak belajar sendiri menggunakan materi-materi yang ada di Internet.

e. Lentur mencari model homeschooling

Sambil menjalani masa transisi dari sekolah ke homeschooling, secara bertahap bangunlah model homeschooling yang paling sesuai dengan kebutuhan anak Anda dan paling sesuai dengan kondisi keluarga. Kesempatan besar dalam homeschooling adalah mengeksplorasi minat dan bakat anak karena banyak waktu luang yang dimiliki anak-anak homeschooling.

Dalam proses ini, jangan lupa terus memperkaya wawasan dengan banyak membaca dan bergaul dengan praktisi homeschooling yang lain sehingga Anda memiliki banyak cermin dan inspirasi untuk model homeschooling Anda sendiri.

 

About Aar

Aar senang membaca, suka menulis, berbahagia saat berbagi dan bermain bersama anak-anak. Minat utama tentang pendidikan, anak, teknologi, spiritualitas, bisnis, dan apa saja yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Buku yang telah diterbitkan "Homeschooling Lompatan Cara Belajar" (Elex Media, 2007), "Warna-warni Homeschooling" (Elex Media, 2008).

Komentar

  1. yup yup…

  2. Mas Aar, kami baru akan memulai HS, insyaAllah stlh slesai thn ajaran ini.
    Adakah surat2/dokumen formalitas yg hrs saya lengkapi? Apakah saya hrs terdaftar dlm satu komunitas HS tertentu, mis nya HSKS?
    Mohon maaf jk pertanyaan ini sdh srg ditanyakan sblmnya krn saya blm menemukan pmbhasan ttg ini.
    Terimakasih.

    • Putra/i-nya kelas berapa mbak Vitry? Untuk proses memulai HS tidak ada formalitas legal yang harus dijalani. Tapi kalau mau ujian, harus terdaftar di PKBM setempat untuk mengikuti ujiannya 🙂

  3. Yasyfa (9th, kelas 3), Yasin (7th, kelas 1), Yahya (5th, TK-B).
    Ujian itu kita lakukan setiap akhir tahun ajaran menyesuaikan dg kenaikan kelas setiap tahunnya kah?
    Btw, saya sdh terima emailnya, insyaAllah bisa ikut webinar bsk malem 🙂

  4. Mariska says:

    Salam kenal Pak Aar dan Ibu Lala, nama saya Mariska.
    Karena kami (saya dan suami) sedang mempertimbangkan untuk mulai HS bagi anak kami, Joshua (6 thn), kami sudah mencoba cari PKBM di daerah sekitar Kranggan-Pondok Gede-Jatiasih (untuk keperluan mendaftar ujian kenaikan kelas di kemudian hari). Tapi sayangnya sampai sekarang belum mendapatkan informasi di mana harus mendaftar.
    Apakah Pak Aar/Ibu Lala punya informasi PKBM di sekitar daerah tersebut?

    Terimakasih banyak atas bantuannya 🙂

  5. Rika Satriani says:

    Pak Aar, saat berencana utk menerapkan HS pada anak pertama sy berusia 5th. Mohon arahannya apa2 yg perlu sy persiapkan seperti surat2 yg perlu diurus utk kelegalannya dan bagaimana mendapatkan kurikukulummnya. Trimakasih banyak

    • Tidak ada surat yg diperlukan mbak. Langsung dimulai saja. Kalau ingin belajar mendalam, bisa mengikuti Webinar Homeschooling yang biasanya diadakan 2x setahun

  6. nice article untuk kami yang mulai berpikir menerapkan home schooling. terima kasih banyak

  7. ummi aisyyah says:

    pk sy bingung utk memulai homeschooling utk ank sy yg kls 3 dan kls 2 yg mogok sekolah… bingung diajarn apa dulu

    • Homeschooling bukan hanya memindahkan sekolah ke rumah, jadi harus dapat mindset-nya dulu agar bisa mendapat pola yang sesuai dengan keluarga. Perbanyak baca-baca tentang HS, kalau bisa ikut webinar tentang HS supaya dapat gambaran utuh ttg homeschooling.
      Secara praktis, proses di awal adalah memperbaiki psikologi anak dan membangun koneksi yang baik bersama anak.

Tinggalkan komentar Anda

*

Close