FB-live-homeschooling

Facebook Live tentang Homeschooling ala keluarga Aar Sumardiono

Sabtu (3/9/2016), aku mengisi Facebook Live tentang homeschooling di sebuah grup Facebook bernama Indonesian Homeschooling Network atas undangan Adelien Tandian, seorang praktisi homeschooling yang tinggal di Surabaya.

Acara ini berlangsung selama 1 jam, mulai pukul 10.00-11.00 WIB. Tema FB Live yang aku bawakan adalah: “Homeschooling ala keluarga Aar Sumardiono”.

FB-live-homeschooling

Beberapa hal yang aku garisbawahi dalam sharing melalui Facebook tersebut antara lain:

a. Homeschooling adalah keluarga, bukan lembaga

Poin ini selalu aku ulang-ulang dalam setiap paparan homeschooling yang aku sampaikan karena di Indonesia ini ada salah kaprah pemahaman homeschooling yang dianggap sebagai sebuah lembaga seperti sekolah yang masuk beberapa kali seminggu.

Kata kerja dalam homeschooling adalah menjalani homeschooling dan menjadi praktisi homeschooling, bukan mendirikan homeschooling atau mendaftar homeschooling. Homeschooling tidak didirikan dan homeschooling tidak mendaftar ke sebuah lembaga seperti kita mendaftar sekolah.

b. Homeschooling memiliki model yang beragam

Fokus homeschooling adalah keluarga. Karena setiap keluarga unik di sisi latar belakang, pengalaman, nilai-nilai yang dianggap penting dan aspirasinya, maka bentuk homeschooling yang dijalani oleh setiap keluarga pun berbeda-beda.

Homeschooling itu bukan sekedar memindahkan sekolah ke rumah. School-at-home hanya merupakan satu jenis/model dalam homeschooling. Banyak lagi model lainnya. Keluarga kami menggunakan model eklektik yang akarnya adalah unschooling.

c. Pilar homeschooling keluarga Aar Sumardiono

Setiap keluarga memiliki model dan pilar homeschooling-nya masing-masing. Pilar homeschooling di keluarga kami adalah menyiapkan anak menjadi pembelajar mandiri (self-directed learning), menggunakan keseharian sebagai sarana belajar (daily-life learning), dan pemanfaatan teknologi untuk belajar (tech-based learning).

Setiap keluarga yang ingin menjalani homeschooling perlu mengenali nilai-nilai utama yang dianggap penting dan membangun visi pendidikan keluarga. Nilai-nilai dan visi pendidikan itulah yang akan menjadi pemandu dalam pelaksanaan homeschooling dan menjadi keunikan setiap keluarga.

d. Memulai homeschooling

Pekerjaan Rumah besar bagi keluarga yang sedang menimbang dan memulai homeschooling adalah banyak belajar. Homeschooling bukan pilihan yang tepat bagi siapapun yang sudah merasa capek untuk belajar.

Karena homeschooling bukan hanya memindahkan sekolah ke rumah, maka orangtua perlu belajar tentang homeschooling dengan cara apapun yang sesuai, mulai banyak membaca artikel di Internet, mengikuti aneka grup homeschooling dan parenting, membaca buku-buku dengan internet, bertemu praktisi homeschooling, menghadiri seminar homeschooling, atau mengikuti webinar homeschooling.

***

VIDEO REKAMAN

Selengkapnya, inilah video rekaman Facebook Live tentang homeschooling ala keluarga Aar Sumardiono:

Tulisan menarik lainnya

Share this post

4 thoughts on “Facebook Live tentang Homeschooling ala keluarga Aar Sumardiono”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.