Junior MasterChef

Belajar bersama Junior Masterchef

Junior MasterChef

Beberapa hari ini kami tak sabar menunggu acara TV reality show Junior Masterchef di Star World. Akhirnya, tadi malam ketaksabaran itu terobati.

Pada awalnya kami menonton Mario Teguh Golden Ways. Ternyata waktu tayang Junior Master Chef bersamaan. Jadilah Mario Teguh kalah oleh anak-anak kecil yang sedang berlomba memasak.

**

Wow.. ternyata acaranya sangat seru. Anak-anak kecil yang usianya 8-12 tahun itu sangat luar biasa. Mereka bukan hanya bersenang-senang dengan hobinya memasak, tetapi juga sangat terampil dan fasih dengan dunia kuliner. Aku benar-benar tidak menduga anak-anak kecil itu memasak dan menyajikan masakan mereka dengan sangat serius.

Acara semalam adalah memilih 20 anak dari 50 peserta yang tersaring dari 5500 peserta yang mendaftar reality show. memasak untuk anak-anak usia 8-12 tahun.

Bahan untuk memasak dessert

Dalam setiap sesi lomba, tiap kelompok terdiri 10 anak dan mereka harus memasak dalam sebuah tema tertentu selama 45 menit. Tema-temanya antara lain: dessert, seafood, internasional. Dari setiap kelompok, diambil 4 anak untuk maju ke babak selanjutnya.

Memasak

**

It’s so inspiring. Yudhis dan Tata sampai melongo karena keasyikan melihat teman-temannya memasak dengan seru. Mereka sangat menikmati tontonan ini, yang bukan hanya menghibur, tapi sangat mendidik.

Buatku, yang agak mengganggu adalah iklan-iklannya yang banyak memunculkan gambar seronok diantara sesi acara. Sayang sekali, padahal acara ini pasti ditonton oleh anak-anak.

Para koki cilik yang berbahagia

Tulisan menarik lainnya

Share this post

4 thoughts on “Belajar bersama Junior Masterchef”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.