progrgam STAR-idstudentjob

Lolos seleksi program STAR (Student Associate Program)

Keberuntungan datang saat kesempatan muncul seiring dengan kesiapan. Itulah yang sedang dialami Yudhis kali ini, memanfaatkan fleksibilitasnya sebagai seorang anak homeschooling.

Ceritanya, salah satu rencana Yudhis usai Ujian Paket B (SMP) adalah mulai mencari pengalaman di dunia profesional. Selain mau mulai mencoba mengikuti sertifikasi profesi, Yudhis ingin mulai magang dan belajar di dunia profesional.

Ternyata kesempatan magang itu terbuka lebih cepat dari yang direncanakan. Sekitar sebulan yang lalu, aku membaca pengumuman tentang peluang belajar tentang dunia Startup dari para mentor selama 6 bulan di StartupBisnis.com.
.progrgam STAR-idstudentjob

Nama programnya adalah STAR (Student Associate Program) dan diselenggarakan oleh Student Job. Yang akan menjadi mentor antara lain: Rhein Mahatma founder StartupBisnis, Alicia Van Akker founder RumahMC, Riza Fahmi Managing Director AppsCo dan Sidnei Budiman founder dan CEO Dealoka. Pada akhir program, peserta terpilih akan disalurkan magang di startup atau perusahaan klien dari Student Job Indonesia.

Di formulir pendaftaran, syarat yang tertulis adalah untuk pelajar SMA dan mahasiswa. Walaupun begitu, aku menyarankan kepada Yudhis untuk mencoba mengirimkan aplikasi dengan menyertakan beberapa dokumentasi proses belajar dan portofolio karyanya, antara lain Kelas Minecraft online.

Jika aplikasi diterima dan Yudhis dites, berarti ada kesempatan untuk menambah pengalaman seleksi dan kompetisi. Kalau tidak diterima, setidaknya ada pengalaman untuk menstrukturkan gagasan tentang apa yang sudah dipelajari, apa yang menjadi minatnya, apa yang ingin dipelajari dan rencananya di masa depan.

Proses Seleksi STAR

Beberapa minggu kemudian, kabar baik pertama datang. Yudhis mendapat undangan untuk melakukan personality test dan FGD (Focus Group Discussion). Untuk persiapan, kami berdiskusi dan mengobrol. Aku hanya menekankan kepada Yudhis untuk menjadi dirinya sendiri saat melakukan personality test. Untuk FGD, pesanku adalah “be nice and sharp”, berkontribusi tapi tidak mendominasi.

Tes itu dilaksanakan di Bendungan Hilir. Yudhis berencana untuk pergi sendiri. Aku memStar-studentandunya tentang arah dan kendaraan umum yang digunakan. Pada hari-H, ternyata aku dan Duta pergi ke arah yang sama sehingga bisa mengantarkan Yudhis sampai lokasi. Usai tes, Yudhis baru pulang sendiri naik Gojek.

Beberapa minggu kemudian, kabar baik kedua tiba. Yudhis mendapatkan panggilan untuk wawancara, yang berarti lolos pada tes pertama. Kali ini Yudhis jalan sendiri pulang-balik naik Gojek. Buat kami, proses persiapan tes dan melakukan perjalanan dengan kendaraan umum saja sudah merupakan pelajaran kemandirian penting yang kami nikmati.

Hari Senin malam (14/3), menjelang tidur tiba-tiba Yudhis datang ke kamar. Yudhis menerima email bahwa dia diterima dalam program STAR.

Menurut cerita dari Student Job, peserta yang mengirimkan aplikasi untuk program STAR (Student Associate Program) ini hampir 200 orang. Setelah dilakukan seleksi dan wawancara, yang terpilih adalah 15 orang. Dan Yudhis adalah salah satunya.

***

Selamat ya Yudhis. Selamat menjalani pengalaman baru. Semoga pengalaman dalam program STAR bisa memperkaya wawasan, pengetahuan, dan keterampilanmu; juga memperluas jaringan pertemananmu di dunia profesional.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

4 thoughts on “Lolos seleksi program STAR (Student Associate Program)”

  1. Mengharukan..selamat Yudhis..start up Indonesia akan dihiasi pemuda pemudi berusia muda yang kreatif..ditunggu cerita perjalanan mentoringnya ya…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.