Hari Pertama Ujian Paket A di Salatiga

20130507-070618.jpgPuji Tuhan aku bangun dalam kondisi betul-betul segar. Nyeri di gigiku hilang. Apa mungkin karena durasi tidur yang panjang juga ya? Aku terlelap dari jam 8 sampai jam 4 pagi. Hohoho lumayan lama yah, aku sudah nggak tahu tuh anak-anak tidur jam berapa dan bagaimana. Yang pasti aku lihat mereka tidur dengan nyamannya.

Pagi itu aku langsung cek pekerjaan & berhasil menyelesaikan beberapa PR. Enaknya kerja online memang seperti ini, selama ada internet bisa kerja di mana saja & kapan saja.

20130507-070629.jpgAku suka dengan wisma UKSW. Tempatnya bersih, suananya tenang, harganya terjangkau & internetnya lancaaaar. Dengan Rp. 145.000 kami dapat kamar berAC dengan 2 tempat tidur, tv, air panas & sarapan. Lumayan banget kan?  Kami sarapan dengan roti & teh + ayam goreng oleh-oleh tante Lea semalam.

Sekitar jam 9, mbak Mita dari Lebah Putih menelpon dan mengajak pindah ke rumah mbak Septi. Sebenarnya dari sebelum berangkat, aku dan mbak Septi sudah telpon2an dan memang ada rencana untuk menginap di Margosari, rumah mbak Septi. Tapi karena aku tidak paham Salatiga, dan karena aku fokus dengan urusan ujian Yudhis, jadi aku memang minta tolong kepada Lea untuk mencarikan tempat menginap yang dekat sekali dengan tempat ujian Yudhis.

Ternyata, begitu mbak Mita datang dan mengantarku ke rumah mbak Septi, lhooo ternyata deket juga dari tempat ujian Yudhis, hanya jalan kaki saja. Waaah, langsung aku berkemas dan siang ini checkout untuk pindah ke rumah mbak Septi.

20130507-070644.jpg

20130507-070706.jpg

Asiknya di Wisma UKSW, walau dalam kondisi checkout kami masih bisa menitipkan barang di sana. Sehingga kami bisa pergi melenggang ke tempat ujian.

***

Kenapa Yudhis mengambil ujian Paket A di Salatiga?

Banyak pertanyaan yang datang kepada kami beberapa hari ini, kenapa Yudhis ujian Paketnya harus jauh-jauh ke Salatiga? Jawabannya sebenarnya sederhana: Di Salatiga GRATIS (titik).

Lha bukannya ongkos ke Salatiga lebih mahal daripada di Jakarta walau harus membayar sekian rupiah?
Memang, kalau dihitung-hitung secara angka jatuh bisa sekian kali lipat lebih mahal daripada kalau ikut ujian di PKBM Jakarta. Masalahnya, sepengetahuan kami ujian Paket A itu GRATIS. Maka kami benar-benar ingin mencoba mencari tempat di mana ujian itu bisa GRATIS. Mungkin kami kurang bergaul, karena sampai saat ini kami belum menemukan tempat ujian paket A yang gratis di Jakarta, maka ketika Lea bercerita kalau di Salatiga bisa ujian Paket A Gratis, kami pun bela-belain pergi ke Salatiga.

Bukan karena kami ini madat gratisan sebagaimana tuduhan beberapa oknum sekolah homesscholing yang juga menyelenggarakan paket A dengan harga ajaib itu. Kami hanya ingin tahu, kalau di sebuah tempat paket A itu benar-benar bisa GRATIS, kenapa di tempat lain tidak bisa?

Setahu kami ujian Paket A itu GRATIS, yang bayar itu kalau kita ikutan bimbel yang diadakan oleh PKBM setempat. Lha kalau kita nggak mau ikutan bimbelnya tapi cuma mau ikut ujian saja lalu bagaimana? Konon, kata para pedagang homeschooling itu nggak bisa. Sampai kiamat juga praktisi tunggal nggak bisa ujian kalau tidak lewat lembaga homeschooling yang diakui pemerintah. Preeeeeet!

Rasanya seperti mengambil SIM yang jelas-jelas GRATIS tapi trus ada “calo”nya. Kalau dari ujungnya GRATIS ya sampai ke rakyat harusnya gratis. Memangnya kalau kemudian rakyatnya mampu trus jadi harus bayar gitu? Kami ini bukan orang yang cuma mau gratisan, kami hanya tidak suka dipungli itu aja.

Lalu kenapa Yudhis bisa ujian di Salatiga? Jadi ceritanya begini. Di Salatiga itu ada seorang ibu yang anaknya belajar di rumah dan kebetulan punya hubungan baik dengan PKBM. Jadi ketika anaknya mau ujian dia diizinkan mengikutkan anaknya ke PKBM tersebut. Kemudian ada yang mau ikut, ternyata bisa. Ada lagi yang mau ikut, bisa. Terus seperti itu. Dan hal ini sudah berlangsung selama 5 tahun tanpa biaya sepeserpun! Diknas hanya meminta anak-anak ini untuk mendaftar jauh hari sebelum ujian berlangsung. Luar biasa sekali kan diknas Salatiga? Sesederhana itu. Tanpa pungli. Kalau di Salatiga bisa kenapa di Jakarta tidak?

Eits kok jadi ngomel pagi-pagi ya? Hehehe.. maaf, Aku itu memang selalu agak-agak menjadi emosi setiap kali membahaskan tentang betapa kejinya orang-orang yang mencari nafkah dengan cara menakut-nakuti orang lain seperti itu. Abaikan cerita tadi kembali ke cerita tentang Yudhis…

***

Hari ini adalah hari pertama Yudhis ujian Paket A. Ujian dimulai jam 1.30pm tapi kami diminta datang satu jam sebelumnya untuk pengarahan. Ternyata cukup banyak anak-anak seusia Yudhis yang ikut paket A hari ini. Ada sebagian yang dari luar kota pula. Rupanya banyak juga orang-orang seperti aku, yang bela-belain datang ke Salatiga untuk menikmati kebersihan proses ujian di Salatiga.

Yudhis terlihat santai dan asik-asik saja, sementara aku agak dag dig dug, terutama karena sakit kemarin Yudhis kurang maksimal persiapannya.

Begitu selesai, aku tanya bagaimana rasanya. Yudhis bilang “Yaaa, biasa-biasa aja. Kayaknya bisa lah”. Doeeeeng. Hehehe, ibunya memang lebay.

SD KaliCacing Tempat Yudhis ujian Paket A

SD KaliCacing Tempat Yudhis ujian Paket A

Sebagai homeschooler kami itu bukan minta diperlakukan spesial, kami hanya minta untuk tidak dipersulit jika ingin mengikuti ujian.

Sebagai homeschooler kami itu bukan minta diperlakukan spesial, kami hanya minta untuk tidak dipersulit jika ingin mengikuti ujian.

Suasana ujian di kelas

Suasana ujian di kelas

Lucu juga lihat Yudhis duduk di bangku sekolah

Lucu juga lihat Yudhis duduk di bangku sekolah

3 cowok ganteng - Yudhis Alif Raihan

3 cowok ganteng – Yudhis Alif Raihan

***

Pulang dari ujian kami langsung ke Margosari – rumah mbak Septi & mas Dodik. Tanggal 7 aku akan mengisi acara di Lebah Putih & tanggal 8 aku akan mengisi workshop mengolah foto di Ibu Profesional Salatiga. Jadi buat teman-teman yang di Salatiga. Kita ketemuan yuk di Margosari ^_^

Tulisan menarik lainnya

About Lala

Lala suka main musik, main game, main sama anak-anak, bikin-bikin, baca buku, nonton film yang seru, jalan-jalan, internetan dan masak-masak. Salah satu mimpi besarnya adalah menjadikan virtual distance learning bisa dinikmati anak-anak Indonesia sampai ke seluruh plosok tanah air. Lebih lengkap tentang Lala bisa dilihat di sini :D

Komentar

  1. Mau tanya Bu, ujian Paket A itu materi ujiannya apa saja? Lalu bagaimana tipe2 soalnya? apakah sama dengan ujian SD di sekolah lain? Lalu bagaimana proses mendapatkan ijazahnya? Terimakasih.

    • Materi ujian Paket A lebih banyak (5) dibandingkan UN SD (3). Materi ujiannya adalah: PKn, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan Matematika.

  2. Apakah ada standar nilai minimum kelulusan untuk mendapatkan ijazahnya ? Maaf nih tanya terus, karena belum paham. Terimakasih.

  3. Sy jg merasaka hal yg sama ttg ujian kejar paket a,Mbak…kesal krn yg gratis ternyata g gratis wkt sampe ke kita… wah makasih ni infonya, sy bisa ikutan k Salatiga nantinya…ya skalian jln2… Tp kalo ada info ttg yg gratis d jkt, boleh jg ya…
    Ok tks…

  4. bu lala apakah utk ikut ujian paket A ada batas usianya? misal anak baru 10 tahun tapi mau coba diikutkan paket A bisa nggak ya? trims…

    • Di aturan yang baru, ada syarat usia Paket A yaitu 12 tahun. Utk usia di bawah itu syaratnya IQ>130. Tahun 2014 kita belum tahu aturannya karena UN SD dihapus sehingga ada kemungkinan tak ada lagi ujian Paket A, langsung Paket B.

    • Siti Nurhayati says:

      Mhn maaf di salatiga utk mendaftar ujian kejar paket A tanpa tutorial bisa ya ?

  5. Saya sepakat dengan tulisan di atas. Paket A dan Paket B masuk dalam program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun. Pelaksanaan ujian GRATIS, bahkan pelaksanaan pembelajaran di sekolah/satuan PNF adalah gratis. Hanya memang utk pembelajaran bersifat gratis di PNF ada rumus usia anak adalah usia ijazah+3 tahun. Jadi yg dpt gratisan ikut pembelajaran usia di atas 15 tahun utk Paket A. Tapi untuk ikut ujian Paket A berapa pun usia GRATIS. Demikian juga yg terjadi di Yogyakarta.

    • Terima kasih pak Fauzi sudah berkenan mampir dan berkomentar.
      Jadi, ketentuan tentang biaya Ujian Paket yang resmi dari pemerintah itu seperti apa, pak? Apakah kebijakan pembiayaan ini bersifat lokal (per daerah) atau per provinsi?
      Akan sangat luar biasa jika peraturan ttg biaya ini bisa dibuka di publik, toch tidak ada yang dirahasiakan. Kalau semuanya jelas & transparan, semuanya akan enak, tanpa prasangka dan baik untuk semua. 🙂

  6. Tahun ini giliran Ken yang ikutan di Yogyakarta. Kami juga sudah mendaftar di PKBM Surabaya. Tetapi karena bertemu dengan Bu Patricia Taslim yang membuka jalan untuk kami ke Yogyakarta (alasan sama dengan Mbak Lala 😉 ) akhirnya kami hengkang ke Yogyakarta. Persiapan sudah lumayan. IPS dan PKN masih belum. Saya cuma bisa berdoa aja supaya semua lancar – lancar.

  7. wah pak, bagus ya diknas salatiga… bagaimana kami yang di bandung…

  8. Anaku ,mondok dipesantren usia11 tahun setingkat klas 5,dia tdk mau kepondok lagi,saya berharap anak saya belajar dirumah,dan ujian paket A,tapi bimbelnya kita harus mendapatkan di mana yg terdekat dengan daerah kami,kami dari boyolali,

  9. Terimakasih infonya saya akan daftarkan anak saya……

Trackbacks

  1. […] aja. Yah jadi nya baru sekarang aku ujian. Untuk alasan kenapa ujian di Salatiga bisa dibaca di sini. Jadi aku sudah siap-siap sejak tahun lalu, tapi baru mulai belajar habis FESPER 2013. Sekitar […]

Tinggalkan komentar Anda

*