memulai-homeschooling-anak-belajar-dari-perlakuan-kita

23 Anak Belajar dari Perlakuan Kita

Dalam proses homeschooling, hal yang perlu disiapkan orangtua bukan hanya perihal materi pelajaran seperti matematika, IPA, bahasa Indonesia, keterampilan, dan sebagainya.

Banyak persiapan orangtua homeschooling berkaitan dengan parenting, model pengasuhan yang kita terapkan pada anak-anak. Bagaimana kita bersikap sehari-hari bersama anak-anak akan sangat memengaruhi kualitas homeschooling yang dijalani bersama anak-anak.

Untuk itu, homeschooling membutuhkan sikap obyektif dan reflektif pada orangtua. Objektivitas penting untuk menjaga agar proses perkembangan anak tidak hanya berdasarkan “like and dislike”. Walaupun secara alami orangtua cenderung memiliki sikap sangat subyektif pada anak-anaknya, kesadaran untuk menjaga objektivitas akan membantu orangtua menjaga dan meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya.

Dengan kesadaran reflektif, orangtua juga bisa menjaga orangtua agar tidak jatuh pada sikap menolak (denial) saat ada masalah dan mencari kambing hitam dengan menyalahkan sekitar.

***

Nah, dalam refleksi kita sebagai orangtua homeschooling, kita menyadari bahwa sebagian (besar) karakter anak tak bisa lepas dari proses dan pola pengasuhan yang kita jalani bersamanya selama bertahun-tahun. Tentu saja, di luar itu ada faktor individu anak yang sudah dari memiliki bekal dan karunia yang dikaruniakan-Nya.

Dalam rangka berefleksi itu, kita layak merenungkan sebuah puisi lama karya Dorothy Low Nolte berjudul “Children Learn What They Live With”.

Berikut ini terjemahan puisi itu:

Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan
Jika anak banyak dimusuhi, ia belajar menjadi pemberontak
Jika anak hidup dalam ketakutan, ia selalu merasa cemas dalam hidupnya
Jika anak sering dikasihani, ia belajar meratapi nasibnya
Jika anak dibesarkan dalam olok-olok, ia akan menjadi seorang pemalu
Jika anak dikelilingi rasa iri, ia tak akan puas dengan apapun yang dimilikinya
Jika anak dibesarkan dalam pengertian, ia akan tumbuh menjadi penyabar
Jika anak senantiasa diberi dorongan, ia akan berkembang dengan percaya diri
Jika anak dipuji, ia akan terbiasa menghargai orang lain
Jika anak diterima dalam lingkungannya, ia akan belajar menyayangi
Jika anak tidak banyak dipersalahkan, ia akan senang menjadi diri sendiri
Jika anak dibesarkan dalam kejujuran, ia akan terbiasa melihat kebenaran
Jika anak ditimang tanpa berat sebelah, ia akan besar dalam nilai keadilan
Jika anak dibesarkan dalam rasa aman, dia akan mengandalkan diri dan mempercayai orang lain
Jika anak tumbuh dalam keramahan, ia akan melihat bahwa dunia itu sungguh indah.

Semoga bermanfaat.

 

Salam,
Aar+Lala

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.