memulai-homeschooling-tips-mengenali-jenis-kecerdasan-anak

03 Tips Mengenali Jenis Kecerdasan Anak

Dalam email sebelumnya, kami sudah menjelaskan tentang beragam jenis kecerdasan sesuai teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) yang digagas oleh Howard Gartner.

Aneka kecerdasan itu adalah:
1. Kecerdasan bahasa (linguistik)
2. Kecerdasan matematis-logis
3. Kecerdasan ruang (spasial)
4. Kecerdasan fisik (kinestetis, jasmani)
5. Kecerdasan musikal
6. Kecerdasan sosial (interpersonal)
7. Kecerdasan pribadi (intrapersonal)
8. Kecerdasan alam (naturalis)

Jadi, di dalam teori Multiple Intelligences atau Kecerdasan Majemuk, dijelaskan bahwa kecerdasan itu tak hanya meliputi kecerdasan logis-matematis atau kecerdasan bahasa saja. Tetapi, banyak ragam lain kecerdasan yang mungkin dimiliki oleh anak. Kalau anak tidak cerdas matematika, bukan berarti dia menjadi anak bodoh yang akan gagal hidupnya.

Cara Mengenali Jenis Kecerdasan

Bagaimana mengenali jenis-jenis kecerdasan yang dimiliki anak kita?

Ada 2 cara mengenali jenis kecerdasan anak secara sederhana melalui pengamatan yang bisa dilakukan oleh orangtua/guru.

Apa bentuk/ekspresi “kenakalan” anak?

Kenakalan anak pada dasarnya adalah ekspresi pemberontakan yang dilakukannya ketika mereka merasa bosan/jenuh atau tidak nyaman dengan keadaan yang dialaminya. Ekspresi ini beragam pada setiap anak, sesuai dengan kecenderungan natural yang paling mencolok dalam dirinya.

Ada anak yang mengekspresikan pemberontakannya dengan asyik mengobrol dengan temannya (interpersonal), ada yang berlari-lari (fisik-kinestetis), ada yang mencoret-coret, ada yang melamun dan berkhayal, dan sebagainya.

Bagaimana anak mengisi waktu luang mereka?

Cara kedua untuk mengenali jenis kecerdasan anak adalah dengan mengamati bagaimana anak-anak mengisi waktu luang mereka. Ketika anak bosan dan tidak diperintah siapapun, apa yang mereka lakukan? Ketika anak diberi kebebasan untuk melakukan sesuatu tanpa sebuah perintah/tekanan, apa pilihan yang mereka lakukan?

Itulah cermin dari hal-hal yang disukai dan menjadi minat alamiah anak. Dan dimungkinkan, itu merupakan salah satu jenis kecerdasan yang menonjol pada anak.

Ada anak-anak yang mengisi waktu luang dengan mendengarkan musik, membaca, menulis, olahraga, jalan-jalan, dan sebagainya. Selain itu, bagaimana cara mereka mengekspresikan dirinya: menulis, bernyanyi, berolahraga, membuat percobaan, dan lain-lain.

***

Sederhana, kan? Mudah, murah dan cenderung efektif. Semua orangtua pasti bisa melakukannya di rumah.

Kuncinya sekarang adalah kesediaan orangtua untuk mengamati anak secara sadar sehingga orangtua bisa lebih efektif dalam proses memfasilitasi tumbuh-kembang mereka.

 

Salam,
Aar+Lala

 

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.