Cambridge-English

Yudhis & Cambridge English Placement Test

Kemarin (Kamis, 15/5/2014), Yudhis mengikuti tes bahasa Inggris: The Cambridge English Placement Test (CEPT). Tes ini dibuat oleh University of Cambridge ESOL Examinations (Cambridge ESOL).

Sebenarnya ini hanya iseng. Tapi iseng-iseng ini ternyata membahagiakan. 🙂

Ceritanya minggu lalu aku sedang surfing di Internet, melihat bahan-bahan belajar untuk Tata. Terus nyasar ke Mentari Books. Eh, di sana aku melihat ada tes bahasa Inggris online resmi yang merupakan bagian dari Cambridge ESOL. Menurutku ini alat uji yang keren.

Untuk mengikuti tes, kita harus membeli token. Satu token untuk satu kali mengikuti tes dan biaya tesnya Rp 88.000.

***

Tujuan kami mengikutkan Yudhis pada tes ini adalah untuk mengetahui level bahasa Inggrisnya karena selama ini Yudhis tidak pernah kursus bahasa Inggris sehingga kami tidak tahu dia ada di level mana. Kami juga belum pernah mengikutkan Yudhis pada sebuah tes bahasa Inggris.

Memang, sehari-hari Yudhis belajar dari tutorial-tutorial berbahasa Inggris dan berlatih grammar menggunakan aplikasi iTooch. Sampai saat ini pun Yudhis sudah menyelesaikan iTooch K-8. Jadi kami cukup penasaran, sejauh mana kemampuan bahasa Inggris Yudhis.

Dengan kondisi itu, kami memang sedang mencari alat ukur eksternal. Jadi, saat menemukan Cambridge English Placement Test ini, kami sangat senang.

***

Aku kemudian membeli satu token Cambridge Placement Test dan memberikannya kepada Yudhis. Materi tesnya adalah Reading dan Listening. Waktu tesnya adalah 30 menit. Ternyata, nilai tes Yudhis adalah 88, setara dengan CEFR level C1. CEFR adalah singkatan dari Common European Framework of Reference for Languages, sebuah kerangka umum yang belajar bahasa menurut standar Eropa.

Yudhis-Cambridge-Placement-Test

Hasil ini di luar perkiraan kami, sangat melampaui ekspektasi kami. Untuk keluarga kami yang sehari-hari menggunakan bahasa Indonesia, hasil tes ini sangat membahagiakan.

Bahkan Yudhis pun kaget dengan hasil yang diperolehnya. Menurut perkiraan kami, Yudhis ada di level B1 atau PET (Preliminary English Test). Atau, paling jauh satu level di atasnya, yaitu B2 atau First Certificate in English (FCE). Tapi ternyata hasil tes Yudhis di atasnya lagi, yaitu C1 atau CAE.

Cambridge-English

Tentu saja, tes ini tidak menggambarkan keseluruhan kemampuan bahasa Inggris Yudhis karena hanya menguji kemampuan memahami bacaan dan mendengarkan (reading & listening). Ini juga bukan tes formal, hanya sekedar Placement Test.

Tapi tes ini sangat membantu kami memetakan kondisi dan menyiapkan langkah yang harus dilakukan. Juga, hasil tes ini menambah kepercayaan diri Yudhis untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan menulisnya yang masih perlu diasah lebih jauh.

 

Tulisan menarik lainnya

Share this post

8 thoughts on “Yudhis & Cambridge English Placement Test”

  1. Selamat ya Yudhis. Tetap semangat belajar Bahasa Inggris. Jangan seperti saya terlambat belajarnya di usia kepala 4. Life begins fourty. Hehe…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.