children-travelling

Mengenalkan anak dengan aneka dunia

Pada posting tentang Memfasilitasi Minat & Bakat Anak, saya sudah menjelaskan pentingnya orangtua untuk memaparkan anak-anak dengan aneka kegiatan dan minat.

Jangan sampai dunia anak menjadi sempit dan hanya seputar game. Jangan sampai dunia hanya dibatasi oleh apa yang dilihat anak di rumah dan disukai/dilakukan orangtua.

Mengapa?

Karena dunia ini luas. Profesi dan jenis-jenis pekerjaan itu banyak sekali.

Mengeksplorasi Minat & Bakat bukan berarti les/kursus

Salah satu tahapan tentang proses Memfasilitasi Minat & Bakat Anak adalah memaparkan anak-anak dengan aneka kegiatan dan wajah dunia.

Saat berbicara tentang memaparkan anak pada aneka kegiatan, sebagian orangtua berpikir tentang memasukkan anak ke les/kursus, seperti musik, robot, renang, dan lain-lain. Memang betul, mendorong anak mengenali minat dan bakatnya bisa dilakukan melalui les/kursus.

Keunggulan les/kursus adalah proses belajar yang terstruktur dan keberadaan tutor/guru. Tapi les dan kursus bukan satu-satunya cara memaparkan anak pada minat & bakat. Les dan kursus hanya salah satu jalan.

children-travelling

Bentuk-bentuk pemaparan tidak terstruktur

Ketika berbicara tentang memaparkan anak pada minat & bakat, fokus sebenarnya adalah mengenalkan, belum sampai membangun keahlian. Pengenalan dan pemaparan tentang aneka aspek kehidupan bisa dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya:

a. Buku

Melalui buku, anak bisa berkhayal dan membayangkan tentang aneka peristiwa dan dunia di luar dirinya. Anak membaca buku tentang “Willy Wonka” dan berkhayal tentang pabrik cokelat. Anak membaca serial “Little House in the Prairie” yang membawanya berimajinasi tentang asyiknya petualangan di hutan dan padang rumput.

Tugas orangtua adalah menyediakan buku-buku berkualitas, yang dalam istilah Charlotte Mason (CM) disebut “living book”. Selain itu, orangtua perlu memberi contoh kesenangan membaca dan aktif mendiskusikan bacaan dengan anak-anak.

b. Film/Tontonan

Menonton acara TV dan film yang baik juga berdampak pada pengenalan anak tentang sisi-sisi lain dunia yang tak didapatinya di rumah. Menonton acara kuliner, wisata, penjelajahan alam, pertandingan olahraga, sains, aneka budaya, dan acara-acara positif lainnya adalah pintu yang baik untuk mengenalkan dunia pada anak.

Menonnton sinetron yang mempertontonkan hedonisme dan memiliki logika cerita yang rendah tentu bukan pilihan. Maka, tugas orangtua adalah memilih film dan acara anak yang berkualitas baik dan sesuai dengan usia mereka.

c. Live show

Jangan lupa untuk membawa anak-anak pada dunia nyata, bukan sekedar dunia tulisan dan layar, misalnya menghadiri pertunjukan musik, drama atau pertandingan olahraga. Ada sensasi dan pengalaman yang berbeda dibandingkan menonton melalui layar kaca atau membaca tulisan. Anak-anak bukan hanya terekspos melalui otak dan indera penglihatannya saja, tapi juga merasakan suasana dan sensasi lain yang dicerna melalui seluruh indera yang dimilikinya.

Tentu saja, tugas orangtua adalah membawa anak-anak pada pertunjukan nyata itu. Pertunjukan itu tak harus berbayar, tapi bisa juga acara-acara gratis yang dihadirkan di kampus, museum, peringatan2, kedutaan, dan sebagainya.

d. Perjalanan

Melakukan perjalanan dan berwisata adalah sarana mengekspos anak pada keluasan dunia yang besar. Banyak sekali aspek kehidupan yang dipelajari anak melalui dunia nyata. Yang dipelajari anak bukan hanya berkaitan dengan materi pelajaran atau pengetahuan tentang obyek yang dikunjungi. Tetapi persiapan perjalanan, ketangguhan mental dan pengalaman mental yang diperoleh selama perjalanan adalah hal-hal sangat berharga dan diserap oleh anak-anak walaupun tak ternyatakan dalam kata-kata.

Bentuk perjalanan bersama anak-anak tak harus wisata khusus atau perjalanan jauh berhari-hari. Perjalanan itu bisa dilakukan berupa wisata kuliner ke tempat-tempat makan di sekitar rumah, wisata spiritual dengan mengunjungi tempat-tempat ibadah, perjalanan sosial ke panti asuhan, perjalanan dari pasar-ke-pasar, mengunjungi situs penting/museum di kota, dan sebagainya.

***

Anda punya saran atau ide kegiatan untuk memperkenalkan anak pada aneka wajah dunia dan keragaman profesi? Silakan menuliskannya pada komentar di bawah ini.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

2 thoughts on “Mengenalkan anak dengan aneka dunia”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.