Pendidikan Literasi Keuangan

Angpao Lebaran & Pendidikan Literasi Keuangan

Masa lebaran adalah masa bahagia buat anak-anak. Tradisi lebaran di hampir seluruh keluarga Indonesia adalah berbagi angpao alias uang kepada dari para orangtua kepada anak-anak. Pembagian uang itu mencipta sensasi dan kenangan bagi anak-anak.

Bagi orangtua, pembagian angpao adalah momen yang sangat besar bagi anak-anak untuk belajar mengenai literasi keuangan (financial literacy).

Literasi keuangan adalah sebuah kegiatan pendidikan untuk mendidik anak-anak agar melek keuangan alias mengetahui fungsi dan cara kerja uang sehingga mereka terampil mengambil keputusan yang berkaitan dengan uang.

(Baca: Mengapa Anak perlu Belajar Literasi Keuangan?)

 

angpao-lebaran

Tujuan Pendidikan Literasi Keuangan

Secara sederhana, tujuan pendidikan literasi keuangan adalah:

  • Anak memiliki sudut pandang yang sehat tentang uang.
  • Anak memahami tentang uang dan cara uang bekerja dalam kehidupan sehari-hari.
  • Anak terampil mengambil keputusan cerdas yang berkaitan dengan uang.
  • Anak terampil membuat perencanaan keuangan.
  • Anak mengenai produk-produk dan institusi keuangan.

 

Atau, secara serius tujuan pendidikan literasi keuangan (financial literacy) menurut The National Standards in K-12 Personal Finance Education (di Amerika) adalah agar anak-anak memiliki know-how (pengetahuan praktis) untuk:

  • Mencari, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi keuangan.
  • Menetapkan tujuan keuangan dan membuat rencana untuk mencapainya.
  • Mengembangan skenario potensi pemasukan-pendapatan (income-earning) dan kemampuan menyimpan/mengembangkan
  • Menggunakan jasa-jasa keuangan secara efektif
  • Memenuhi kewajiban-kewajiban keuangan pribadi.
  • Membangun dan menjaga kekayaan.

Kegiatan Pendidikan Literasi Keuangan

Banyak sekali kegiatan untuk pendidikan literasi keuangan yang bisa dikembangkan, baik yang terintegrasi dengan kurikulum, extra curricula, maupun di keluarga.

Dalam contoh kegiatan menerima angpao, beberapa ide kegiatan untuk mendidik anak-anak agar melek keuangan misalnya:

  • Belajar menghitung uang hasil angpao.
  • Belajar merencanakan penggunaan uang angpao.
  • Menimbang alternatif penggunaan angpao.
  • Mengenal kegiatan konsumtif dan produktif yang berhubungan dengan uang.

 

Dalam penggunaan uang angpao ini, anak-anak biasanya akan menggunakannya untuk membeli mainan dan kegiatan konsumtif lainnya.

Nah, dalam konteks inilah peran orangtua untuk memperluas wawasan anak melalui diskusi-diskusi agar anak-anak memiliki wawasan lebih luas tentang uang dan mempertimbangkan kegiatan-kegiatan yang produktif yang berkaitan dengan uang.

 

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.