Duta-Melipat-Serbet1

Duta Melipat Serbet Makan

Kegiatan homeschooling anak usia dini seperti yang dijalani Duta relatif tidak berjadwal. Kami banyak memanfaatkan peluang-peluang belajar yang terjadi secara insidental.

Seperti ketika suatu saat Tata sedang flu dan Duta mengajukan diri untuk menggantikan tugas Tata menata meja. Inisiatif Duta itu mengejutkan dan kami “bertepuk tangan” mengapresiasi inisiatif Duta. Terlihat Duta bangga dan bahagia menikmati pujian yang diterimanya.

Tentu saja, proses menyiapkan meja makan itu tak sepenuhnya dilakukan oleh Duta. Kami mendekat dan mengamati prosesnya. Jika dia bisa melakukan sendiri, kami membiarkannya. Tetapi kalau dia butuh bantuan, kami mengulurkan tangan membantunya.

Seperti melipat serbet (napkin) untuk meja makan. Karena Duta belum bisa, aku mencontohkan dan Duta kemudian mengikutinya.

Duta-Melipat-Serbet1

Hal seperti ini kelihatannya sederhana. Tapi bagi kami hal ini penting dan merupakan proses belajar yang terbangun dari waktu ke waktu, dari satu kegiatan ke kegiatan lain selama bertahun-tahun.

Seperti kata pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.