Children-see-children-do

Children See, Children Do. Anak Mencontoh dari Kita

Anak lebih mengikuti contoh perbuatan yang dilakukan orangtua dan lingkungan sekitarnya, bukan mendengarkan nasihat dan kata-kata.

Nasihat dan kata-kata orangtua memang didengarkan oleh anak. Tetapi, yang lebih berpengaruh sebenarnya adalah keteladanan kita sebagai orangtua.

Membuang sampah sembarangan, berkata-kata kasar, bullying, berlaku curang, hidup yang hedonis adalah beberapa contoh masalah yang sering diatributkan pada anak.

Children-see-children-do

Pertanyaannya: darimana anak belajar semua itu? Jangan-jangan kita semua ikut andil dalam kerusakan di dalamnya.

Oleh karena itu, daripada selalu mengomel dan marah-marah kepada anak, lebih baik kita melakukan refleksi diri. Mari memperbaiki akhlak diri kita supaya anak-anak selalu melihat dan merasakan kebaikan di sekelilingnya: wajah yang selalu tulus dan tersenyum, sudut pandang yang selalu positif, memilih kejujuran daripada jalan pintas yang curang, bekerja keras, bersikap dan berkata baik, dan sebagainya.

Sebagai refleksi, video ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita bersama:

Tulisan menarik lainnya

Share this post

2 thoughts on “Children See, Children Do. Anak Mencontoh dari Kita”

  1. Assalamualaikum…semoga kabarnya sehat ya. Saya sangat tertarik dan sedang mencari info gimana cara mendaftarkan anak perempuan saya yg berumur 3,5 tahun utk bergabung di Home Schooling ini. Apa yg saya harus lakukan?
    Terima kasih banyak atas bantuan dan informasinya.

    Wassalam

    Hamiju Hamid

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.