Duta Gemes

Duta Gemas

Duta (1.5 tahun) sedang memasuki periode gemas. Sepertinya dia gemas dan agak kesal karena otaknya sudah mulai bisa mengerti dan faham lingkungan (bisa menyerap informasi), tapi dia belum bisa menyampaikan apa yang ada dalam hatinya (berbicara).

Duta Gemes

Banyak hal yang sepertinya sudah ingin dia katakan tapi belum mampu, dan itu sering membuatnya gemas. Dan kalau dia sudah gemas, maka dia jadi teriak dan menangis kencang. Duta itu jarang sekali menangis kalau jatuh atau kejedut, apalagi kalau jatuh karena kesalahannya sendiri. Wajahnya yang agak bandel itu malah cengar-cengir aja kalau jatuh. Tapi coba aja kalau “tidak boleh”.. weits… langsung mulutnya menjeb-menjeb air mata menggenang dan kalau semakin tidak tahan dia akan menjerit sekeras-kerasnya (dan selama-lamanya). Waddduuh….

Dulu Tata sempat mengalami masa itu ketika kecil. Waktu itu aku sempat agak khawatir dengan karakter dasarnya, takut kalau dia tumbuh menjadi anak yang sulit diatur. Namun ternyata, begitu Tata bisa ngomong dan mengungkapkan apa yang dirasakannya, dia tak lagi menjerit ketika meminta sesuatu atau protes karena tidak boleh sesuatu. Alih-alih menjerit, Tata akan berargumentasi (cukup dahsyat menurutku berbanding dengan usianya).

Yah, semoga Duta pun kelak seperti itu ketika dia sudah mulai bisa mengkomunikasikan apa yang ada di dalam pikirannya. Semoga kelak ketika dia sudah bisa diajak diskusi dia tidak lagi gemas dan berteriak marah seperti yang terjadi siang ini ketika mas Aar keluar sebentar untuk membeli kertas, Duta yang biasanya selalu diajak bapaknya keluar jalan-jalan sontak langsung merasa “berhak” untuk pergi dengan bapaknya dan meronta keras ketika ditinggal. Sesungguhnya sih aku bisa ngerti, kalau merontanya itu adalah bentuk protesnya. Andai Duta bisa ngomong pasti dia mungkin akan pandai mencari argumen seperti kakak-kakaknya (yang memang sengaja kami bangun agar berani berargumentasi mempertahankan apa yang menjadi alasan dari perbuatannya)

Well my dear Duta.. makanya, cepet bisa ngomong dong nak.. biar nggak perlu gemes-gemes lagi ^_^

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.