Belajar Melalui Lagu

Belajar Melalui Lagu

Lagu bisa menjadi salah satu cara yang efektif dalam mengajarkan anak. Anda tidak perlu bisa bernyanyi untuk dapat mengajar melalui lagu.

Cara paling mudah adalah mengambil nada yang sering didengar dan sudah dikenal anak, kemudian mengganti kata-katanya dengan kata-kata Anda sendiri.

Sebagai contoh, lagu “Burung Kakatua”  yang diganti liriknya dengan:

Satu tambah satu
Sama dengan dua
Dua tambah dua
Sama dengan berapa???
*empaat (minta anak menjawab)

Tekdung tekdung tekdung
Yayayaya (kalau jawabannya benar)
Tekdung tekdung tekdung
Lah salah (kalau salah)

Tekdung tekdung tekdung yayayayaya
Ayo coba lagi

Contoh:
Belajar Melalui Lagu Kakak Tua (mp3)

Gunakan frase sederhana yang berulang. Biarkan anak “mengarang nadanya” sendiri. Tujuannya adalah membuat komunikasi melalui lagu. Misalnya:

Mana matamu
(ini mataku)
Mana hidungmu
(ini hidungku)

contoh lagu:

Atau

(dengan nada “Balonku Ada Lima”)

Siapa nama adik
(Tata)
Berapa umur adik
(Lima)
Di mana rumah adik
(cipinang)
Mari bertepuk tangan
(prok prok prok)

Pastikan Anda melakukan dalam suasana gembira, diselingi gerak tubuh dan tepuk tangan untuk membuat anak semangat.

 

Lagu-lagu anak yang lain:

Tulisan menarik lainnya

Share this post

3 thoughts on “Belajar Melalui Lagu”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.