Duta dan Kereta Api

chochotrainDuta itu suka sekali kereta api. Makanya kami antusias ketika ada acara Hop On Hop Off Cho Cho Train di Erasmus Huis beberapa waktu yang lalu.

Karena acara ini sebenarnya dikhususkan untuk Duta, maka Yudhis & Tata kami bebaskan untuk memilih mau ikut atau tidak. Tata tentu saja langsung minta ikut, karena kalau buat Tata yang penting jalan-jalan bersama bapak-ibunya, sedangkan Yudhis karena sudah remaja sekarang lebih sering sudah punya “rencana” sendiri untuk hari-harinya.

Kami berangkat sesaat setelah makan siang, acara Hop on Hop off Cho Cho Train ini sebenarnya adalah pameran sejarah kereta api di Indonesia. Agak terlalu berat untuk anak usia dini. Tapi mungkin karena Duta suka Kereta Api, jadinya dia tetap antusias dan senang.

Apalagi di arena luar pameran ada kereta api yang jalan setiap beberapa menit sekali. Ada peristiwa lucu saat kami menaiki ini, karena tidak tahu seberapa jauh kereta api ini akan berjalan, aku & beberapa orangtua yang menemani anaknya ikutan naik ke kereta api “mainan” ini. Memang tidak ada tulisan kalau orangtua dilarang naik, namun ketika kereta mulai bergerak masinisnya bilang. “Aduh, ini kereta pantes susah bener jalannya isinya bapak2 dan ibu2. Harusnya ini buat anak2.. hehe” Lhaaa kenapa nggak bilang?

Padahal si kereta api ternyata hanya muter-muter deket situ saja, jadi memang harusnya kami orangtua hanya di pinggir nonton anak2 naik kereta. Yaa, tapi kan namanya juga udah terlanjur.

20131017-074246.jpg

20131017-074305.jpg

20131017-074323.jpg

20131017-074336.jpg

20131017-074352.jpg

20131017-074404.jpg

20131017-074417.jpg

20131017-074428.jpg

20131017-074441.jpg

20131017-074452.jpg

***

Memang ketika anak menyukai sesuatu, walau materinya “berat” dia tetap antusias. Di ruang pameran, Duta terpesona dengan diorama kereta api serta koleksi kereta api mini dari zaman ke zaman. Duta menghubungkan apa yang dia lihat dengan film Thomas kesukaannya. “Ini Gordon, woow tracks, …”dst. Sementara Tata yang lebih besar banyak ngobrol dengan bapaknya membahas tentang pameran tersebut.

Puas melihat pameran, kami istirahat untuk minum sebentar di cafe kecil di Erasmus Huis sambil Duta mencoba berkenalan & ngobrol dengan pengunjung cilik lainnya yang juga suka Thomas.

Tulisan menarik lainnya

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

2 thoughts on “Duta dan Kereta Api”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.