LigaCaturCepat01a

Belajar dari Kekalahan

Setelah pada hari Sabtu menjadi juara ke-3 saat kompetisi Liga Catur Pelajar di Mangga Dua Square, hari Minggu Duta mengalami kekecewaan karena hanya mendapatkan peringkat 12 dalam Liga Catur Cepat Junior yang diselenggarakan oleh Jayakarta Muda Chess Club pada Minggu, 24 Februari 2018.

Liga Catur Cepat Junior diselengggarakan di Wisma Catur KONI DKI Jakarta, Jl Cempaka Putih.

Liga Catur Cepat Junior

Liga Catur Cepat Junior diselenggarakan oleh klub catur Jayakarta Muda Chess Club secara rutin. Turnamen catur ini biasanya diselenggarakan setiap hari Minggu di akhir bulan.

Peserta dalam turnamen catur cepat 15 menit ini dikelompokkan untuk Kelompok Umur 11, Kelompok Umur 15, dan Umum.

Dalam liga catur cepat ini, Duta masuk Kelompok Umur 11.

Refleksi Duta

Dari 5 putaran, Duta hanya berhasil memetik 3 kemenangan dan mengalami 2 kekalahan. Kekalahan pertama karena ketidakcermatan mengamati serangan lawan sehingga Duta kehilangan satu perwira. Kekalahan kedua karena kalah pengalaman dalam pertarungan end-game.

“Sebenarnya pertandingannya biasa-biasa saja, tapi aku kurang menguasai end-game. Aku pernah bertanding melawan Hasbi (lawannya) di Bekasi dan berakhir draw,” kata Duta mengomentari kekalahannya.

Dari pertandingan ini, perkembangan yang menarik dari Duta adalah dia semakin bisa mengendalikan dirinya. Walaupun matanya berkaca-kaca saat kalah dan kecewa, tetapi dia tak lagi menangis dan kecewa berkepanjangan.

Lesson Learned

Kemampuan mengendalikan diri saat kalah dan bangkit kembali adalah proses belajar yang sangat bermanfaat bagi Duta yang karakternya sangat kompetitif.

Sebagai pemain catur dan basket, Duta belajar untuk selalu mengingat salah satu quote yang terpampang di lorong Rockstar Gym Kasablanka.

“I’ve missed more than 9000 shots in my career. I’ve lost almost 300 games. 26 times, I’ve been trusted to take the game winning shot and missed. I’ve failed over and over and over again in my life. And that is why I succeed.” ~Michael Jordan

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.