Kompetisi para koki rumahan

Belajar Memasak dari MasterChef

Masterchef

Ini masih tentang tontonan dan kegiatan menonton yang merupakan salah satu kegiatan kami bersama anak-anak. Kami berlangganan TV kabel dan memperlakukannya sebagai investasi, bukan konsumsi. Dan agar investasinya berbuah manis, sesekali kami menonton bersama dengan anak-anak dan berdiskusi tentang tayangan yang kami tonton bersama.

Selain The Great Migration, tayangan yang kami tonton bersama adalah reality show “Masterchef” yang baru selesai tadi malam. Reality show ini tentang perlombaan memasak amatir, diikuti oleh peserta dengan berbagai latar belakang, mulai mahasiswa, guru, software engineer, pekerja konstruksi, dan lain-lain. Yang menjadi juri adalah Gordon Ramsay, Joe Bastianich, dan Graham Elliot.

Masterchef Judges

Selain menghibur, acara itu kami manfaatkan untuk memperkenalkan profesi cook/chef dan bagaimana etos kerja dengan bahasa sederhana kepada anak-anak. Misalnya, untuk menjadi seorang jagoan masak (masterchef), seseorang tidak hanya sekedar bisa memasak, tetapi ada standar-standar kualitas yang harus dimiliki.

Di edisi awal, kami belajar bersama bahwa untuk menjadi juru masak yang diperlukan bukan ketrampilan memasak, tetapi juga menguasai bahan dan menyiapkan bahan. Itulah yang kami lihat saat para peserta diminta untuk mengupas bawang satu keranjang dan yang kalah harus dieliminasi!

Suasana kompetisi para koki rumahan

Banyak hal kami pelajari dan diskusikan bersama tentang kerja keras, kreativitas, bagaimana bersikap ketika berada dalam tekanan, dan tentu saja tentang aneka bahan baku dan menu masakan.

Pelajaran terbanyak adalah dari komentar para juri terhadap masakan-masakan yang disajikan peserta. Bagaimana mereka mengomentari sisi-sisi kritis pada setiap jenis masakan menunjukkan bahwa ilmu tentang kuliner itu sangat luas dan menarik. Juga, pandangan mereka tentang teknik membuat masakan, salah satunya diungkapkan oleh satu juri (aku sudah lupa oleh siapa dan di episode yang mana): “kehebatan masakan itu 49% berasal dari ketrampilan (skills) dan 51% berasal dari hati (passion)”

**

Senang memperkenalkan dunia kuliner dan profesi kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

1 thought on “Belajar Memasak dari MasterChef”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.