duta-rockstargym2014

Olahraga dan kegiatan fisik anak

Di dalam proses homeschooling yang kami jalani, salah satu kegiatan yang sering kami lakukan dan menempati porsi cukup besar adalah kegiatan fisik dan olahraga.

Aku percaya, anak-anak itu nature-nya adalah bergerak, bukan duduk diam. Bergerak bukan hanya menguatkan tulang-tulang mereka yang sedang tumbuh. Aktivitas fisik dan olahraga pada anak terkait  erat dengan kebahagiaan (vitalitas) dan kecerdasan anak.

“Exercise boosts brain power.”
– John Medina penulis “Brain Rules”

***

Berkegiatan di Rockstar Gym

Proses kami memfasilitasi kegiatan fisik buat anak-anak berubah-ubah, tergantung kondisi.

Dulu, kami biasa menyempatkan diri untuk berjalan jalan sore hari di jogging track dekat rumah. Kegiatan itu kami lakukan hampir setiap hari. Sementara aku dan Lala berjalan mengelilingi lapangan, anak-anak berlarian dan berkejar-kejaran. Acara jalan sore itu biasanya diakhiri dengan senam, tiduran di rumput memandang langit, dan…. membeli susu segar pada abang susu yang biasanya mangkal di dekat jogging track.

Selain itu, ada masa anak-anak ikut klub renang Bina Taruna dan melakukan kegiatan berenang tiga kali seminggu.

Mulai awal tahun 2014 ini, anak-anak ikut klub kegiatan yang bernama Rockstar Gym. Rockstar Gym adalah klub kegiatan “all you can eat”, dengan membayar setiap bulan, anak-anak bisa mengikuti apapun kegiatan yang mereka sukai.

duta-rockstargym2014

Kami merasa beruntung mendapatkan informasi tentang Rockstar Gym ini dari Mella (makasih ya Mell…) pada saat masa promosi Rockstar Gym di Kota Kasablanka  (Kokas).

Karena dalam masa promosi, biaya keanggotaan kami di Rockstar Gym menjadi “relatif murah”. Anak pertama biayanya Rp 800rb, anak kedua Rp 200rb, dan anak ketiga Rp 50rb. Jadi total biayanya adl Rp1.050rb atau Rp 350rb/bulan.

Sebenarnya biaya total ini agak berat bagi kami. Tapi kalau dibandingkan dengan jenis dan jumlah kegiatan yang bisa diikuti oleh anak-anak, biaya per anak menjadi murah. Dengan biaya itu, anak-anak bisa puas berkegiatan macam-macam.

Kami kemudian memutuskan untuk tiga kali seminggu di Rockstar Gym. Yudhis ikut kegiatan gymnastic, parkour, tenis, taekwondo, basket, street jazz dan hiphop. Tata ikut kegiatan tenis, basket, wushu, gymnastic, parkour, cheerleader, dan yoga. Sementara itu, Duta ikut gymnastics, stage studio, rockjam, tenis, dan basket.

Bahkan, setelah lolos “audisi”, Yudhis sekarang masuk tim basket dan Tata masuk tim tenis dengan proses pelatihan yang lebih intensif.

Performance Week

Salah satu yang kusukai dari program Rockstar Gym adalah kegiatannya dibagi dalam term berjangka waktu 3 bulan. Di akhir term, ada performance week yang berisi proses evaluasi perkembangan belajar anak. Setiap anak mendapat “rapor” dari kegiatan-kegiatan yang diikutinya.

RockstarGym2a

Dalam performance week, setiap anak akan diminta menunjukkan kebolehannya di hadapan orangtuanya. Oleh karena itu, orangtua disarankan untuk hadir dan mendukung “performance” anak.

Berikut ini dokumentasi kegiatan basket dan gymnastik yang dilakukan Duta:

Duta berlatih gymnastik:

Duta berlatih basket:

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.