Duta-lego-angka

Belajar Kreativitas dengan Balok Lego

Sebagai stimulasi proses belajar kreativitas pada anak, satu hal yang paling sering kami lakukan adalah menyediakan materi-materi belajar yang bersifat “open ended”. Maksudnya, ketika anak melakukan kegiatan belajar, hasil akhirnya tidak bersifat tunggal, tetapi bisa bermacam-macam tergantung keinginan anak.

Contoh materi belajar kreativitas yang kami gunakan adalah aneka kertas (kertas putih, kertas origami, art paper, kertas sampul, dll), aneka pensil warna, spidol, kain velt, serta aneka balok, mulai balok kayu hingga balok lego.

***

Diantara materi belajar kreativitas yang disukai Duta adalah balok, baik balok kayu maupun lego. Duta suka membuat rumah, tangga, tower, dan kereta. Dari benda-benda yang dibuatnya itu, dia kemudian membuat cerita sendiri.

Dalam kegiatan belajar kreativitas, Duta kadang melakukannya sendiri. Tetapi, sering juga Duta melakukan kegiatan bersama Tata. Karena ada Tata yang kreatif, sadar atau tidak sadar Duta menjadi “terkatrol” ide-idenya kreativitasnya sebagai akibat melihat kegiatan yang dilakukan Tata.

Beberapa waktu yang lalu, Tata membuat aneka benda dari balok Lego. Tak mau kalah, Duta juga membuat benda-benda dengan balok Lego yang ternyata adalah bentuk angka, mulai satu hingga sembilan. Senang melihat proses belajar kreativitas yang dilakukan Duta.

Duta-lego-angka

 

 

Tulisan menarik lainnya

Share this post

1 thought on “Belajar Kreativitas dengan Balok Lego”

  1. Joice Siagian

    Lego tuh penemuan yang paling keren. Berhubung saya tidak kreatif, Nemo anak saya yang umur 4,5 tahun saya masukkan ke Kursus Lego. hasilnya selama 6 bulan luar biasa. Thanks Kang Aar saya dapat inspirasi untuk belajar angka dan huruf buat Nemo. Selama ini dia sih bikin bangunan, spaceship gitu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.