dokumentasi-keseharian-30-menit

Membangun Konsistensi: Dokumentasi Keseharian 30 Menit

Menjelang tahun baru 2017, mas Aar mengajakku untuk mulai mengaktifkan kembali kebiasaan kami mendokumentasikan keseharian anak-anak.

Bisa dibilang kami (baca: Lala), cukup dimanjakan dengan keberadaan Yudhis & Tata yang sudah bisa mendokumentasikan proses belajar mereka sendiri di blog masing-masing (duniayudhis.com & duniatata.com). Sementara Duta sudah didokumentasikan oleh mas Aar dengan cukup rajin di rumahinspirasi.com.

Dua tahun terakhir aku disibukkan oleh sebuah tanggung jawab yang membuatku hampir setiap hari keluar rumah, sehingga praktis waktu berjalan terlalu cepat dan mendokumentasikan proses anak sulit menjadi prioritas utama.

Untungnya, di tahun 2017 ini aku sudah bisa kembali sepenuhnya di rumah (super bahagia mode on). Jadi waktu mas Aar mengajakku untuk melakukan #30menit #dokumentasikeseharian proses belajar anak-anak di rumah. I am sooooo excited. Rasanya seperti pemanasan otot-otot yang mengendur akibat jarang olahraga, seperti menata kembali rumah berantakan yang ditinggal beberapa waktu.

Semoga proses pendokumentasian sederhana ini bisa memicuku untuk tambah rajin nulis di blog dan menambah tutorial di digitalmommie.com

Hari ini kami mulai dengan sebuah hal yang sederhana, yaitu merapikan rak buku yang ada di kamar tidur. Buku yang ada di rak ini adalah buku aktif yang dibaca oleh Duta setiap hari. Aku cukup terkejut ketika melihat Duta menggeser satu set buku koleksi Thomas & Friends untuk dipindah ke perpus besar.

Menjelang tahun baru 2017, mas Aar mengajakku untuk mulai mengaktifkan kembali kebiasaan kami mendokumentasikan keseharian anak-anak. . Bisa dibilang kami (baca: Lala), cukup dimanjakan dengan keberadaan Yudhis & Tata yang sudah bisa mendokumentasikan proses belajar mereka sendiri di blog masing-masing (duniayudhis.com & duniatata.com). Sementara Duta sudah didokumentasikan oleh mas Aar dengan cukup rajin di rumahinspirasi.com. . Dua tahun terakhir aku disibukkan oleh sebuah tanggung jawab yang membuatku hampir setiap hari keluar rumah, sehingga praktis waktu berjalan terlalu cepat dan mendokumentasikan proses anak sulit menjadi prioritas utama. . Untungnya, di tahun 2017 ini aku sudah bisa kembali sepenuhnya di rumah (super bahagia mode on). Jadi waktu mas Aar mengajakku untuk melakukan #30menit #dokumentasikeseharian proses belajar anak-anak di rumah. I am sooooo excited. Rasanya seperti pemanasan otot-otot yang mengendur akibat jarang olahraga, seperti menata kembali rumah berantakan yang ditinggal beberapa waktu. . Semoga proses pendokumentasian sederhana ini bisa memicuku untuk tambah rajin nulis di blog dan menambah tutorial di digitalmommie.com . Hari ini kami mulai dengan sebuah hal yang sederhana, yaitu merapikan rak buku yang ada di kamar tidur. Buku yang ada di rak ini adalah buku aktif yang dibaca oleh Duta setiap hari. Aku cukup terkejut ketika melihat Duta menggeser satu set buku koleksi Thomas & Friends untuk dipindah ke perpus besar. . L: "Lho kok dipindah?" D: "Ini buat anak kecil lain bu yang mungkin suka baca Thomas dan main-main dengan Thomas" L: "Tapi raknya jadi kosong?" D: "Nanti aku pilih dari perpus besar" . Waaaa, Duta benar-benar merasa sudah jadi anak besar. Walau aku lihat serial Mr Men masih tetap dia pertahankan. Hehehe… . #homeschooling #duta #hs8yo

A photo posted by Mira Julia (@lalamirajulia) on

L: “Lho kok dipindah?”
D: “Ini buat anak kecil lain bu yang mungkin suka baca Thomas dan main-main dengan Thomas”
L: “Tapi raknya jadi kosong?”
D: “Nanti aku pilih dari perpus besar”

Waaaa, Duta benar-benar merasa sudah jadi anak besar. Walau aku lihat serial Mr Men masih tetap dia pertahankan. Hehehe…

Share this post

1 thought on “Membangun Konsistensi: Dokumentasi Keseharian 30 Menit”

  1. mba lala, kayaknya seru juga ya mendokumentasikan kesehariian anak2 dan kegiatan kita selama seharian tadi, jadi semacam nulis buku diary… ( inget dulu waktu jadi gadis kecil hehehe )
    makasih idenya…. nyambung banget loooo

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.