rumahinspirasi

Wajah Baru Rumah Inspirasi 2013

Rumah Inspirasi yang lama
Rumah Inspirasi yang lama

Terus terang beberapa minggu terakhir kami kebingungan dengan website Rumah Inspirasi. Seperti yang sudah ditulis oleh mas Aar dalam posting sebelumnya, beberapa bulan yang lalu kami mulai mendapatkan peringatan dari tempat kami menyewa server.

Harusnya kami senang, karena ini efek dari lonjakan pengunjung yang datang ke rumah kami. Sudah sejak lama kami memikirkan suatu hari kami akan naik ke server yang lebih tinggi lagi. Jadi kami pikir mungkin ini saatnya untuk naik kelas. Tapi ternyata yang terjadi bukan hanya harus naik ke server yang kami tuju, tapi ke server di atasnya yang mahal sekali. Oh tidaak, kenapa bisa begitu?

Begitu mendapat kabar masalah, P3K yang kami lakukan pada waktu itu adalah menonaktifkan plugin yang terdeteksi memberatkan server serta menghapus plugin yang tidak kami perlukan. Ternyata itu saja tidak cukup. Masalah masih terus muncul. Backbone template ternyata terlalu rumit sehingga menciptakan banyak looping yang akhirnya mengganggu kinerja server ketika jumlah pengunjung melonjak.

Awalnya karena banyak pekerjaan yang sedang aku pegang saat ini, kami merencanakan untuk  merombak rumah kami akhir tahun. Ternyata seminggu yang lalu kondisi web kami makin parah hingga akhirnya web kami “dimatisurikan” oleh pemilik server sampai kami mampu menyesaikan masalah rumahinspirasi.

***

Kartu merah sudah keluar. Suka tidak suka ini saatnya merenovasi rumah kami. Untuk menghindari terbawanya aneka script & setting yang mungkin mengganggu, kami betul-betul memulainya dari scratch. Kami hanya mengekspor konten dan memulai dari kanvas putih. Di sinilah masalah dimulai 😀

Seperti yang teman-teman ketahui, aku dan mas Aar itu bedanya antara bumi dan langit, memiliki karakter yang sangat berbeda. Kami tumbuh dalam tradisi & latar belakang keluarga yang jauh berbeda, sehingga banyak hal yang menjadi kesukaan kami pun sangat berbeda. Sepertinya yang terjadi pada kami itu benar-benar opposite attraction yang sempurna. Kondisi ini sering menguntungkan karena dengan karakter & cara pandang yang sangat berbeda di antara kami. Setiap produk yang keluar dari kami itu pasti melewati diskusi yang alot, hingga kesannya seperti pekerjaan satu tim besar, padahal benar-benar hanya dikerjakan berdua.

Diskusi “berat” ini biasanya terjadi di awal proyek, tapi jarang sampai ribut karena seperti ada peraturan tak tertulis bahwa pemimpin dari diskusi itu adalah si pemilik proyek. Jadi kalau itu proyeknya mas Aar, maka sebagian besar keputusan ada di tangan mas Aar, begitu  pula sebaiknya. Tugas pasangan adalah memberikan masukan objektif dari kaca mata berbeda, tapi begitu pimpro bilang “kayaknya untuk proyek ini aku maunya begini”, berarti tugas pasangan adalah mendukung & menyempurnakan.

Nah, hal ini berbeda ketika kami mengeluarkan proyek bersama seperti yang terjadi dengan Rumah Inspirasi. Ternyata mendesain web ini sekian kali lebih rumit dari pada mendesain web klien. Karena di sini kami harus memadukan keinginanku yang sangat suka grafis yang hangat & gambar2 lucu (seperti karakter desain RumahInspirasi sebelumnya) dengan mas Aar yang ingin webnya clean seperti webnya Mashable, TechCrunch dan kawan2. Eng ing eng…

Terus terang hatiku sudah tertambat dengan desain Rumah Inspirasi yang lama. Sulit sekali untuk memikirkan desain yang lain, apalagi mas Aar meminta untuk kalau bisa kali ini desainnya lebih ringan seperti Mashable dkk tadi. Wuaaa, boneka beruangku mau ditaruh di mana? 🙁

steve_jobs_drinking_teaKalau kuingat kembali, diskusi kami kemarin benar-benar cukup seru & alot. Bayangkan dua orang keras kepala dengan keinginan jauh berbeda berusaha mendesain rumahnya bersama. Masing-masing punya selera furnitur yang berbeda, bisa-bisa rumah kami kosong melompong seperti rumahnya SteveJob yang memutuskan untuk tidak membeli furnitur apapun karena belum menemukan furnitur yang pas. Hehe..

Fakta bahwa kami saling mencintai ternyata menambah kerumitan. Awalnya kami sama-sama ngotot dengan selera masing-masing. Begitu melihat pasangan ternyata sama-sama mengeras akhirnya kami lempar-lemparan kemudi. Ya sudah, kita pakai desainmu aja | Nggak desainmu aja | Nggak papa, desainmu lebih baik | Jangan, desainmu lebih cocok untuk rumah kita… hohohoho. Ini adu legowo apa adu mutung? Nyaris aku berfikir jangan-jangan Rumah Inspirasi bakal mati beneran nih, karena kami tak kunjung menemukan titik temu.

Akhirnya mas Aar bilang mau keluar dulu beli cemilan sama anak-anak. Dan aku pun mulai mendesain sambil berusaha mencari titik temu antara keinginan mas Aar dan keinginanku.

***

Begitu mas Aar pulang & melihat desain awalku, dia berkata bahwa desain itu sama sekali tidak ada unsur “Lala”nya. “Itu rumahnya Aar” katanya. “Kita kembali saja ke desain yang lama aja, aku nggak mau kamu nanti jadi males menulis karena tidak suka dengan desainnya”. Walaupun aku sudah berkali-kali bilang, “Aku suka kok dengan desain ini”, tapi mas Aar berkeras supaya aku kembali ke desain yang lama. Buat mas Aar yang penting bikin desain yang membuatku bahagia. Nah lho bingung kan? Aku berusaha mendesain sesuatu yang sesuai dengan selera mas Aar, eeeh begitu jadi mas Aar malah memintaku mendesain sesuatu yang aku suka saja.  Kepusingan & keteganganpun berlanjut..

Setelah perjalanan yang cukup meletihkan (lebay…) sampailah aku pada desain yang saat ini teman-teman lihat, ini adalah desain pernikahan seleraku & mas Aar. Sebuah web yang minimalis tapi warna-warni. Minim grafis tapi tetap banyak cantik dengan display aneka foto (thumbnail) tulisan.

RumahInspirasi

***

Aku suka dengan desain ini, mas Aar juga, hasil laporan GTMetrix juga lumayan saja, page Speed Grade B (84%). Masih ada beberapa hal yang bisa kami benahi untuk menambah performa rumahinspirasi. Tapi paling tidak saat ini kami sudah bisa bernafas lega 😀

Untuk kenang-kenangan, ini adalah rekaman desain web kami sebelumnya. Terima kasih teman-teman yang sudah menemani proses perjalanan kami dari satu desain rumah inspirasi yang lain ke desain lainnya. Life’s a journey, not a destination.

RumahInspirasiLama-small

Template sebelumnya:


Tulisan menarik lainnya

Share this post

17 thoughts on “Wajah Baru Rumah Inspirasi 2013”

  1. Reni Puspitasary

    Tampilan nya tetap indah dan menentramkan Mb Lala. Walaupun Nailaanak saya agak sedikit kehilangan, karena biasanya jik ingin melihat se, gala sesuatu ttg Tata tinggal klik aja ( Naila seusia dg tata dan juga menyukai crafting ), sekarang gak ada lagi :D. Tapi Rumah Inspirasi selaku menjadi wen yang menginspirasi kami setiap hari. Terimakasih Mas Aar dan Mb Lala yang senantiasa mau berbagi. Semoga berkah beelimpah untuk Mas dan Mb Lala sekeluarga.

    1. Terima kasih mb Reni, untuk tautan menuju cerita tentang Yudhis-Tata-Duta, aku baru saja pasang menu di bawah slide mbak. Semoga bisa memudahkan 😀
      Yudhis - Tata - Duta

  2. Hari papanya anak-anak

    Hai,
    Selamat atas kerja komprominya. Terus terang saya lebih senang dengan versi ini. Sebagai web referensi atas pola homescholling dan cara mengajar dengan gunakan apps IT, saya perlu referensi yang mudah dimengerti dan tidak bertele-tele, lugas tanpa meninggalkan sisi manusiawi.

    Ada yang menurut saya (jika berkenan tentunya), dirombak supaya dibuatkan semacam menubar yang sistematis. Misalnya bar tentang pendidikan musik dibawahnya ada apps belajar musik, dsb.

    Anyway selamat dengan rumah baru yang lebih simple dan lebih murah.

    1. Terima kasih atas feedback-nya mas Hari. Untuk menubar, sampai saat kita kelihatannya kami belum mengarah ke sana. Mencari titik optimal memang selalu menjadi tantangan kita setiap hari dalam berbagai hal. Dan itu akan selalu berarti ada yang terpuaskan, ada yang tidak; ada yang suka, ada yang tidak. That’s life.. 🙂

  3. Heeiyy…..rumahnya bersih….selalu nyaman kalo baca disini…sebenarnya aku suka sama rumah yg dulu….lucuuuu….., Kata anakku rumah yg ini kesannya lebih modern

  4. Wajah baru rumah Inspirasi asyik kok, jadih lebih simpel dan lebih segar dengan suasana yang lain lagi hawanya. Tapi tetap membuat pengunjung betah berlama-lama, termasuk diriku.
    Mbak Lala, kalau bingung boneka beruangnya bisa kirim ke rumahku loh hehehe…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.