Pelajaran Belanja Ke Warung

toko“Pak, isi staplernya habis,” kata Yudhis suatu hari. Atau, “Pak, punya penggaris busur, nggak?”

Terkadang kegiatan di pagi hari dimulai dengan pertanyaan dari Yudhis dan Tata semacam itu. Pertanyaan itu adalah bagian dari proses mereka menyiapkan materi sendiri sebelum belajar.

Bagaimana kalau bahan atau alat belajarnya tidak ada seperti pertanyaan di atas? Mereka harus pergi ke warung sendiri untuk membelinya.

***

Ketrampilan berbelanja ke warung terdekat tadinya aku pikir sebagai kemampuan natural yang dimiliki anak-anak. Aku sendiri dulu tak pernah diajari proses itu, tapi tak masalah untuk membeli barang di toko.

Tapi setelah memperhatikan beberapa “anak kota” yang canggung, bahkan tak bisa membeli barang ke warung/toko, aku merasa bahwa ketrampilan itu perlu dilatih secara sadar pada anak-anakku. Soalnya, belanja (membeli) adalah sebuah ketrampilan hidup (life skills).

Banyak ketrampilan yang bisa dipelajari anak dari kegiatan berbelanja. Yang pertama, mereka belajar untuk berani pergi keluar rumah. Yang kedua, mereka belajar mengenai lingkungan dan berjalan dengan aman pulang-balik. Yang ketiga, mereka belajar berkomunikasi saat melakukan transaksi. Yang keempat, mereka belajar mengingat dan mencari barang yang akan dibeli. Yang kelima, mereka belajar matematika uang.

Proses ini kelihatannyan sederhana. Tapi kami merasakan hasilnya luar biasa. Anak-anak semakin percaya diri. Semakin lama, mereka semakin pandai berbelanja.

Dan manfaat dari kegiatan belanja itu bukan saja buat mereka, tapi juga buat seluruh keluarga. Yudhis bisa berjalan sendiri atau pergi bersama Tata dan Duta (yang artinya adalah kegiatan jalan-jalan bersama). Kalau di rumah sedang kehabisan telur, tinggal minta tolong ke Yudhis untuk jalan ke toko yang jaraknya kurang lebih 50 m dari rumah.

He..he… Ini adalah bagian dari program memberdayakan seluruh keluarga agar bisa saling menopang dan menguatkan.

Tulisan menarik lainnya

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.