TM #06 – Laci Kerja

Ternyata, cluttering benda-benda besar memang jauh lebih mudah dari benda kecil. Jika kemarin aku merasa seperti mendapat sebuah “kemenangan besar” dengan terangkutnya seabrek-abrek rongsokan dari taman samping, maka hari ini aku merasa agak mellow karena hanya mendapat setengah kantung kresek.

Target hari ini sebenarnya sederhana, 1 spot dari ruang kerja. Tapi ternyata hasilnya tidak sederhana. Pilihanku jatuh pada laci meja kerja. Tempat ini betul-betul kacau. Salah satu kebiasaan burukku adalah “memasukkan semuanya” ke situ. Apa aja, dari mulai bukti pembayaran, catatan resep, aneka kartu belanja sampai gunting kuku remeh temeh semuanya cemplung plung plung.

Hari #6 - Laci Kerja

Sementara laci meja mas Aar selalu rapih, laci mejaku hua hambur radul. Sejak awal mas Ar selalu bilang, “laci mejamu masukkan dalam daftar”. Iyaaa.. tapi terus aku tunda-tunda. Karena aku tahu pasti nggak mudah merapikan isinya.

Benerkan.. begitu mulai merapikan, hati menjadi mellow. Di dalamnya ada foto-foto jadul waktu SMA, aneka pernak-pernik, sampai surat cinta segala… huaaaaaa… gak kerasa tiba-tiba TEEEET TEEEET TEEEET. Sudah 15 menit dan aku tak dapat apa-apa. Hayyyyah…

Untungnya masih ada 15 menit beres-beres. Langsung tarik nafas panjang, ditemani lagu Fireworks berusaha sebaik-baiknya membuang dan mengurangi isi laci kerja. Dan lap-lap keseluruhan meja kerja. Lumayan lah.. bisa selesai sedikit sebelum bel 15 menit kedua berbunyi.

Hmm.. ternyata memilah berkas yang penuh dengan memori itu memang sulit. Dibuang sayang gak dibuang buat apa? Disimpen nggak ada gunanya, dibuang tapi tak rela… Jadilah, judulnya laci kerja masih bersambung. Untung pakai timer, kalau tidak pasti yang ada lagi-lagi bisa bongkar nggak bisa pasang (alias bongkar2 doang nggak beres2… hehehe)

Tulisan menarik lainnya

Share this post

3 thoughts on “TM #06 – Laci Kerja”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.