Cerita Keseharian tentang Homeschooling

HE PanduTahun 2010, ada buku baru homeschooling. Judulnya “Anakku tidak (mau) sekolah”, karangan Maria Magdalena. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU). Maria adalah praktisi home education (dia lebih suka menyebut HE dari HS), tinggal di Sidoarjo dan menjadi ketua support grup “Klub Sinau”.

Buku mengenai homeschooling ini menarik. Layak dijadikan referensi bagi keluarga yang tertarik dengan homeschooling.

Mengapa buku ini menarik? Dari sudut pandang saya selaku praktisi, setidaknya ada beberapa hal berbeda yang diungkapkan melalui buku ini.

Buku ini berbicara dalam perspektif praktis, bukan teori. Diceritakan dengan gaya bercerita, buku ini berkisah tentang pengalaman keluarga Maria & Iggy dalam menjalani homeschooling untuk Pandu (anaknya), mulai sejak awal pengambilan keputusan, sampai proses keseharian yang mereka jalani hingga hari ini.

Walaupun mengungkapkan cerita keseharian homeschooling, ada selipan teori-teori mengenali homeschooling di sana-sani. Jadi peminat homeschooling yang suka teori dapat melihat keterkaitan antara praktek homeschooling dengan teori pendidikan yang digunakan oleh Maria.

Salah satu tantangan dari penulisan tentang pengalaman nyata adalah kejujuran di dalam mengungkap realita. Terkadang, ada godaan untuk membuat realita lebih “rapi” dan “indah” yang membuat potret nampak lebih indah dari aslinya.

Maria -menurut penilaian pribadi saya- berhasil melewati godaan untuk tampil sempurna. Dia mengungkapkan dilema-dilema, juga kegagalan-kegagalan yang dialaminya, disamping tentu jejak-jejak keberhasilan yang membuatnya bertahan dan memilih homeschooling hingga saat ini.

Bagi peminat homeschooling, terutama yang ingin memulai homeschooling sejak anak usia dini, saya merekomendasikan buku ini sebagai salah satu referensi bacaan Anda.

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.