Menghindari Jebakan Kepasifan

writingSeberapa sering kita melihat anak-anak berangkat sekolah dengan kepala kosong tanpa gagasan mengenai apa yang akan dipelajarinya hari ini? Seberapa sering anak-anak pulang sekolah dan ketika ditanya apa yang dipelajari hari ini mereka tak bisa menjawabnya? Yang penting berangkat, yang penting hadir, yang penting duduk manis sambil menunggu bel sekolah berbunyi.

Sikap pasif adalah dampak sampingan dari model belajar yang berpusat pada guru/sistem dan mengabaikan peran aktif anak. Anak tak diperlukan untuk berinisiatif dan mengemukakan pendapatnya kecuali untuk hal-hal yang sudah ditentukan. Semuanya sudah diatur dan ditentukan, mulai apa yang dipelajari, bahannya apa, kapan dipelajari, dan bagaimana cara mempelajarinya.

Jika kita ingin mengurangi dampak kepasifan pada anak, salah satu caranya adalah dengan melibatkan anak dan melatih anak untuk berinisiatif tentang apapun yang menyangkut dirinya. Inisiatif dan pendapat anak berharga, serta didorong secara sadar.

Apa rencana hari ini? Apa yang sedang diminati dan ditekuni? Apa yang ingin dipelajari? Apa yang tadi ditonton (dilihat, dibaca, dilakukan, dsb)? Bagaimana ceritanya?

Kalau tak terbiasa, anak-anak cenderung tak bisa menjawab pertanyaan semacam itu. Tapi ketika pertanyaan semacam itu terus diulang dan diikuti dengan umpan balik (dipuji bila inisiatif, dibantu jika tak punya ide, disinsentif jika pasif, dsb), lama-lama anak akan mengerti apa yang diekspektasikan terhadap dirinya.

Dengan meningkatkan rasa kepemilikan dan keterlibatan terhadap kegiatan belajar, kita berharap anak-anak dapat menjadi aktif. Dengan mendorong anak untuk menjadi “tuan atas hidupnya sendiri”, kita berharap anak-anak terbiasa mengambil keputusan dan pada akhirnya membuat mereka menjadi anak-anak yang mandiri.

Tulisan menarik lainnya

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.