Belajar Piano

Tata Terpicu Belajar Piano

Belajar Piano

Setelah melihat dan ikut hadir dalam acara pentas pertama Yudhis di Sekolah Musik Yamaha, Tata tiba-tiba bersemangat. Kalau kakaknya belajar gitar, Tata ingin belajar piano.

Dia makin bersemangat ketika kami menjanjikannya untuk kursus piano di Yamaha tahun depan atau dua tahun lagi. Syaratnya dia rajin belajar dulu di rumah. Kebetulan ada keyboard di rumah yang bisa digunakan Tata untuk berlatih; juga ada buku “Step-by-step Piano Course the Fun Way” step 1 karya Dr. Geraldine Law-Lee.

***

Buku piano dan keyboard itu sudah ada sejak lama. Tata pun sesekali memakainya. Tapi selama ini dia belajar dengan suka-suka. Walaupun kami sudah memotivasinya, tetapi dia tetap masih belum tergerak untuk belajar.

Baru beberapa hari ini, dia bersemangat sekali belajar. Awalnya kami dorong dia untuk belajar dua atau tiga kali seminggu, setengah jam tiap latihan.

Ternyata, Tata lebih bersemangat. Beberapa kali mencoba, dia bisa menyelesaikan permainan satu lagu. Dia kemudian beralih ke lagu selanjutnya. Begitulah. Tata semakin menjadi-jadi semangatnya. Dengan durasi latihan sekitar 15 menit, dia beberapa mampir ke keyboard dalam satu hari. Kemarin, dia berhasil menyelesaikan latihan 3 lagu dalam satu hari!

Senang rasanya melihat semangat Tata. Ini seperti melihat api yang menyala karena terpantik. Kepada Tata, kami nyatakan rasa bahagia kami melihat semangat Tata.

Aku tidak mengira, paparan pada show musik anak-anak itu bisa sangat berpengaruh pada Tata. Jadi memang benar, tugas kita sebagai orangtua adalah memapar (mengeskpos) anak pada berbagai peristiwa yang menarik hati. Kita tak tahu mana yang akan berkesan pada anak. Tetapi sekali peristiwa menimbulkan kesan, dia dapat menjadi pemantik api yang menyalakan minat dan potensi dalam dirinya.

***

Setelah apinya terpantik, sekarang adalah waktu memelihara nyala api itu supaya tetap menyala.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.