The Sandwich

Reading A to Z Yudhis & Tata

Reading AtoZ level HUntuk belajar bahasa Inggris Yudhis dan Tata, kami menggunakan Reading A to Z. Materi ini adalah salah satu favorit kami.

Dengan sekali bayar, kami bisa mendownload seluruh materi yang berbentuk PDF. Materi itu kami print kapan pun kami butuhkan dan kami gunakan untuk anak-anak, mulai Yudhis sampai Tata, dan mungkin nanti Duta.

Pendekatan belajar dalam Reading A to Z adalah leveled reading. Anak-anak belajar membaca buku yang tingkat kesulitannya berjenjang, mulai yang sangat sederhana hingga kompleks. Bukunya bergambar sehingga disukai anak-anak. Tingkatnya mulai dari aa, kemudian A hingga Z. Di setiap judul, ada lesson plan, juga worksheet untuk mengecek pemahaman anak. Di akhir jenjang, ada lembar untuk menguji kemampuan anak pada level tersebut.

Saat ini, Yudhis sampai di level H. Di level ini, buku yang dibaca adalah sekitar 190 kata. Sementara Tata ada di level B dengan standar sekitar 40 kata per buku. Semua ini dicapai berkat ketekunan mereka membaca satu buku (hampir) setiap hari. Tanpa terasa, berkat buku-buku kecil itu mereka menapaki jenjang-jenjang proses belajar bahasa Inggris mereka.

The SandwichSebagai pelengkap proses belajar, Yudhis sudah belajar untuk menyiapkan buku sendiri; mulai memilih, mem-print, dan menjadikannya sebagai buku. Baru kemudian dibacanya. Satu paket bersama kegiatan membaca buku Reading A to Z adalah membuat mind map buku itu.

Hari ini, buku yang dibaca Yudhis adalah “Terrel Taste’s Buds”. Sementara buku yang dibaca Tata berjudul “The Sandwich”.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

8 thoughts on “Reading A to Z Yudhis & Tata”

  1. Salam kenal mas Aar..
    Wah..websitenya kereeen..jadi terinspirasi nih..!
    BTW, tata dan yudhis belajar membaca sejak umur berapa? dari awal mereka sudah dikenalkan dengan foreign language? sharing dong pengalaman awal mengajari mereka membaca..

    Hatur nuhun mas..

    1. Bunda Gaza,
      Kami jarang secara formal mengajarkan belajar membaca kepada anak-anak. Prosesnya terintegrasi dalam kegiatan sehari-hari dan menggunakan beragam media; flashcard, buku cerita, lagu, bermain, dsb. Yudhis dan Tata bisa membaca sekitar usia 4 tahun.
      Belajar bahasa Inggrisnya terutama mereka peroleh dari tontonan (tv). Setelah lancar membaca, sedikit demi sedikit kami mulai perkenalkan pada buku… ^_^

  2. Dear Mas aar… webnya sangat menginspirasi saya.. terima kasih utk mas Aar and Mba Lala yg sudah membuka mata dan pikiran saya tentang homeschooling, sudah 2 hari ini full saya membaca artikel demi artikel dari blog ini.. saat ini saya sedang mengajarkan membaca dlm bhs inggris utk anak sy Kay (4thn) yang saya mau tanyakan :
    1. apa bedanya readinga-z.com dan raz-kids?
    2. persyaratan harus bisa membaca, bagaimana dengan anak sy yang sedang dlm proses membaca dalam arti kata belum terlalu lancar, apa bisa mengikuti salah satu program diatas?
    tx

    1. Mbak Retno.
      1. Reading A to Z itu materinya di-print, kalau Raz Kids itu animated-books (online).
      2. Kalau belum lancar, sebaiknya menggunakan materi2 yg lebih ringan dan banyak animasinya. Yg lebih penting itu membangun kesenangan anak belajar, daripada content-nya. 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.