intisari

Liputan Majalah Intisari tentang Homeschooling

Majalah Intisari edisi Maret 2014 membahas tentang homeschooling atau sekolahrumah. Sampul depan Intisari itu bergambar anak kecil yang bersimpah di meja sambil membelakangi pintu yang terbuka, dengan dinding seperti papan tulis berwarna hijau bertuliskan: Homeschooling, Rahasia Sukses Sekolah di Rumah.

Sebagai laporan utama, homeschooling dibahas cukup panjang lebar oleh Majalah Intisari. Bahasannya hingga 24 halaman. Lumayan panjang untuk menjadi sarana belajar dan mengenalkan homeschooling bagi masyarakat luas. Tema yang dibahas mulai pengertian homeschooling, proses kegiatan dalam homeschooling, biaya, pro-kontra, dan isu yang selalu mencuat dalam pembahasan homeschooling: sosialisasi!

Dua tokoh publik yang sekaligus praktisi homeschooling yang dibahaskan dalam Majalah Intisari adalah Julian Assange (Wikileaks) dan praktek homeschooling yang dijalani keluarga KH Agus Salim.

Untuk kasus di Indonesia, sampel keluarga homeschooling yang diliput di Majalah Intisari ini adalah keluarga mbak Moi Kusman dan keluarga kami. Di keluarga mbak Moi ini, semua anaknya menjalani homeschooling. Dua diantaranya sudah kuliah di Universitas Indonesia dan sekarang hampir lulus. Sedangkan yang bungsu menjalani homeschooling tingkat SD.

***

Menurutku, secara garis besar materi homeschooling yang dibahas dalam Majalah Intisari ini cukup lengkap dan cukup praktis. Satu yang kusuka, sudut pandang mengenai homeschooling ditulis dengan benar: bahwa homeschooling adalah keluarga. Majalah Intisari menuliskannya dengan sangat jelas dalam judul di bagian dalam: “Homeschooling itu Keluarga, Bukan Lembaga.”

Salah satu esensi yang membedakan antara homeschooling dengan sekolah adalah: kalau kita memilih sekolah, maka kita mempercayakan/menitipkan anak kita pada sistem & profesional (guru/pengelola) sekolah. Sementara itu, dalam homeschooling, orangtua menjadi penanggung jawab dan mengelola sendiri proses pendidikan, baik secara mandiri atau menggunakan jasa luar untuk bagian-bagian tertentu dalam rancangan proses pendidikan yang dijalaninya.

Tentu saja, artikel tentang homeschooling di Majalah Intisari ini tidak murni dengan sudut pandang praktisi/keluarga homeschooling. Ada juga komentar orang-orang yang melihat homeschooling dari kejauhan, seperti pengamat pendidikan dan psikolog. Tak semua sudut pandang keluarga homeschooling diterima begitu saja.  That’s life. Selalu ada setuju dan tidak setuju. Dan setiap kita bebas menentukan posisi sikap kita masing-masing tanpa harus merasa tersinggung dengan orang lain yang berbeda pendapat dengan kita.

Bagi orangtua yang ingin mengenal homeschooling atau mengenalkan homeschooling pada keluarganya, Majalah Intisari edisi Maret 2014 ini bisa menjadi pintu masuk yang lumayan bagus.

intisari

Share this post

3 thoughts on “Liputan Majalah Intisari tentang Homeschooling”

  1. wah mantab, jadi harus beli majalahnya nih rupanya. saya kebetulan sedang mencari2 alasan yang tepat untuk menyelenggarakan homeschooling buat anak, dan bagaimana caranya, jika memang homeschooling pada akhirnya nanti akan kami pilih

    terimakasih ulasannya dan salam kenal

  2. Mohon informasi untuk mendapatkan majalah intisari edisi maret 2014, saya ingin mendalami pengalaman pelaku dalam majalah tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.