tanamjamur

Belajar Bertanam Jamur dengan Growbox

Banyak cara untuk belajar. Salah satunya adalah melalui pengalaman langsung yang dialami anak. Dan itu biasanya sangat efektif dan berkesan pada anak.

Beberapa waktu terakhir ini, kami ingin menghadirkan pengalaman bertanam jamur kepada anak-anak. Awalnya terkesan dengan foto mbak Anna Farida di Facebook tentang bertanam jamur. Terus kemudian tahu Growbox dari salah satu komentar. Dan jadilah aku melihat-lihat Growbox dan tertarik mencobanya untuk anak-anak.

Pertama kali melihat Growbox, aku langsung suka. Suka dengan idenya yang sederhana, packaging-nya, dan tentu saja konsepnya.

Growbox adalah edible growing mushroom kit atau sebuah kotak berisi bibit jamur tiram yang didesain untuk dibudidayakan oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Dengan Growbox, kita dapat merasakan pengalaman memiliki kebun jamur tiram sendiri.

Menurut petunjuknya, cara bertanam jamur di Growbox sangat mudah. Setelah segel dibuka dan media tanam disayat, semprot Growbox dengan air biasa 2-3x sehari. Tidak perlu terlalu banyak air, cukup lembab saja. Simpan growbox di tempat yang teduh jangan terkena sinar matahari langsung karena jika terkena sinar matahari langsung, media tanam Growbox akan kering.

Melihat foto-foto jamur tiram yang tumbuh-berkembang itu kelihatannya asyik sekali. Anak-anak pasti suka.

growbox

***

Saat kotak Growbox datang dari Bandung beberapa hari yang lalu, rasanya senang sekali melihat kotak-kotak cantik berisi benih jamur tiram itu. Yudhis dan Tata langsung excited begitu tahu kiriman Growbox itu. Duta juga tak mau ketinggalan, dia mau ikut bertanam jamur juga seperti kakak-kakaknya.

Setelah membuka, memberi nama, anak-anak menyemprot baglog jamurnya dengan bersemangat. Kami kemudian menyimpan Growbox di kamar belakang yang kosong dan agak lembab.

Nah, sekarang Yudhis, Tata, dan Duta punya rutinitas baru, yaitu menyemprot jamurnya. Mereka menyemprotkan air tiga kali sehari, usai sarapan, makan siang, dan makan malam.

Menurut petunjuk Growbox, dalam waktu 2-4 minggu jamur tiram itu akan mulai tumbuh. Tapi menurut pengalaman pengguna Growbox, ada yang baru setelah 2 bulan jamurnya tumbuh. Jadi, kelihatannya banyak faktor yang mempengaruhi seperti kelembaban dan kualitas benih yang ada di baglog.

Buat Yudhis dan Tata, selain menjadi sarana belajar tentang jamur, kegiatan bercocok tanam jamur melalui Growbox ini juga menjadi sarana untuk belajar tentang kesabaran.

tanamjamur

***

Produk Growbox saat ini ada 3 macam jamur tiram, yaitu putih, kuning, dan pink. Setiap jenis jamur memiliki harga yang berbeda-beda.

Bagi teman-teman yang tertarik membeli Growbox, silakan kontak langsung saja dengan Growbox. Kami hanya suka idenya, tapi kami tak menjual produk Growbox. Pertanyaan juga silakan langsung ditujukan kepada mereka.

Web Growbox: http://halogrowbox.com/
FB Page Growbox: https://www.facebook.com/growboxbdg
Email Growboxhalogrowbox@gmail.com

 

Tulisan menarik lainnya

Share this post

21 thoughts on “Belajar Bertanam Jamur dengan Growbox”

  1. sayyeda zaenab

    Menarik…saya di nusa tenggara barat
    Apakah saya bisa memesan ?
    Bagaimana carax?
    Mengingat saya jauh diluar pulau…

  2. Assamu’alaikum,

    teman teman, pemesanan GrowBox (Kotak Jamur) bisa dilakukan melalui kami di http://www.facebook.com/KotakJamurku

    Harga resmi untuk 1 buah GrowBox ialah Rp. 40,000. Untuk pertanyaan mengenai Kotak Jamur bisa di tulis di dinding Facebook kami ataupun PM (Personal Message).

    Untuk sementara proses pengiriman sedang kami liburkan hingga 4 Agustus, tetapi seluruh pertanyaan dan pemesanan masih akan kami layani.

    Semoga membantu 🙂

  3. Wahyuni Rahayu Leonita

    Saya sangat ingin budidaya jamur tiram growbox ini…gimana cara mendptkan bibitx dan berapa hrg satu kantong bibitx kmdn min pesan berapa?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.