sekolah

Antara belajar dan bersekolah

Dunia pendidikan kita adalah dunia sekolah. Belajar selalu diidentikkan dengan sekolah. Yang dinamakan belajar itu yang bersekolah. Kalau tidak bersekolah berarti tidak belajar. Itulah pemahaman mainstream yang dianggap sebagai kebenaran pada saat ini.

Akibatnya, makna belajar menjadi menyempit. Belajar diidentikkan dengan bagaimana sekolah diselenggarakan. Jadi, yang disebut belajar itu ada jam khususnya, antara jam 7-12. Belajar itu tentang mata pelajaran, kalau bukan tentang mata pelajaran bukan dinamakan belajar, tetapi sekedar hobi. Belajar itu harus duduk diam mendengarkan penjelasan guru; kalau menonton Great Migration di NGC atau mengoprek alat elektronik, itu bukan belajar tetapi hanya mengisi waktu luang. Belajar itu harus keluar rumah dan di gedung tertentu; kalau membuat masakan di rumah itu bukan belajar, tapi membantu pekerjaan orangtua.

Halah…. menyedihkan. Tapi begitulah kira-kira potret pandangan umum tentang belajar yang sudah dirancukan dengan sekolah.

**

Padahal, belajar jauh lebih luas maknanya daripada bersekolah. Sekolah hanyalah salah satu bentuk dan model belajar. Tetapi, belajar itu sendiri tak identik dengan sekolah. Yang wajib itu adalah belajar, bukan sekolah.

Oleh karena itu, tantangan besar kita adalah mengembalikan keluasan makna belajar. Belajar bisa apa saja (yang diminati), belajar bisa dilakukan di mana saja (yang disukai), belajar bisa terjadi kapan saja (diinginkan), belajar bisa dari siapa saja (yang mencerahkan).

Itulah pendidikan sepanjang hayat, kehidupan yang menjadi ruang belajar sekaligus proses belajar.

Bisakah kita?

Tulisan menarik lainnya

Share this post

2 thoughts on “Antara belajar dan bersekolah”

  1. saat anak-anak akan ke pasar jam 8 pagi, tante saya bilang ” ngapain ke pasar pagi2, malu-maluin aja. yang lain ke sekolah kalian ke pasar”. Padahal mereka ke pasar pun akan belajar. (suatu pengalaman)

    1. iya mbak… padahal banyak sekali yg bisa dipelajari dari kegiatan belanja ke pasar (kalau memang diniati sbg proses belajar). Sementara yg pergi ke sekolah mungkin juga sebenarnya tidak belajar, hanya sekedar menjalani rutinitas yg harus dilakukan.. ūüôĀ

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.