Duta Belajar Menulis

Belajar Menulis

Menikmati proses perkembangan anak dari ke hari adalah sebuah hal yang berharga buat kami selaku orangtua.

Walau anak sudah tiga, tapi setiap anak itu unik dan mempunyai “waktunya” masing-masing. Kecepatan setiap anak berbeda, kami berusaha untuk tidak membandingkan antara satu anak dengan yang lainnya. Misalnya kenapa waktu Yudhis umur segini sudah bisa ini kenapa Tata belum atau sebaliknya Tata sudah bisa ini umur segini kenapa Yudhis/Duta belum dan seterusnya. Tidak mudah, apalagi kalau jarak perbedaan kemampuan di antara mereka sangat jauh.

Seperti yang terjadi pada Duta di usianya menjelang 3 tahun yang masih terasa “baby”. Duta itu iriiiit banget ngomongnya. Kadang kami merasa bukan karena dia tidak mengerti tapi lebihkarena dia memang “malas” saja ngomong. Sulit buatku untuk tidak membandingkan dengan teman2 sebayanya yang sudah berkicau riau di usianya.

Kemarin, sewaktu aku dan mas Aar hendak membuat jadwal dwimingguan kami di papan tulis, tiba-tiba Duta datang dan mau ikutan menulis. Ternyata, dia suka sekali menulis dengan spidol. Selama ini media yang kami berikan kepadanya memang hanya pensil dan krayon (serem deh rasanya ngasih anak kecil spidol…. bisa berabe bersihinnya).

Begitu Duta pegang spidol (mungkin karena enak, tebal, jelas, mudah menulisnya), semangat menulisnya seperti meluap-luap dan dia seperti anak yang “tercerahkan”. Tiba-tiba dia bisa menulis aneka huruf dan angka di papan tulis. Beruntung momen ini sempat kami abadikan.

Ini menjadi semacam peringatan dari Tuhan buatku untuk selalu sabar menanti datangnya waktu kembang tiap anak, karena bagai tanaman, bila disirami dengan baik niscaya dia akan berbunga. Walau entah kapan waktunya 🙂

Tulisan menarik lainnya

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

7 thoughts on “Duta Belajar Menulis”

  1. Wahhh…dua acungan jempol untuk Duta 🙂
    Benn juga begitu, kalau dikasih pensil warna / spidol kecil untuk nulis diatas kertas, seringnya dia buat “Mie Ayam Bawang”, tapi begitu dapat Aquadoodle (pulpen airnya besar dan tebal), juga jadi rajin belajar menulis dengan menyambungkan titik titik 🙂
    Semangat belajar terus ya Duta ^_^

    1. Setuju mbak Metta. Aku rasa anak usia dini memang suka dengan alat tulis yang besar, jelas dan mudah (tidak perlu tenaga ekstra untuk menulis). Mungkin karena motorik tangannya masih taraf perkembangan 🙂

  2. hahaha … pinternya … smua ada waktunya yak mba. Anakku juga bicaranya masih belom jelas di usia 2.5 tahun 🙂 tp iya setuju, smua ada waktunya 🙂

    1. Iya mbak… salah satu bentuk kejatuhan kita sebagai orangtua (menurutku) adalah ketika kita mulai membandingkan satu anak dengan anak lainnya. Mencari parameter tidak masalah, yang bermasalah adalah ketika itu sampai membuat kita memaksa anak untuk tumbuh lebih cepat.

  3. Duuh baca komennya mba Lala ttg tiap anak punya masanya, saya jd merasa bersalah sama anak saya krn saya sering memaksakan, terkadang minder sama org2 krn anak saya g seperti anak kebanyakkan. Anak saya sempat speech delay, walo skrg udh mendingan yg msh ketinggalan itu echolalianya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.