Proses Tata menjadi pembelajar mandiri - membuat kue sendiri

Proses Belajar Mandiri – Buat Kue Sendiri

Belajar Mandiri menjadi salah satu “mata pelajaran” penting dalam proses pendidikan anak-anak kami. Proses ini tidak instan, butuh waktu & kesabaran untuk membuat proses ini berjalan mulus. Orientasinya jangka panjang, tidak dalam hitungan hari, minggu atau bulan, tetapi bertahun-tahun.

Proses untuk mendidik anak belajar mandiri biasanya dilakukan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan sedikit, kecil, tapi berulang. Buahnya tak bisa langsung dipetik. Tapi setiap kali proses ini berbuah, manis sekali rasanya.

***

Seperti yang terjadi pada Tata, untuk membuat kue kesukaannya dia kini semakin mandiri. Ada titik-titik dimana kami masih membatasi, seperti menggunakan hand mixer, oven atau pun benda-benda berbahaya lain. Tapi di luar itu Tata semakin lama semakin mandiri.

Siang ini,  Tata mendekat padaku sambil menyodorkan kertas berisi resep Chocolate chip Cookies. “Aku coba ya bu?”.

Biasanya proses ini berlalu begitu saja dan aku sering menyesal karena tidak mendokumentasikannya dengan baik. Bagaimana pun juga ini adalah sebuah anak tangga proses belajar mandiri bagi Tata. Akhirnya kemarin aku berusaha untuk mendokumentasikannya.

***

Berawal dari ngobrol-ngobrol setelah makan siang, Tata bilang ingin bikin kue. Aku jawab, silakan kamu pilih saja resep yang kamu suka di internet yang kamu rasa bisa membuatnya sendiri. Kebetulan, aku sedang ada deadline pekerjaan sehingga kemungkinan besar tidak bisa membantunya secara penuh.

Tata kemudian browsing sendiri lalu menemuiku dengan selembar kertas berisi resep yang dia salin dari hasil buruannya. Setelah aku menemaninya mencari materi kue di dapur, dia kemudian menimbang sendiri satu persatu bahan pembuat kue.

Inilah hasil timbangan Tata. Karena kami sekeluarga tidak terlalu suka manis, maka semua ukuran gula dikurangi separo. Choc chip juga hanya ada separo, jadi setengahnya lagi diganti dengan coklat masak.

Setelah itu Tata merasa perlu menonton ulang cara pembuatan kue tersebut di Youtube, “Supaya aku makin yakin bu,” katanya. Sambil menonton di Youtube, Tata menuliskan step by step prosesnya.

Karena kami hanya punya hand-mixer, jadi urusan mixing Tata masih dibantu aku atau bapaknya. Tapi selebihnya sudah bisa dia lakukan sendiri.

Sisa adonan disimpan di kulkas untuk dipanggang kapan pun Tata ingin makan kue lagi.

Proses terakhir adalah memasukkan adonan ke oven. Untuk proses ini, kami masih belum mengizinkan Tata melakukannya sendiri, jadi aku yang membantunya memasukkan loyang ke dalam oven yang panas. Tapi proses yang lain, mulai mengatur suhu,  “menjaga” oven, sampai memindahkan kue yang sudah matang ke rak pendingin dilakukan oleh Tata.

 

Akhirnya kue Tata selesai dan… saatnya jalan sore!!

Hampir setiap hari, aku dan mas Aar selalu menyempatkan untuk menemani anak-anak jalan sore ke lapangan dekat rumah. Dengan bahagia Tata membawa kue hasil buatannya untuk menemani jalan sore kali ini.

Tulisan menarik lainnya

Share this post

3 thoughts on “Proses Belajar Mandiri – Buat Kue Sendiri”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.