Science

Pengajaran Sains Anak-anak

Kemampuan sains yang perlu dimiliki anak-anak bukanlah menghafalkan fakta-fakta yang terkait dengan sains. Pengajaran sains bukan pula tentang menguasai teori dan rumus-rumus yang digunakan untuk menyelesaikan soal ujian.

No… bukan itu aspek terpenting di dalam pengajaran sains untuk anak-anak.

Yang penting dalam pengajaran sains bagi anak-anak adalah tumbuhnya keingintahuan, kesenangan untuk mengamati dan mengeksplorasi sekitarnya, serta ketrampilan yang terkait dengan sikap seorang peneliti (saintis) yang baik.

Berikut ini beberapa kemampuan sains yang perlu dikuasai anak-anak. Kategori ini aku dapatkan dari wall status bang Muzi Marpaung,  pendiri Rumah Sains Ilma yang sangat senang berbagi pengajaran sains untuk anak-anak.

  • Observing: terbuka hati dan pikiran untuk mengamati segala sesuatu yang ada di sekitarnya dan menarikperhatiannya.
  • Measuring: mengukur/kuantifikasi obyek yang diamati dan menggunakan satuan yang sesuai.
  • Comparing and contrasting: memperbandingkan antara satu obyek/fakta dengan yang lainnya; mencari persamaan dan perbedaannya.
  • Classifying: mengelompokkan obyek-obyek dalam kelompok tertentu berdasarkan kesamaan-kesamaannya.
  • Identifying variables: mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi nilai/perilaku sebuah obyek tertentu.
  • Creating models: membuat model untuk menyederhanakan realitas yang diamati.
  • Generalizing: membuat generalisasi berdasarkan pola-pola yang ada.
  • Inferring: mengambil kesimpulan berdasarkan pengamatan dan logika.
  • Predicting: membuat prediksi berdasarkan pola dan pengamatan yang diketahui.
  • Gathering and organizing data: mengumpulkan dan mengolah data hasil pengamatan.
  • Interpreting data: memaknai dan menginterpretasikan data yang sudah dikumpulkan.
  • Making decisions: membuat keputusan berdasarkan informasi yang dimiliki.
  • Manipulating materials: memanipulasi bahan.
  • Communicating: menyajikan presentasi secara lisan, tulisan ataupun melalui grafik dari pengamatan yang dilakukan

(Catatan: pengertian dari kategori-kategori itu sebagian besar adalah hasil interpretasi dan pemahaman pribadiku)

Tulisan menarik lainnya

Share this post

2 thoughts on “Pengajaran Sains Anak-anak”

  1. Memang seharusnya pembelajaran sains bukan CBSA pasif atau D4 ( Catat Buku Sampai Habis/Datang, Duduk, Dengar Diam). Tetapi harus sering melakukan percobaan seperti thomas alva edison kecil sehingga ia menjadi orang sukses, dan untuk itulah saya menjual percobaan sains sederhana di situs profesorcilikwordpress.com percobaansainsseru.blogspot.com. hal ini sengaja supaya anak indonesia berani mencoba, tidak mudah menyerah dan mau bekerja keras.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.