01- rekaman

Belajar membuat iklan di Studio 25

Rekaman Iklan Radio

Hari Jumat (3/11) kemarin Yudhis, Tata bersama teman-teman homeschooling yang lain berkegiatan dan belajar bersama. Kegiatannya adalah belajar membuat iklan radio di Studio 25, yang letaknya di Jl. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Kegiatan ini difasilitasi oleh tante Utamy dan om Tri, pemilik Studio 25.

Studio 25 adalah studio pembuat iklan, baik untuk radio maupun TV. Studio ini sudah banyak mengerjakan iklan dari perusahaan-perusahaan besar seperti Unilever, Astra, dan sebagainya. Om Tri, pemilik studio ini, sudah lebih dari 30 tahun malang melintang dengan pengalaman beliau di dunia periklanan. Jadi, anak-anak kemarin mendapatkan sebuah keberuntungan besar; belajar di tempat yang tepat dan langsung dari ahlinya.

Terima kasih tante Utamy dan om Tri atas kesempatannya… 🙂

**

Om Tri cerita tentang proses membuat iklan radio dan TV

Studio itu tak besar. Terletak di sebelah kediaman pribadi Wapres Budiono, ada 2 ruang studio yang aktif digunakan untuk rekaman dan pembuatan iklan. Dari sinilah banyak iklan-iklan besar yang terlahir dari tangan-tangan kreatif yang memproduksinya.

Di awal sesi, Om Tri menjelaskan kepada anak-anak dan orangtua mengenai profesi talent dan proses pembuatan iklan. Profesi ini membutuhkan manusia dengan beragam jenjang umur, termasuk anak-anak. Satu kali pengambilan iklan yang hanya sebentar saja, anak-anak bisa mendapatkan “uang saku” Rp. 400 ribu-700 ribu, tergantung kerumitannya. Wah… para orangtua langsung bersemangat begitu tahu informasi ini, hahahaha…

Mempelajari scipt iklan

Om Tri kemudian membagikan contoh-contoh scipt dan memutarkan hasilnya sehingga anak-anak dan semua orangtua lebih meresapi kegiatan ini.

Setelah itu, anak-anak langsung belajar membuat iklan.  Anak-anak kemudian bergantian rekaman. Mereka mempelajari script yang diberikan dan kemudian langsung melakukan rekaman. Satu dua kali rekaman masih kikuk, lama-lama anak merasa nyaman dan bisa melakukan rekaman dialognya dengan lebih natural. Setelah itu, anak-anak jadi ketagihan mau rekaman lagi.

Bergantian rekaman iklan

Selesai rekaman satu script, mereka bergantian dengan temannya. Setelah selesai satu putaran, mereka mencoba rekaman iklan dengan script yang lain. Lumayan, dalam proses belajar ini satu anak rata-rata bisa mencoba rekaman 2-3 iklan.

**

Bermain usai rekaman

Tak butuh proses lama buat anak-anak untuk menyatu bersama teman-temannya. Walaupun lama tidak bertemu atau baru berkenalan, mereka sama sekali tak mengalami masalah.

Selesai rekaman, anak-anak langsung bermain bersama. Mereka berkejar-kejaran dan main petak-umpet bersama.

**

Foto bersama sebelum pulang

Kegiatan belajar ini berlangsung sekitar 2 jam, mulai pukul 13.30-15.30. Hasil dari kegiatan ini ada rekaman iklan yang dilakukan anak-anak. Tapi karena butuh proses mengolah, materi iklan itu tak bisa langsung jadi dan dibawa pulang. Kami menunggu materi itu selesai diolah. Mudah-mudahan materinya bisa segera diupload sehingga teman2 yang datang bisa mengambil atau mendengarkannya.

**

Terima kasih sekali lagi kepada tante Utamy dan om Tri yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Terima kasih kepada om Tri yang sangat sabar membimbing dan memandu anak-anak untuk belajar rekaman. Terima kasih juga kepada semua teman yang telah hadir dan ikut belajar bersama.

Teman-teman, kapan-kapan kita belajar bersama lagi, ya?

Foto bersama para guru. Terima kasih ya Om atas ilmu dan pengalamannya...

Dokumentasi foto kegiatan bisa dilhat di SINI

Tulisan menarik lainnya

Share this post

4 thoughts on “Belajar membuat iklan di Studio 25”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.