tata-suara-anak

Tata, Suara Anak dan Adobe Ideas

Bahagia rasanya, Tata (9th) mendapat kesempatan untuk berbicara di acara Bincang Pendidikan Indonesia dalam sesi Suara Anak. Suara Anak adalah forum yang diselenggarakan oleh Takita untuk memfasilitasi anak-anak agar bisa menceritakan minat dan bakat yang ditekuninya sehingga bisa menginspirasi anak-anak lain maupun para orangtua. Suara Anak kali ini adalah acara yang kedua, diselenggarakan pada Sabtu, 18 Mei 2014 di Universitas Siswa Bangsa Internasional, bekerjasama dengan Bincang Edukasi.

***

Aku dan mas Aar bergantian menemani Tata dalam persiapannya. Bersama mas Aar, Tata melakukan diskusi poin-poin apa yang akan Tata bawakan dalam sesi Suara Anak nanti. Bersamaku, Tata membahas bentuk teknis presentasi seperti apa yang ingin Tata sajikan dalam sesi Suara Anak.

Dari hasil ngobrol dengan bapaknya, Tata akhirnya memutuskan untuk bercerita prosesnya belajar menggambar. Bagaimana evolusinya dari senang coret-coret di kertas, melihat tutorial di internet, sampai mencoba menggambar dengan aplikasi di iPad dan ikut kursus menggambar secara online, hingga akhirnya menemukan karakter menggambar (chibi) yang disukainya.

Bersamaku, Tata merancang tampilan presentasinya. Bisa dikatakan Tata jadi klienku hari itu. “Aku mau begini bu, bagaimana kalau begini? Jangan yang itu bu, ini saja.” lumayan cerewet juga klien yang satu ini. Hehehe 😀

Sehari sebelum acara, Tata dan teman-teman presentan anak lain berkumpul untuk latihan & briefing acara.

Berikut adalah video aksi Tata di acara Bincang Pendidikan Indonesia sesi Suara Anak:

***

 

Acara Suara Anak menjadi ajang latihan Tata belajar berani tampil di hadapan sekitar 200 orang dewasa. Waktu aku tanya “Bagaimana tadi? deg2an nggak?”. Tata tertawa saja sambil berkata “Ya, nggak terlalu sih. Cuma tadi agak salah-salah ngomong aja.  Lupa kalau audiencenya orangtua”. hehe..

tata-suara-anak

***

Pengalaman mengikuti acara Suara Anak ini membetikkan semangat pada Tata untuk mendokumentasikan prosesnya menggambar dengan video. Apresiasi yang diberikan oleh penonton ternyata membekas di hati Tata, memberikan keyakinan bahwa ternyata apa-apa yang menjadi kesukaannya bisa menjadi sebuah hal yang berharga.

Setelah ngobrol-ngobrol, Tata akhirnya memutuskan untuk mulai lebih sering mendokumentasikan proses menggambar menggunakan Adobe Ideas di channel Youtube dalam akun rumahinspirasi yang didedikasikan untuknya. Tata sangat menikmati proses merekam gambarnya ini, bahkan mulai video Letter Girl95% pekerjaan menyiapkan video dilakukan sepenuhnya olehnya, mulai merekam gambar menggunakan iPad hadiah dari Detik.com dengan Screen Recorder, berburu musik pengiring di Youtube, mengolah video, sampai akhirnya mengunggahnya ke Youtube. Aku hanya masuk di bagian akhir, lebih tepatnya seperti penonton pertama yang memberikan masukan sebelum akhirnya Tata membungkus dan mengunggahnya.

Dari proses membuat video sini, Tata mengetahui bahwa prosesnya ternyata tidak sederhana. Ada proses memilih musik pengiring, ada proses mengolah video dan melakukan sinkronisasi dengan msuik. Apalagi untuk urusan musik pengiring videonya, aku mengajarkan kepadanya untuk menggunakan musik pengiring yang memiliki lisensi boleh dipakai (Creative Commons). Terkadang Tata menemukan lagu yang dia suka, tapi ternyata tidak bisa dia gunakan karena bukan berlisensi Creative Common. Sampai akhirnya kami menemukan bahwa ternyata Youtube memiliki Youtube Audio Library yang berisi ratusan audio yang boleh diunduh & dipakai untuk project video. Wuaaa Tata bahagia sekali karena serasa menemukan harta karun!

***

Yang mengejutkan dari proses yang dijalani Tata, ternyata salah satu karya Tata mendapatkan apresiasi dari Adobe! Karya video Tata berjudul “Little Princess” dipilih dan difiturkan oleh Adobe Ideas di saluran komunikasinya, baik Facebook maupun Twitter.

adobe-ideas-Tata

Apresiasi ini menyuntikkan semangat tambahan yang luar biasa bagi Tata untuk terus berkarya. Saat ini sudah ada 8 gambar yang Tata buat. Semoga Tata semakin semangat berkarya 😀

twitter-endorse-adobe

endorse

Tulisan menarik lainnya

Share this post

9 thoughts on “Tata, Suara Anak dan Adobe Ideas”

  1. Tata kereeennn dehhh,… ^_^
    Tulisan ini menginspirasiku untuk lebih mengarahkan anakku yg udah keasyikan dgn internet nih mak, supaya mrk gak asyik main game aja. Mamacih mak 🙂

    1. Iya mak, internet & teknologi memang seperti pisau tajam. Bisa sangat bermanfaat tapi juga bisa jadi sumber kecanduan. Sama-sama berjuang mencari keseimbangan untuk anak-anak yaaaa ^_^

  2. waw,,,, keren …
    jadi pelajaran buat saya ibu baru untuk mengarahkan “bakat” dan “minat”
    makasihh ya bun,, telah menghadirkan anak luar biasa seperti tata..
    keyeeeennnn

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.