selamat-tahun-baru-2015

Selamat Datang 2015

Ibuku sering berkata kalau sebenarnya dalam satu minggu itu hanya ada 3 hari. Jadi satu bulan hanya ada 12 hari, dan itu berarti satu tahun hanya ada 144 hari atau kurang lebih 5 bulan. Mungkin itu ya mengapa rasanya waktu berjalan cepat sekali. Rasanya baru kemarin masuk ke tahun 2014, eeeh sekarang sudah masuk ke tahun 2015 saja. Iyalah, wong setahun hanya terasa 5 bulan kok. Hehehehe…

Tahun 2014 menjadi tahun roller coaster buatku. Banyak hal fundamental yang terjadi di kehidupan kami, sebagian sudah diceritakan mas Aar di tulisannya di sini yang membuatku harus lebih pandai melenturkan diri dan menguatkan hati.

Sebagaimana menaiki roller coaster, masa menegangkan, menyenangkan, menakutkan, membahagiakan campur aduk dalam waktu singkat. Saking singkatnya, kadang belum sempat tarik nafas untuk urusan yang satu sudah sampai ke tikungan baru yang memberi kejutan lain yang kadang lebih mengejutkan dari urusan sebelumnya tapi bisa jadi merupakan hiburan yang menggembirakan hati.

Tak banyak yang menjadi harapanku di tahun 2015. Aku hanya berharap di tahun ini lebih bisa menguatkan hati untuk dapat mengatur dan memanfaatkan waktuku dengan lebih baik. Aku merasa kalau satu hal itu saja bisa aku lakukan dengan baik, maka ini akan bisa menarik banyak hal baik lainnya.

Dikit banget ya resolusinya? hehehehe… Biar dikit tapi ini fundamental untukku. Mari sama-sama berjuang menjadi diri kita yang lebih baik lagi di tahun 2015. Selamat tahun baru 😀

selamat-tahun-baru-2015

Tulisan menarik lainnya

Share this post

2 thoughts on “Selamat Datang 2015”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bagaimana Cara Belajar Anak Homeschooling?

Jangan membayangkan homeschooling hanya dengan mengundang guru privat. Proses belajar dalam homeschooling bisa sangat beragam dan kaya, tergantung pada kreativitas orangtua.

Jika orangtua ingin meningkatkan kualitas homeschooling yang dijalaninya, orangtua perlu meningkatkan kapasitas diri agar anak-anak tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tidak hanya belajar berbasis mata pelajaran, tidak hanya belajar dengan mendengarkan ceramah dan latihan soal.

Serial webinar ini akan membahaskan tentang strategi pembelajaran berbasis dunia nyata dan keseharian. Strategi pembelajaran ini bukan hanya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orangtua dan kapasitas keterampilan orangtua sebagai fasilitator dalam proses belajar anak.

Materi yang dibahaskan dalam webinar ini untuk anak beragam usia dari anak usia pra-sekolah hingga SMA.