Yudhis & Game Minecraft

Salah satu tantangan mendidik anak-anak generasi digital (digital natives) adalah mengelola kesenangan mereka bermain game. Kami pun di rumah menghadapi tantangan ini.

Yudhis, walaupun tak bermasalah dengan proses belajarnya, sedang belajar mengontrol dirinya sehubungan dengan game yang disukainya akhir-akhir ini, yaitu Minecraft. Dia tahan berjam-jam menonton video Youtube yang memutar pengalaman orang bermain Minecraft.

minecraft

Pada awalnya, kami tak terlalu mendukung Yudhis bermain Minecraft. Menurut kami ada penurunan “skills”, setelah dia sempat menguasai membangun 3D di SecondLife. Tapi karena kami belum berani melepas Yudhis sendirian di SecondLife dan Yudhis kelihatan sangat menikmati Minecraft-nya, kami kemudian “mengalah”.

Kami membuat kesepakatan bersama Yudhis tentang bagaimana memperlakukan Minecraft. Diantara kesepakatan kami adalah:

  • Game adalah hiburan, bukan utama. Hiburan diperlakukan sebagai alat untuk membangkitkan semangat untuk melakukan hal produktif; bukan tujuan utama.
  • Kegiatan game baru boleh dilakukan setelah kegiatan-kegiatan utama selesai.
  • Kegiatan bermain game dilakukan berjeda, tidak terus-menerus. Kegiatan di depan komputer selesai maksimal pukul 21.00.
  • Kegiatan game yang lebih longgar dilakukan hari Sabtu-Minggu.
  • Saat bermain game harus tetap bisa diinterupsi untuk kegiatan lain, misalnya diminta tolong membeli telor di warung, dan sebagainya.
  • Kegiatan Minecraft harus menjadi proses belajar/produksi. Yudhis berkomitmen untuk membuat video-video Minecraft.

Kesepakatan paling mendasar adalah yang terakhir. Kami meminta Yudhis untuk belajar membuat video Minecraft dan mengunggahnya ke Youtube.

Dari proses pembuatan video Minecraft ini, Yudhis belajar merancang video, membuat script, screen capture, membuat video yang menarik dengan durasi kurang dari 15 menit. Tentu saja ada proses-proses teknis belajar tools yang dibutuhkan dan proses mengolah video. Selama proses itu, Yudhis juga belajar untuk menerima kritik dan feedback untuk proses belajarnya. Kami memberinya “modal” dengan berlangganan Minecraft.

Proses ini baru dijalani Yudhis selama 2 minggu terakhir. Yudhis masih berproses. Kami pun berproses untuk melihat dan mendampinginya.

 

– WEBINAR –

Dalam proses pengasuhan, ada aspek-aspek keterampilan dasar yang krusial dan perlu dikembangkan pada anak. Jika anak memiliki keterampilan-keterampilan dasar ini, proses pengembangan mereka saat remaja akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Webinar ini membahaskan 10 keterampilan dasar yang perlu dan bisa dikembangkan di rumah untuk anak-anaknya.

10 Keterampilan yang akan dibahaskan dalam webinar

MENJAGA KESEHATAN & KESELAMATAN

  • Pola makan
  • pola tidur
  • pola aktivitas sehat,
  • berenang
  • bela diri
  • pertolongan pertama (P3K)

LITERASI

  • Membaca dan mengerti
  • Membaca petunjuk
  • Membaca resep
  • Membaca rambu lalu lintas
  • Membaca tabel

MENGURUS DIRI SENDIRI​

  • Mengatur waktu
  • Membuat rencana
  • Menepati rencana
  • Mengetahui baik-buruk
  • Mengambil keputusan

BERKOMUNIKASI

  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengobrol
  • Berkenalan dengan orang baru
  • Memberi & menerima feedback
  • Mengapresiasi
  • Bernegosiasi

MELAYANI

  • Mengerjakan pekerjaan rumah
  • Berkontribusi di keluarga
  • Berkontribusi di Lingkungan
  • Berkontribusi di sosial.

MENGHASILKAN MAKAN

  • Bercocok tanam
  • Berbelanja
  • Mengolah bahan pangan
  • Memasak
  • Menata masakan

PERJALANAN MANDIRI

  • Naik sepeda
  • Kendaraan umum
  • Membaca peta
  • Bisa pergi ke manapun dan kembali ke tempat asal

MEMAKAI TEKNOLOGI

  • Memakai gadget
  • Mengenal batas hukum & etik
  • Menghindari kecanduan
  • Menggunakan secara produktif

TRANSAKSI KEUANGAN

  • Belanja
  • Mendapat penghasilan
  • Menabung
  • Berinvestasi
  • Transaksi dalam sistem keuangan

BEKERJA

  • Menghasilkan karya
  • Membuat output (tulisan, lagu, musik, cerita/presentasi, video, animasi, dll) sesuai minat & kemampuan

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

2 thoughts on “Yudhis & Game Minecraft”

  1. usia yudhis berapa taun pa? anak saya 7 taun suka dengan minecraft. cara upload ke youtube hasil karyanya gimana? terus kan blm boleh punya akun google..

    1. Yudhis 13 tahun mbak, mau 14. Sekarang dia sudah punya akun/channel sendiri. Waktu masih kecil, dia menumpang di akun Youtube kami (Rumah Inspirasi) 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.