Pertama kali naik kereta Api

Pulang Kampung

Pertama kali naik kereta ApiSebenernya aku ngantuk, semaleman di kereta api susah untuk istirahat tenang karena Duta selalu beraksi. Tapi  begitu tenang-tenang, anak-anak main, Duta bobo, iseng ngetes jaringan internet di laptop.. eits.. keasikan deh. Dan rasanya jadi sayang kalau nggak posting. Mumpun suasananya mendukung.

Jadi.. kami sekeluarga lagi pulang kampung nih ceritanya ke Madiun. Mas Aar itu memang orang asli Madiun, lahir di Madiun, sekolah sampai SMA di Madiun, ibu dan adiknya juga masih tinggal di Madiun. Rasanya bahagia kali ini dapat izin dan kemudahan dari Tuhan untuk bisa pulang kampung komplit sekeluarga. Semakin seneng karena waktu berangkat dianter ibu, bu Dun dan om Maula sang fotografer.. jadi foto-foto pra-perjalanan legkap deh, hehe.. tinggal copy nanti pas kembali ke Jakarta.

Ini merupakan pengalaman pertama Tata dan Duta naik kereta api dan ikut ke Madiun. Kalau Yudhis sudah beberapa kali. Sepanjang jalan anak-anak excited, sibuk nulis di jurnal mereka, stasiun-stasiun apa yang dilewati, apa saja yang mereka rasakan dan lihat. Duta juga excited, nggak mau duduk tenang, mondar-mandir aja sepanjang koridor kereta. Cuman ada satu hal yang mengganjal dalam perjalanan semalam, ternyata walaupun naik kereta eksekutif, per 1 Agustus sudah nggak dapat makan malam lagi. Padahal aku nggak siapin bekal nasi untuk anak-anak. Jadinya terpaksa beli makanan di restorasi, itu juga pilihannya hanya 2, nasi goreng dan steak. Harganya juga nggak sebanding sama rasanya. Wadduh.. harusnya informasi seperti ini disampaikan dengan jelas kepada calon penumpang, supaya nggak banyak yang kecele kayak kita.

Di luar itu sih, semuanya menyenangkan. Menjelang tidur, jatah selimut digelar di bawah dan anak-anak tidur di bawah, jadi lebih nyaman.

Sampai Madiun jam 4.30, dijemput mas Agung dan Fawas. Setelah sampai rumah ibu, anak-anak minum energen+ makan biskuit, trus main bola di lapangan, pulang mandi+sarapan, keluar lagi untuk main sepeda. Sekarang mereka (Yudhis, Tata plus anak adiknya mas Aar, Fawas, Yasmin dan Soffi) lagi asik main Monopoly. Sementara Duta… akhirnya setelah keliling naik sepeda, dia capek juga dan tidur pulas.

main sepeda
langsung main bolatrus main monopoly.. nggak capek apa ya

Tulisan menarik lainnya

Share this post

4 thoughts on “Pulang Kampung”

  1. Mba Lala, masuk ke sini serasa ‘home sweet home’ banget. Ada sofa, ada foto, ada minum juga, ada jendela… ..
    Tata lagi ngapain? marah jail ya? ^_^
    Duta tambah cakep dech…
    Mba lala pake jaringan internet apa? mobilenya terlihat ga bermasalah..

    Peluk cium,

    vika

    1. Terima kasih kunjungannya mbak Ravika,
      “rumah” ini masih belum sempurna mbak. Scriptnya masih banyak yang berantakan.. hehehe.. maklum untuk ngoprek templatenya perlu waktu yang lama ^_^

      Kebetulan kami pakai indosat broom. Waktu di Madiun sih lancar, tapi sempat nggak terlalu bagus sinyalnya ketika di Salatiga ;p

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.